
Keesokan harinya.
Aku sudah siap untuk berangkat menuju kampus. Sebelum itu, mandi, sarapan dan pamit kepada orang tuaku. Waktunya berangkat... " Mah Pah, Salsa berangkat dulu ya, salim dong mah pah, muach... assalamuakaikum..."
"Waalaikumsalam..." jawab mamah dan papah
Di perjalanan menuju kampus, tiba2 mobil sport merah menghadangku. Secara mendadak ku rem sepeda montorku, turun dan mulai memukul kaca mobil, menyuruh orang yang ada didalam untuk keluar. "Kurang ajar! Eh situ yang ada di dalam keluar dong! ngapain sih main ngehadang segala! Aku telat situ tanggung jawab ya! Woy keluar!"
tiba2 pintu mobil terbuka, dan aku melihat sosok pria yang tinggi, memakai kaca mata keluar dari mobil tersebut.
"Ckckck... wow, ini beneran yang namanya Salsa? Udah galak ya sekarang?"
"Ka... kamu siapa?! Dari mana kau tau namaku?!"
Pria itu mendekatiku, terus mendekat. aku berjalan mundur, terus mundur sampai punggungku bertemu badan mobil itu. Pria itu mengurungku dengan kedua tangannya sehingga aku tidak ada tempat untuk kabur.
"Kau ternyata cepat lupa ya Salsa?" sambil tersenyum jahil.
"M... Maaf, aku harus berangkat ke kampus, nanti aku terlambat..." jawabku dengan nada takut...
"T.. tidak usah, aku membawa motor kok..."
menunjuk dan berjalan ke arah motorku. Tiba2 pria itu menarikku. "Tinggalkan motor itu! Masuk ke dalam mobilku sekarang juga!"
"T.. tapi..." belum selesai aku berbicara, pria itu menarikku, dan memaksaku masuk ke mobilnya. Aku masuk dengan pria itu, dan mobil pun berjalan.
"H.. hei, kalau boleh tau, kau ini siapa? Jangan seperti menculik seperti ini, itu sangat membuatku takut..."
"Aku tidak menculikmu." jawab pria itu dengan ketus.
15 menit diperjalanan, akhirnya sudah sampai dunia kampus. Aku membuka sabuk pengaman, lalu keluar dari mobil tersebut. Dan tak lupa pula aku mengucapkan terima kasih. "Terima kasih.." Pria itu hanya menganggukkan Kepala, dan tidak berkata apa pun. Mobil sport merah itu pun melaju.
Aku memperhatikan mobil itu melaju sampai tidak terlihat. Dasar orang aneh! Main paksa2 aja! Emang apa sih urusannya sama aku?!
Segera aku pun memasuki kampus.