
" Nak kamu kenapa gugup? Doni ini kan teman kecil kamu."
"I.. i.. ya mah.." Aku bersalaman kepada Tante Rika dan Om Ridho, setelah itu duduk di dekat mamah dan papah...
"Subhanallah Mirna, anakmu tambah cantik. Doni bilang lho ke aku kalau dia kangen sama anakmu..."
What? Doni kangen aku? sejak kapan? ngasih kabar ke inbox chat IG aja g pernah. Dasar pembohong. Katanya bakalan ngasih kabar terus... buktinya? Eh sekarang main dateng2 aja.
Mamahku tersenyum melihat tingkahku. Tidak biasanya anaknya diam ketika melihat teman kecilnya. Padahal dulu dia langsung lari ke arah Doni kalau dia datang.
"Nak Salsa, apakah kamu siap?"
"Siap apa Om Ridho?"
"Siap menjadi istri dari anak Om."
Sontak aku kaget. Kenapa tiba2? Oh God, kenapa tiba2 sih? apa sih maunya?! dulu main tiba2 pergi, sekarang main tiba2 ngelamar.
"Mas Ridho apaan sih, kasihan tu calon menantu kita jadi kaget, kamu jangan nakut2in Salsa ah..."
Doni tersenyum melihat tingkahku Ya Allah Salsa, memang bener ya kata mamahku, kamu tambah cantik, dan yang bikin aku gemes, kamu belum berubah, masih polos aja kayak dulu...
" Nak Salsa, kamu jangan panggil kita Om ama Tante dong. Panggil aja Mamah papah..."
What? belum jadi menantu beneran aja udah kayak gini? aaa... bikin aku gugup....
"I..i.. iya mah pah.."
"Mah, Pah, Om, Tante, boleh nggak Doni ngajak keluar Salsa ke taman?"
"Ayo Sal.." sambil menarik dan menggandeng tanganku.
Setelah aku dan Doni sampai di taman, aku melepas paksa genggaman Doni.
"Tumben mau balik!"
"kok tiba2 cemberut gitu? nggak seneng kah kalau aku balik ke S*?
"Nggak! Sekalian aja kamu nggak usah balik! Kamu udah kerasan kan di Kaliman...."
cup.... "udah diem sekarang?"
aku terpaku tak bisa apa2. Doni tertawa melihat ekspresi terkejutku.
"Aaaa! dasar mesum! kau kurang aja..."
cup... "kurang ajar? masak sama calon istrinya sendiri kurang ajar?"
"Kau!...." entah kenapa aku menangis...
"Lah, kok nangis? ok2 aku minta maaf. Sal, asak kamu tau, aku kambali kesini karena aku ingin menepati janjiku. Apakah kamu lupa kalau aku menyuruhmu menungguku 5 tahun lagi? Kau sudah membuktikan untuk menungguku, maka aku pun harus menepatinya."
" Lalu apa maksud itu? kenapa aku harus menunggumu salama 5 tahun ini?"
"karena aku mempunyai tujuan untuk menikahimu Salsa. dan terima kasih kamu telah mempercayaiku."
"untuk apa kamu menikahiku kalau kamu tidak mencintaiku?!"