Wait For You

Wait For You
Question


Di Kamar


Aku menghempaskan diriku ke kasur. memeluk guling yang ada disampingku, duduk dan mengambil laptop pemberian papaku. kubuka akun instagramku, dan membuat story. Belum selesai aku membuat story, tiba2 terdengar suara...tok tok tok.. pintu kamarku terketuk. "Nak, ini papa dan mamah."


"iya mah sebentar." segera pintu kamar kubuka. "Ada apa mah pah?"


mamah papahku menuntunku menuju tempat tidurku. "Nak, papah dan mamah ingin bertanya sama kamu." Kok tiba2 aku ngerasa kayak diinterogasi sih?


"oh iya pah mah, mau nanya apa?"


"Nak, apakah kamu masih ada perasaan suka kepada Doni?"


"Kenapa papah dan mamah bertanya seperti itu?"


"jujur sajalah nak, mengapa kamu tidak cerita ke papa dan mamah? Mamah papah kaget dengan reaksimu ketika Doni datang tadi, biasanya kamu seneng dan langsung berlari ke arah Doni. tapi sekarang, kenapa kamu diam dan bertingkah canggung seperti baru pertama kali bertemu?"


papa, mamah, maaf aku belum bisa cerita. Jujur Salsa sangat senang Doni kembali, Salsa masih bingung dengan perasaannya Salsa, Salsa akan cerita ke mamah dan papa jika Salsa sudah tau perasaan yang Salsa rasa.


"Mamah paham nak, skripsi memang kewajiban kamu untuk segera diselesaikan, tapi asal kamu tau nak, Doni sangat mencintai kamu. Dia selalu bertanya tentangmu, kabarmu sejak dia di K*. Doni juga sudah meminta izin papah dan mamah untuk menikahimu. Dan sudah menepati janjinya setelah 5 tahun, menyelesaikan sekolah, kuliah, bekerja dan akhirnya menjadi orang sukses. Dia pamit ke mamah dan papah untuk memantapkan diri dulu, mempersiapkan semua untuk menjadi kepala keluargamu kelak. Lagi pula diusiamu yang sekarang juga sudah waktunya untuk menikah."


What? tapi aku sedang tidak ingin membahas itu. Aku masih ingin menikmati masa muda dan kuliahku.


"iya mah, Salsa akan memikirkannya..."


"jangan lama2 ya nak, mamah papah ke kamar dulu ya."


"iya pah mah..."


Pintu kamarku pun tertutup. Aku berlari dan meloncat ke tempat tidur, memeluk guling ku, berteriak Aaaa...!!! Kenapa dia tidak membicarakan itu kepadaku terlebih dahulu?! kenapa dia menggunakan cara ini?! Dasar Doni menyebalkan!


Aku pun memutuskan untuk tidur.