Wait For You

Wait For You
Berpisah...


"Nak Salsa, maaf sebelumnya tante dan Doni nggak ngasih kabar ke kamu, Om Ridho (ayah Doni) dipindah tugaskan ke Kota K*. Jadi kita juga ikut pindah kesana."


"Tapi tan, kenapa mendadak sekali?"


"Mah, biar Doni yang jelasin ke Salsa ya."


"ya udah kalau begitu, mamah tunggu di mobil ya."


"iya mah..."


Doni berjalan ke taman sekolah sambil memegang tanganku. Kemudian menyuruhku duduk di kursi taman. "Sal, maaf aku tidak memberi tahu kamu terlebih dahulu. Sebenarnya aku sudah tau dari sebelum hari ultahmu, dan ketika itu pula aku ingin memberi taumu langsung. tapi aku ragu, akhirnya aku mengurungkan niat itu. menunggu waktu yang tepat. dan aku tau kemarin kamu berulang tahun, akhirnya aku menuliskan surat kedalam kado itu. apakah kamu sudah membukanya?"


"belum..." (menangis)


"Sal, kumohon jangan menangis ya, kita masih bisa berkomunikasi lewat IG kok. nanti aku akan selalu memberimu kabar..."


"janji ya?"


"iya janji. Aku pergi dulu ya, mamahku udah nunggu nih.. "


"iya, salam ya buat Om Ridho..."


"iya, (sambil melambaikan tangan) assalamualaikum."


"waalaikumsalam.. "


Aku menangis, dalam hati tidak ingin Doni pergi, tapi karena keadaan dan takdir berkata seperti itu, maka aku harus menerimanya.


Segera aku megusap air mataku, dan kembali menuju ke kelas. ketika sampai dikelas, Rani belakang bangkuku, melempar kertas kepadaku. kamu habis nangis Sal? Ada apa emang? Aku pun membalas, menulis di kertas itu, nanti aku ceritain. Kemudian aku melempar kembali kertas itu ke arah Rani. Tiba2, "Salsa dan Rani kenapa main lempar2 kertas?"


KKRRIINNGG......


Bel istirahat berbunyi. Aku bersama sabat2ku (Rani, Cika, Mela) keluar kelas menuju kantin untuk membeli snack, kemudian menuju ke taman sekolah.


Rani: " kamu kenapa sih Sal, kok tadi nangis?"


Cika & Mela: " ha? kamu tadi nangis?"


Rani: "sssttt... jangan digituin kenapa? emang ya kalian, dasar nggak peka."


Mela: " yhe, kok jadi nyalahin kita sih, kan kita nggak tau, iya nggak Cik?"


Cika: " Yups..."


"udah2... iya aku tadi nangis... ternyata Doni nggak masuk hari ini karena dia mau pindah."


(Rani, Cika, Mela bersamaan sontak terkejut) "ha? Pindah? Pindah kemana Sal?"


" ke Kota K* "


KKKRRRIIINNNGGG


" Udah yuk masuk kelas, jam istirahat udah habis nih." Ajak Mela.


Kita pun mengikuti kegiatan sekolah sampai waktu pulang tiba.