Wait For You

Wait For You
Bandara


"Sal? Salsa? Kita sudah sampai..."


Kubuka mata kantukku, dan melihat sekitarku.


"Ini bukannya bandara?"


"yups... betul sekali."


"Ngapain kita ke Bandara Don?"


"Kita akan terbang ke Negara A*.."


"Ha ngapain kita kesana?"


"Kamu udah lupa sama acaranya mamahku?"


"Iya inget, tapi masak Tante Rika ngadain acara sampe ke luar negri segala? Di negara ini kan bisa, Negara dan kota kelahiranku, disini juga bagus kok tempat2ny..."


Mencubit hidungku "kamu tambah cerewet ya.."


"eh2 tunggu, terus pakaianku gimana dong? Terus mamah papaku apa sudah tau kalau aku mau pergi sama kamu?"


"Sudah Sal, semuanya sudah disana..." tersenyum jahil


"Maksudmu semuanya sudah disana? oh ayolah Doni, aku tidak membawa baju ganti sedikit p..."


"pun..." lagi2 Doni membuatku terkejut, dan membuatku tak berkutik apa pun.


"Sudah diam sekarang? kamu cerewet sekali ya ternyata, hahaha.." tersenyum jahil dan menarik tanganku dengan erat.


Aku tidak bisa berkata apa pun, dan kini aku hanya bisa mengikutinya.


Di dalam Pesawat...


"Doni, emang semua pesawat dalemnya kayak gini ya? Pasti mahal biayanya.."


"Nggak semua Sal, biasanya dalem pesawat yang kayak gini, khusus penumpang VIP...


Kalau aku sih nggak usah bayar..."


"Maksud kamu nggak usah bayar?"


Doni mendekat dan berbisik ditelingaku


"Pesawat yang kau naiki ini adalah pesawat pribadi aku..." tersenyum jahil...


What? Pesawat pribadinya Doni? Dia kerja apa sih sampe bisa punya pesawat pribadi segala?