Wait For You

Wait For You
welcome to country A*


Setelah 12 jam perjalanan, akhirnya telah sampai di Bandara Negara A*. Kenapa sampai berbelasan jam? Kan Negara A* ama Negara S* tetanggaan, apa sebebernya rencanamu Doni?


"Kamu lapar?"


"hhhmmm nggak kok...."


kkkrrrruuukkk.... hhhaaaa.... dasar perut nggak bisa diajak kompromi...


"haha Sal, perut kamu udah bunyi msh bilang nggak lapar, ayo ikut aku."


hhhh memalukaaaaan....๐Ÿ˜ฃ


Di Restaurant


"Wow... Don, ini beneran resraurant? bangunannya mewah, kayak hotel aja...."


"hahaha dasar kamu... ini memang dihotel Sal, sebelum msk kamar kita makan dulu..."


"ha? terus yang bayar makan ama kamar hotelnya siapa?"


"Ya Allah Sal... kamu masih polos ya, aku nanti yang bayar, udah makan dulu aja..."


"kamu punya uang dari ma..."


belum sempat aku menyelesaikan pembicaraanku, tiba2 datang seorang laki2 berpakaian rapi menuju meja makanku dan Doni. "Pak Doni, kamar anda sudah siap."


"Oh... ok terima kasih.."


"Tunggu2, Don... kamu memesan 2 kamar kan?"


"ngapain aku pesan 2 kamar? 1 kamar saja sudah cukup ๐Ÿ˜‰" sambil tersenyum jahil...


"Doni serius ah, jangan bercanda!!!๐Ÿ˜ฃ"


"Aku serius๐Ÿ˜‰"


Aku hanya bisa diam. Kupalingkan pandanganku ke arah yang lain. Menyebalkan! Dasar nggak peka! Nggak paham apa maksudku?! Aku nggak mau melihat wajahmu lagi Don!


Di Depan Kamar


Ya Allah... ingin rasanya aku mukul kamu Don!


Doni membuka pintu... " cepat masuk, istirahatlah, aku ada dikamar sebelahmu."


"Terima kasih..."


"Sama2, oh iya besok jam 8 kita berangkat ke rumah mamah papahku, dan kalau kamu ada apa2 bisa telpon aku."


"iya..."


Aku dan Doni akhirnya berpisah, memasuki kamar masing2 yang telah dipesan.


Doni, terima kasih kamu sudah mengerti...