
Ditengah lelapnya tidurku, dering handphoneku berbunyi, membuat terpaksa aku harus bangun. Ku ambil dan kulihat layar handphoneku. Telephon dari Doni?
"Hai Sal, kamu sudah bangun?"
"Hhhh... Assalamualaikum....π"
"Oh iya aku lupa, Assalamualaikum... Kamu udah bangun? Udah shalat Subuh belum?
"Waalaikumsalam... iya ini mau shalat..."
"Mau aku imamin nggak?"
"hhhmmm.... apa?! Maksud kamu jamaah?"
"iya..."
"Berdua doang?"
"Nggak Sal, kita jamaah di Masjid, depan hotel kan ada Masjid..."
"oh gitu, ok... tunggu aku..."
"iya cepetan aku tunggu di lobi..."
Setelah aku turun ke Lobi, kemudian aku dan Doni menuju ke Masjid untuk melakukan shalat Subuh berjamaah...
Setelah melaksanakan shalat, aku dan Doni berjalan menuju ke hotel,
Tiba - tiba....
"Doni!!..." seorang perempuan yang tak ku kenal berlari dan memeluk Doni.
Aku terkejut, dan Doni pun melepaskan pelukan itu. "Christy? Kamu ngapain kesini? Sejak kapan kamu datang?" sambil melihatku dengan tatapan sungkan.
"Sejak tante Rika ngasih tau kalau kamu kembali ke *K , aku jauh2 lho dari *P datang kesini, oh... ini siapa Don?"
"Oh kenalin, ini teman kecilku, namanya Salsa."
Ku ulurkan tanganku dan tersenyum " Salsa..π"
dengan wajah bingung " diberi tau apa?"
"Ya ampun Don, kamu tega ya nggak ngasih tau dia, habis itu dia kamu anggep sebagai temanπ."
Doni membelalakkan matanya menandakan kepada Christy untuk berhenti berbicara.
"Hhh... y udah Sal, aku pergi dulu yaπ, Don... jaga baik2 si Salsanya...π daa sampai jumpa.."
Berjalan ke Hotel...
"Tadi itu siapa Don?"
"Oh... itu sepupu aku.."
"Sepupu? tapi kok?..."
"Bukan muslim ya? gini, sebenernya papahku itu seorang Muallaf Sal..."
"Muallaf? Tapi kok aku belum pernah denger? Beliau masuk Islamnya kapan?
"Sebelum menikah sama mamahku..."
"Terus, kakek nenekmu setuju?"
"Awalnya nggak setuju Sal, malah papahku sampai di usir. Tapi lambat laun kakek dan nenekku menerima."
"Ya Allah so sweet banget Om Ridho perjuangin cintanya...."
Doni tertawa "kamu mau aku perjuangin?"
"Aaa?? Ng... Nggak usah, terima kasih, hehehe" aku berlari menuju hotel dan Doni mengikutiku sambil tertawa.
Depan Kamar
Aku membuka pintu kamar hotel, tiba2 tangan Doni memegang tanganku. "Sal, jangan lupa nanti jam 8 ya..."
"iya iya... ya udah aku mau masuk.."