Wait For You

Wait For You
Keesokan hari...


(disekolah)


Aku termenung, heran, diam, dan melihat bangku di sebelah ku. kosong. 5 menit lagi bel sekolah akan berbunyi, kenapa Doni belum datang ya?


KKRRIINNGG...


bel sekolah sudah berbunyi. tanda semua para siswa harus memasuki kelas masing2 untuk memulai belajar.


Aku tidak bisa berhenti termenung, terheran karena Doni belum kunjung datang.


Rani, Cika, dan Mela menghampiriku sambil menepuk pundakku. Mereka adalah sahabat terbaikku di Sekolah H*


Rani: "hai Sal, ada apa sih? dari tadi wajahmu kayak menunggu seseorang?"


Mela: " Doni maksudmu?"


Cika: " tukang becak! ya iya lah si Doni. emg siapa lagi yang duduk di bangku sebelahnya Salsa?"


"aduh... guys, udah jangan ribut ya, ini masih pagi... iya aku nunggu Doni. ya, heran aja dia nggak dateng tanpa ada izin halangan. biasanya kan kalau dia nggak masuk, ngirim surat izin ke sekolah?"


"guys2, bu Nindi udah mau mendekati kelas nih!" ucap salah satu murid yang ada di kelasku. kami semua pun segera beranjak ke bangku masing2. Dan memulai pembelajaran yang akan diberikan Bu Nindi. di tengah pelajaran berlangsung, tak disangka perutku mulas, akhirnya aku pun izin ke Bu Nindi untuk pergi ke Toilet.


"hhhh... alhamdulillah udah lega.." tak disangka diperjalanan aku kembali ke kelas, aku melihat Doni dan tante Rika (mamahnya Doni) keluar dari ruang kepala sekolah. Doni ama tante Rika kenapa keluar dari kantor kepala sekolah ya? Tanpa basa basi, aku pun mengejar Doni dan Tante Rika.


" Assalamualaikum, tante, Doni, kok tante ama Doni habis keluar dari kantor Kepala Sekolah? Emang ada apa tan?"