Wait For You

Wait For You
Di Rumah


Sesampainya dirumah, aku melepas sepatuku , dan menaruhnya di rak sepatu. Kemudian berlari menuju kamar. Mencari kado dari Doni yang aku simpan.


"ketemu!" aku membuka bungkus kado tersebut. kemudian mengambil buku yang ada didalam kotak kado tersebut. Kubuka lembar demi lembar buku itu dan akhirnya aku menemukan surat yang Doni maksud.


*To : Salsa


From : Doni


Semarang, 5 Januari 2014


Assalamualaikum, hai Sal, happy birth day yang ke 17 ya, aku ngasih yang kayak biasanya nih, tapi kali ini ada tambahannya. Yups surat yang kamu baca ini.


Sal, sebenernya aku mau ngasih tau kalau aku mau pindah ke Kalimantan, aku ikut ke kota tempat kerjanya ayahku. Salsa, maaf kalau aku tidak bisa memberitahu langsung ke kamu. Jadi anak yang baik ya. Buatlah orangtuamu tersenyum dan bangga kepadamu. Aku akan kembali disaat kamu berusia 22 tahun nanti. Kamu mau kan menungguku?


Doa terbaik selalu untuk kamu Sal...


Sekian...


Wassalamualaikum


#Doni*...


Aku menangis, entah mengapa aku tidak bisa menahan bendungan air mata. Kuletakkan lagi buku itu ke dalam kotak kado, karena buka yang lama belum habis. Dan menyimpan suratnya kedalam laci meja belajarku. Segera aku berganti pakaian, kemudian mandi agar aku tidak terlihat mamah kalau aku menangis...


"Iya mah tunggu sebentar..."


segera aku menyisir rambutku, dan memakai jilbabku. langsung menuju ke ruang makan.


setelah makan, aku segera menuju kamarku, mengambil ponselku, membuka akun instagram ku. membuka inbox chat dengan Doni.


"Assalamualaikum, Doni?"


"Waalaikumsalam, iya ada apa Sal?"


"kamu berangkat ke Kalimantan kapan?"


"Malam ini Sal, doakan ya..."


"iya, hati2 ya..."


"iya."


Ya, kau akan pergi. dan kau memintaku untuk menunggumu. Maka aku akan menunggumu.