
setelah menenang kan diri nya Nara segera keluar dari toilet dan menuju kekelas tinggal beberapa jarak lagi dia akan mencapai kelas tiba-tiba ada seseorang menarik tangan nya.Nara hendak teriak tetapi dia langsung dibekap dan diseret digudang
"Aryan mau ngapain lu?"
"hai cewek gila lu kan yang nyuruh kakak lu kabur biar bisa nikah sama gua dasar licik lu"tuduh Aryan sambil menyilangkan kedua tangan nya
"kalau boleh pilih lebih baik gua kabur ngikutin jejak kakak gua dari pada nikah sama cowok benalu kaya lu"
"kenapa lu gak kabur?dan sekarang kabur lah gua pengen liat"
"karena kalau bukan keluarga lu yang ngacam akan menjebloskan kedua orang tua gua kepenjara,gua udah dari kemaren kabur,sorry ya mungkin kak Malvin emang egois dan bikin malu keluarga tapi enggak dengan gua.gua gak mau lihat orang tua ngedekam dipenjara karena keegoisan dari anak-anak nya sendiri" ucap Nara sambil menangis karena dia bingung dengan keadaan nya saat ini.Aryan melihat hal itu langsung merasa iba
"sudah jangan menangis" bujuk Aryan sambil mengasi sapu tangan ke Nara "maaf kalau gua kalau ngomong asal ceplos tanpa berpikir"
"emang lu kalau ngomong suka ngasal dan main hakim sendiri.ya ALLAH bagaimana aku bisa hidup sama lekaki egois kaya gini!!" teriak Nara dalam Hati
"sudah lu kembali kekelas sana,pulang sekolah tar lu harus ikut gua"
"kemana?"
"sehabis pulang sekolah mama nyuruh kita berdua kebutik buat milih gaun pernikahan"
Nara cuma mengangguk pasra karena dia sudah lelah menangis yang tidak akan menghasil kan apa-apa
Nara dan Aryan segera keluar dari gudang karena mereka tidak ingin ketahuan orang lain dan berpikir yang enggak-enggak.Nara segera memasuki kelas nya
"lu dari mana aja?" tanya Jemmy khawatir
"gua habis ketoilet"
"oh bagus lah,maksud w gak mau lu bertindak konyol dengan masalah lu saat ini"
"tenang Jem,gua gak bakal ngerugiin diri gua.walaupun takdir yang ngerugiin gua"
"yauda sono duduk bentar lagi bell mau bunyi"
Nara cuma tersenyum,karena beruntung bisa berteman dengan orang sebaik Jemmy.selama pelajaran berlangsung Nara cuma memandang papa tulis dengan tatapan kosong.dia ngerasa tidak punya gaira hidup sama sekali.Jemmy yang melihat Nara sedang muram rasa nya dia ingin membawa gadis itu kabur walaupun kabur bukan jalan pintas terbaik.sampai bell istirahat berbunyi pun Nara tidak beranjak dari tempat walaupun Jemmy,Lira,dan Zia mengajak nya tetapi Nara tidak menghiraukan nya sama sekali
"dari siapa?"
"tar lu juga tau dan satu lagi kata nya lu harus baca sendiri"
"oke" jawab Nara malas,tetapi rasa penasaran juga mengalahkan rasa malas nya dan membuka isi surat itu
Nara kutunggu kamu dibelakang sekolah dekat kantin,aku hari ini ingin mendengar jawaban mu sekarang,aku tau ini terlalu cepat buat kamu berpikir,tetapi setidak nya aku sudah berani mengutarakan apa yang aku pendam saat ini.
X : Banar aslandar
To : Anara zelina
Nara cuma bisa meremas kertas itu.Nara ingin menyalahkan Malvin yang sudah merusak hidup nya.coba kalau buka karena diri nya melarikan diri,mungkin nasib Nara tidak seburuk ini
: : : : : : : : : :
sepulang sekolah Nara segera menemui Banar yang sedang bersandar disebuah pohon dekat kantin
"ra akhir nya lu dateng juga"ucap Banar sambil tersenyum
Nara langsung membuang muka karena tidak tega setelah apa yang dia sampai kan senyum Banar akan memudar.ia Nara emang mulai menyukai pria yang ada dihadapan nya saat ini
"Nar maafin gua.selama ini gua emang nyaman dekat sama lu tetapi gua cuma anggap itu sebagai sebatas teman"
Banar langsung terdiam mendengar penuturan Nara.Nara makin merasa bersalah
"sekali lagi gua minta maaf,makasi lu udah mau temanan sama gua,dah ya Nar gua balik dulu" pamit Nara tetapi tangan Banar mencengram tangan Nara
"pengen gua antar?"
"gak perlu hari ini papa yang jemput" bohong Nara karena teringat janji dengan Aryan
sebenar nya Nara tidak ingin menyakiti hati Banar tetapi keadaan yang kejam sehingga memaksa nya melakukan hal seperti itu.karena Malvin ya karena orang itu Nara tidak bisa merasakan cinta dari seseorang yang tulus mencintai nya