Wait For You

Wait For You
Ruangan Pak Hendro.


"Assalamualaikum Pak..."


"Waalaikumsalam... Oh Salsa perkenalkan ini Pak Andoni Trisatya Wicaksana. Beliau ingin bertemu denganmu."


What? Dasar kau Doni! jadi yang nganter aku tadi pagi itu kamu?! Dan kamu dipanggil pak? kamu tidak tau umurmu lebih muda dari Pak Hendro?! Dasar tidak punya sopan santun! Ternyata kamu berubah ya Don!


"Halo Salsa..." sambil menunjukkan tangan. menandakan aku harus berjabat tangan dengannya. Aku pun menelengkupkan tanganku, karena Doni bukanlah mukhrimku. "Assalamualaikum Pak Doni..." aku harus mengikuti Pak Hendro memanggilnya Pak. Dasar kau Doni!


Lalu Doni pun mengikutiku menelengkupkan tangannya. "Waalaikumsalam..." Apa? Kau memanggilku Pak? Memang aku setua itu?!


Dasar Kau Doni! Sudah lupa cara berjabat tangan dengan lawan jenis hah? Kau sudah berubah Doni!


"Baiklah kalau begitu, saya tinggal ke kelas ya, karena saya ada jadwal mengajar. Salsa, kau temani Pak Doni mengobrol ya, kalau bisa ajak sekalian Pak Doni berkeliling melihat kampus."


"Baik pak..."


Di depan jendela Pak Hendro...


Rani: " Wuih, siapa tu yang pengen ketemu ama si Salsa? ckckck cakep benerrr dah..."


Cika: "iya ya, beruntung banget dia bisa ketemu orang kayak gitu, pasti mau dijadiin istri..."


Mela: "Huss!!... jaga bicaramu, jangan sembarangan ngomong kayak gitu sama sahabat sendiri."


Cika: " iya iya maaf..."


Tiba2 Pak Hendro keluar dari ruangannya, dan mendapatkan Rani, Cika, dan Mela sedang mengintip dari jendela ruangannya.


" Kalian ngapain disini? Cepat kembali ke kelas masing2!"


Sontak, mereka bertiga terkejut dan berlari ke arah kelas masing2.


"I... iya Pak..."