Wait For You

Wait For You
Perempuan misterius


Ruang Keluarga.


Aku masuk kembali ke ruang keluarga, aku melihat Tante Rika (mamah Doni) membawa sebuah kotak yang lumayan besar. Aku pun berlari kearah Tante Rika. "Tante, biar saya bantu..."


"Nggak usah nak, lagian kotaknya nggak berat kok, udah kamu istirahat aja, nanti malam acaranya cukup melelahkan lho..."


"Tapi kan Salsa pengen bantu2 tante..."


"nggak papa sayang, tinggal dikit lagi ini nanti selesai kok, kamu istirahat, tante panggilan Bi Inah ya biar antar kamu ke kamar."


Aduh.. nggak enak aku sama Tante Rika, baik banget..


"Bi... Bi Inah..."


"Iya nyonya..."


" Tolong antar anak yang cantik ini ke kamar ya..."


"baik nyonya, mari non..."


Aku pun mengikuti Bi Inah...


"Silahkan non, ini kamarnya..."


"Makasih Bi... eh tunggu bentar bi, ini kamar siapa?"


"Ini kamar khusus disiapkan untuk Non Salsa..."


"Oh begitu ya, hhhmmm bi, kalau boleh tau, nanti malam acaranya apaan sih?"


"Wah kalau itu saya nggak berani ngasih tau non..."


"Oh ayolah bi, kasih tau aja... janji aku nggak bakal ombarin..."


"Maaf Non nggak bisa, saya disuruh Den Doni untuk merahasiakan dari Non."


"Oh begitu ya udah deh nggak papa.. Makasih ya bi..."


"Iya sama - sama, mari Non..."


Ih apaan sih si Doni itu, tinggal ngasih tau aja pakai rahasiaan segala. Sebel...


Di Kamar


"Mbak Salsa! Cepat bangun!"


Aku terkejut, bangun dan kulihat siapa yang mempunyai suara tersebut. Seorang perempuan kuambil dan kulihat layar hpku. Ternyata sudah sore....


"Cepat bangun dan ikut saya keluar!" sambil menarik tanganku.


"Sudah jangan banyak bertanya! Cepat pakai krudungmu, dan ikut denganku! Doni sudah menunggumu dari tadi!"


"baiklah..." ih... santai kenapa, nggak usah pakai nada tinggi juga kali...


Aku pun mengikuti perintahnya, memakai kerudung lalu keluar bersama si perempuan aneh ini.


"Eh, kok masuk mobil? emangnya kita mau kemana sih?"


Perempuan itu tak menjawab, hanya menarik tanganku, dan memasukkanku ke dalam mobil. Mobil pun melaju, aku hanya diam, takut dan menangis.


apakah aku diculik? Aku mau dibawa kemana? Doni tolong aku...


Itulah yang terlintas difikiranku.


5 menit perjalanan, akhirnya mobil berhenti. Aku mencoba melihat suasana luar dari kaca mobil. Salon? Ngapain ke Salon?


Perempuan itu turun dari mobil, segera ku hapus air mataku lalu perempuan itu membukakan pintu mobil dan menarik tanganku.


"Mbak, cepat rias dia dan berikan pakaian yang terbaik di salon ini untuk perempuan ini."


Lah? Nadanya berubah drastis. waktu ngomong sama aku aja pakai nada tinggi, sekarang? apa sih maunya?


"baik mbak... mari Mbak Salsa..."


wait, what? kok mereka tau namaku?


Aku pun mengikuti pelayan salon itu.


Ditengah periasan, aku mencoba bertanya kepada pelayan salon itu.


"Hhmm mbak, boleh bertanya sesuatu?"


"boleh kok mbak..."


"Mbak, kalau boleh tau perempuan tadi siapa?"


"Oh mbak Celine? Mbak Celine itu yang punya salon ini mbak, beliau kakakknya Mbak Christy. Mbak sudah tau Mbak Christy kan?"


"Iya sudah..." oh... berarti perempuan tadi namanya Celine, berarti dia sepupunya Doni juga dong?


"Hhhmmm... terus mbak tau namaku dari mana?"


"Kami sudah tau dari Mbak Celine sendiri, karena sebelum diadakan acara malam ini, Mbak Celine sudah memberi tau kepada kami."


"Oh begitu..."