Misunderstand

Misunderstand
nonton pertandingan


Nara melihat Jemmy memegang tangan nya langsung menepis tangan Jemmy


"kenapa?" tanya nya


"pikir aja sendiri,risi kali gua"


"biarin biar sedikit romantis kayak ditv"


"dih ogah banget gua.cepatan kekantin tar keburu bell"


"oh iya Nara pulang sekolah bareng yuk"


"oke.tapi gua sama Lira mau nonton pertandingan basket"


"gua gabung ya?"


"oke " sesampai dikantin Nara melihat Lira dan teman-teman nya. Nara segera menghampiri nya


"Hei Nara lu nempel terus sama Jemmy kapan jadian nya?"kata Zia


"ih apaan si kita berdua cuma teman gak lebih"


"teman tapi mesra"ledek Lira sebenar nya Nara tau Lira naksir Jemmy


"udah-udah balik sekolah jadi gak kita liat pertandingan"


"jadi tapi kita berdua belum ada doi" kata Zia sambil cekikikan


"gua cabut dulu ya?" pamit Jemmy segera kabur dari pandangan Nara.Nara cuma menggeleng padahal Nara dan Jemmy cuma teman dari kecil


pertandingan hari ini sangat ramai.Nara cuma terdiam saat melihat pertandingan itu Nara melihat sosok yang gak familer dimata nya


'cowok itu bukan nya yang perna mergokin gua sama jemmy pas diatas ditembok belakang sekolah?" ucap Nara dalam hati.Nara melihat kedua teman nya sedang berteriak kagak jelas


"cowok itu nama nya siapa?" kata Nara kepada Zia sambil menunjuk keorang yang dia maksud


"oh itu nama nya Aryan evans murid XI ips 3"


"ohhhh" cuma itu yang keluar dari mulut Nara


"kenapa? apa jangan-jangan lu naksir ya,terus Jemmy mau dikemanain?"


"mulai lagi lu udah dibilang berkali-kali gua sama Jemmy cuma temenan dan satu lagi gua cuma tanya nama tuh cowok bukan naksir " ketus Nara yang mulai bosen dengan ledekan Zia


"sensi banget si kan gua cuma bercanda"


Nara cuma diam dan males meladenin Zia.Nara melanjut kan menonton sampai pertandingan selesai


"Nara mau balik bareng gak?"ajak Zia


"kagak usah terima kasih" tolak Nara yang masi kesal dengan Zia


Nara cuma memandang kepergian teman nya,dia langsung kehalte bus menunggu angkutan umum


hari udah mau magrib seharus nya Nara menerima ajak Zia 'penyesalan emang selalu terakhir' umpat Nara dalem hati


"DORRRR"


"hehehhh, abis gua mau balik terus liat lu lagi sendirian, yauda pikiran iseng


gua muncul"


"dasar nyebelin!!" teriak Nara mengejar Jemmy.Jemmy terus belari dan menyebrang dan gak sadar saat Nara mengejar Jemmy diri hampir ketabrak dan Nara merasa kaki terkilir


"ini dua manusia jadi-jadian udah mau magrib juga masi aja keluyuran ditengan jalan!!" maki Banar sambil keluar dari mobil nya


"Nara lu gak apa-apa kan?" tanya Jemmy khawatir


"enggak gua gak kenapa-napa kok"


"woiw Banar lu bisa bawa mobil gak si?"


"seharus gua yang tanya salah kalian lah udah tau mau magrib masi aja main lari-larian!!"


Jemmy sudah mengepal kan tangan tetapi Nara mencegah nya


"Banar gua sama Jemmy minta maaf ya"


"yauda kalian berdua masuk dari pada diculik dedemit lagi"


"gak usah kita berdua juga bisa balik lagian rumah gua sama Jemmy deket"


"ini udah magrib entar kalian berdua disangka abis ngapain.kalian tau sendiri mulut tetangga pedas nya ngelebihi Bon cabe"


benar juga kata Banar.akhir nya Nara menerima ajakan Banar tetapi Jemmy menolak


"lebih baik gua naik tronton dari pada gua nerima ajakan orang yang sumbuh nya pendek kayak dia"


"Jemmy ayo kita gak ada pilihan lain masi mending ada yang baik"


"kalian kalau gak mau yauda gua juga gak rugi"


Nara yang hendak berjalan kaki nya merasa sakit Banar yang melihat Nara tanpa basa basi langsung menggendong nya


"hai turunin gua "


"udah diam kaki lu terkilir karna kecerobahan lu kan?"


"lu juga Jemmy gengsi lu gak usah berlebihan mumpung gua kasih kesempatan nih"


"kagak usah terima kasih"ucap Jemmy


Jemmy langsung pergi dan mengejar truk yang melewati nya.Nara cuma terdiam


"rumah lu dimana?"tanya Banar


"perumahan suka asri blok j satu"


Banar langsung mengantar Nara sampai kerumah nya sebenar nya dia ngerasa bersalah apa yang menimpa Nara tapi dia kesal dengan kelakuan Nara dan Jemmy seperti anak kecil