
"terimakasi"
"iya lain kali lu jangan ceroboh"
"iya,lu gak sekalian mampir dulu?"
"kagak lain kali aja"kata Banar yang sibuk dengan ponsel nya"lain kali kalau mau mesra-mesraan jangan ngerugiin orang.untung aja lu gak ketabrak benaran kalau hal itu terjadi pasti gua yang kena,lagian gua juga baru belajar"
"siapa yang mesra-mesraan sama Jemmy si? lagian gua sama Jemmy cuma teman"
"iya tersera lu mau ngomong apa yang penting lain kali kalau lu mau bercanda harus tau sikon"kata Banar sambil pergi
Nara cuma mendengus kesal dan sambil memasuki rumah.disana dia melihat keluarga nya sudah rapi
"mau kemana ma?" tanya Nara kepada Rose
"kamu dari mana aja si? cepatan siap-siap karena dari tadi kita semua nungguin kamu"
"emang mau pada kemana si?"
"cepatan sono jangan banyak nanya kalau enggak kita tinggal nih"
Nara segera menuju kamar nya Rose yang melihat putri berjalan agak sedikit pincang
"kamu kenapa?"
"kaki ku keseleo ma"
"yauda kita bertiga langsung pergi aja kamu Nara istirahat saja entar mama panggil tukang urut"
"Nara ikut ma,lagian cuma sakit sedikit"
"kagak usah kamu istirahat sana"
"tapi Nara mau ikut sebenar nya kalian mau pada kemana si?"
"kita semua mau ngelamar putri nya Tania dan Alvaro"
"Ma ikut aku juga pengen ikut.aku pengen liat siapa calon istri kak Malvin jadi penasaran"
Nara akhir nya mengalah.benar juga kata mama lebih baik dia tidak usah memaksa kan diri dan Nara segera membersikan diri nya dan langsung menonton tv akhir nya dia tertidur disofa
4 jam kemudian
Malvin yang baru memasuki rumah nya dia melihat Nara sedang tertidur pulas.lamaran itu bikin penat pikiran Malvin seharus nya Malvin berhak memutuskan.bukan nya diatur dah kayak zaman Siti nurbaya 'tapi kan gua cowok kali' Batin Malvin tetapi saat melihat Nara sedang tertidur ide iseng Malvin mulai muncul dia segera menaru Nara diatas karpet dan segera menggulung nya Nara yang sedang terbuai mimpi langsung kaget melihat tubuh nya sudah dililit karpet dan dia merasakan nyeri dikaki nya saat tergilir tadi Nara langsung teriak karena tidak tahan
"kak Malvin lepasin sakit kali,kaki gua lagi keseleo!!!" teriak Nara histeris
Malvin segera melepaskan Nara.Mama dan Papa yang mendengar jeritan Nara langsung turun
"sorry sorry gua gak sengaja" ucap Malvin melepaskan Nara
"ada apa lagi ini?" ucap satrio dia cuma menggelengkan kepala nya melihat kelakuan anak sulung nya itu
"Malvin Nara ini udah malem kenapa kalian pada berisik malu sama tetangga"omel rose yang kesal mendengar keributan
"Kak Malvin ma jail banget Nara lagi tidur digulung sama karpet" adu Nara pada Rose
"Malvin!!"ucap Rose tajam
"iya ma ini juga Malvin mau kekamar"
Nara sekarang benar-benar merasakan sakit dipergelangan kaki nya dan Satrio segera menggendong putri nya
"Malem sayang besok kalau masi sakit kamu gak perlu sekolah dulu" ucap Satrio sambil mencium kening putri kesayangan nya dan segera menutup pintu. Nara yang masi merasakan nyeri dipergelangan kaki nya langsung menelpon Jemmy
"Hallo ada apa Nara tumben jam segini lu nelpon gua? ada perlu apa? apa jangan-jangan Banar ninggalin lu ditenga jalan" cerocos Jemmy tanpa henti serasa Nara ingin menyumpel nya sama cabe grandong
'sabar Nara ngadepein kelakuan babon Jemmy" ucap Nara dalem hati
"Jem besok izinin gua ya,kaki gua terkilir jadi susah kalau mau jalan cepat tar telat tamba ribet lagi lu nolongin gua buat manjatin tembok" sindir Nara
Jemmy yang mendengar sindiran Nara langsung tertawa
"oke tar lain kali gua bukan nolongin lu buat nyusup kekelas tapi kekandang macan" ucap Jemmy sambil tertawa.Nara langsung mematikan ponsel nya karena kalau ngebacot sama Jemmy gak bakal habis nya