The Secret Love

The Secret Love
Di balik Kediaman Vino


Belum istirahat berbunyi, semua anak pergi menuju kantin. Kayla merasa bingung dengan sifat Vino hari ini, tidak biasanya Vino masuk kelas tanpa tersenyum sedikit pun. Kayla menghampiri Vino.


"Vin, kamu sakit? " Tanya Kayla.


"Ngga." Jawab Vino secara singkat.


"Ke Kantin yuk! " Ajak Kayla kepada Vino.


"Kamu duluan aja Kay! "


"Oh, mungkin kamu lagi pengin sendiri yah? Ya udah aku duluan yah Vin!"


"Iya." Dengan senyum tipis dibibirnya.


Kayla pergi meninggalkan Vino sendirian, menuju kantin.Dia berjalan sambil memikirkan sifat Vino hari ini, hingga tidak sadar dia menabrak seorang perempuan.


Bruuukkk


"Maaf, saya tidak sengaja! " Ucapan maaf dari Kayla kepada orang yang ditabrak nya.


"Iya, ngga papa. " Jawab gadis itu.


"Eh, kamu murid baru yang dapet beasiswa kan? " Tanya gadis itu kepada Kayla.


"Iya. Oh ya kenalian nama aku Kayla Nazwa Khumaira, kamu bisa panggil aku Kayla. " Sambil nenyondorkan tangannya.


"Hai Kayla, nama aku Afrilia Permata Puspa. "


"Hai Afril. Oh ya kamu mau ke mana? "


"Oh aku mau ke Kantin, boleh ngga aku bareng sama kamu? "


"Tentu, ayo. "


Mereka berdua pergi menuju kantin dan memesan bakso dan jus mangga.


*****


"Nay" Teriak seseorang kepada Nayla.


"Ghevan, ada apa? "


"Kamu mau ke kantin kan? Bareng yuk! "


"Ayuk."


Kayla dan Ghevan berjalan bersama menuju kantin. Hampir semua orang terkejut karena Ghevan adalah cowok dingin yang lebih dingin dari pada Vino, namun sering bareng dengan Nayla.


"Hey,anak baru! " Teriak seorang perempuan dengan wajah marah, dan ternyata itu adalah Fania.


Kayla hanya menoleh ke belakang, namun tidak menjawabnya. Fania melangkah menghampiri Nayla yang sedang duduk bersama Ghevan.


"Lo tuli yah? Mendekat ke arah Nayla dan mengacungkan jari telunjuknya ke depan mata Nayla.


"Apa sih? "


"Lo masih nanya apa, lo ini jadi anak baru tapi belagak banget yah! "


"Gue punya masalah apa sih sama lo? Sampe-sampe lo benci banget sama gue. "


"Ya jelas lah, lo berani beraninya deketin Ghevan, Ghevan ini pacar gue! " Sambil menggandeng tangan Ghevan.


"Maaf, aku ngga tau" Nayla langsung berdiri dari kursinya dan meninggalkan keramaian kantin.


Ghevan yang melihat Nayla pergi hendak mengejarnya, namun Fania memegang tangannya.


"Lo apa-apaan sih Fan?"


"Apa-apaan sih sayang? aku kan pacar kamu"


"Pacar! udah berapa kali sih gue bilang sama lo, gue ngga suka sama lo! " Sambil meletakan jari telunjuknya didepan dahi Fania.


Ghevan langsung pergi meninggalkan Fania dan para siswa yang sedang melihat mereka bertengkar, seakan akan mereka adalah tontonan.


*****


Kay, sebenarnya gue pengen curhat sama lo maslah gue selama ini. Tapi, gue ngga pengen bikin lo nyaman sama gue begitu juga dengan gue Kay. Lo itu anak yang baik, cantik, tapi gue ngga mau nyusahin lo karena masalah keluarga gue. Gue seneng banget bisa kenal sama lo dan jadi temen baik lo. Gue akan selalu jadi temen lo, tapi gue akan jaga jarak sama lo supaya papa ngga marah sama lo. Batin Vino dalam hatinya.


Kayla masuk ke kelas dan melihat Vino sendirian, dia juga membawa plastik berisi 2 porsi bakso.


"Vin, lo ngga laper apah? "


"Ngga."


"Nih gue beliin lo bakso. " Sambil menyerahkan satu porsi bakso didalam plastik.


"Ngga usah repot Kay, gue ngga pengen makan! "


"Udah, makan yah Vin! "


"Ngga Kay, gue ngga mau!


" Vin, aku sengaja beli ini dua supaya kamu mau nemenin aku makan!kalo kamu emang ngga laper, setidaknya makanlah dikit buat nemuin aku! "


"Ya udah, makasih Kay. " Sambil mengambil bakso yang diberikan Kayla.


Akhirnya mereka makan bakso didalam kelas, kalo ada guru yang melihat pasti mereka kena hukuman, namun guru-guru pun sedang istirahat.


"Vin."


"Iya."


"Hemm, InsyaAllah jadi. "


"Oke."


"Kamu ngga usah mikirin mau pulang sama siapa, nanti aku anter kamu ko. "


Kayla yang tadi wajahnya sedih seperti sedang memikirkan sesuatu, langsung girang. Karena dia memang sedang memikirkan nanti mau pulang naik apa.


"Makasih banyak yah Vin. "


"Sama-sama."


Setelah menghabiskan makanannya, suasana kelas kembali sunyi, seakan tidak ada orang. Siswa-siswi sudah mulai masuk ke kelas masing-masing, karena bel masuk sudah berbunyi.


*****


Nayla menyibukkan diri di meja nya dengan membaca buku-buku biologi. Dia masih tidak menyangka ternyata Ghevan sudah memiliki pacar, tapi kenapa gue harus sedih. Memangnya orang yang udah punya pacar, ngga boleh temenan sama orang lain.


"Nay." Ucap seorang pria ke Nayla.


Nayla tidak menjawabnya, dia tetap membaca bukunya.


"Kamu marah yah Nay? "


"Maaf Nay, tapi sebenarnya Fania itu bukan pacar aku. "


"Aku juga ngga ngga peduli ko, mau kamu pacaran sama Fania atau sama siapa aja, aku ngga peduli. Lagian kita kan hanya sebatas teman kelas, buat apa aku marah? " Ucap Nayla dengan santainya.


"Ya udah, ini aku bawain kamu cokelat! " Sambil menyerahkan cokelat ditangannya ke Nayla.


"Makasih." Nayla menerimanya , lalu langsung memakannya.


Tak terasa bel pulang sudah berbunyi. Semua siswa membereskan bukunya dan langsung pergi untuk pulang ke rumah.


"Kay, ayo! "


"Iya Vin, kamu mau kan nemenin aku bentar ke kelasnya ka Nayla? "


"Ayo! "


Kayla dan Vino pergi menuju kelas 11 IPA 1 kelas Kakanya.


"Ka Nayla. "


"Eh, Kayla. Ada apa? "


"Aku mau minta ijin, buat pulang agak telat, mau latian nyanyi. "


"Iya, pulangnya jangan terlalu sore yah! "


"Iya ka, ya udah Kayla sama Vino pergi ke ruang musik dulu ya! "


"iya, Vino jaga Kayla yah! "


"Iya Nayla,kamu tenang aja. " Jawab Vino dengan santainya.


Nayla pergi meninggalkan sekolah dan sampailah di rumahnya.


"Assalamu'alaikum Bun. "


"Waalaikumsalam, kamu udah pulang Nay. Kayla mana? "


"Iya Bun, Kayla lagi latian nyanyi. Dia dipilih jadi perwakilan sekolah buat kontes nyanyi antar sekolah katanya Bun. "


"Oh, tapi kamu udah bilang kan jangan pulang kesorean? "


"Udah bun"


"Ya udah, sana kamu pergi mandi dulu, terus langsung sarapan yah! "


"Iya Bun. "


*****


Kayla dan Vino sampai di ruangan musik, mereka saling membisu tanpa bertanya satu sama lain.


"Vin."


"Iya Kay, kenapa? "


"Kamu ada masalah yah? "


"Hmm, sebenernya aku ada masalah keluarga. "


"Oh, kalo kamu mau berbagi cerita. Kamu boleh cerita sama aku, siapa tau aku bisa bantu? "


"Okey. Sebenarnya, aku ngga suka dengan kehidupanku Nay. Ayahku selalu mengatur ngatur hidupku. Ayahku adalah pemilik perusahaan Angkara Group. Dia ingin aku bisa jadi penggantinya kelak untuk menggantikan posisinya. Aku ngga pernah masalah sama semua itu, tapi masalahnya ayah selalu mengatur ngatur kehidupan pribadiku. Bahkan, aku juga dilarang berteman dengan orang yang tidak selevel dengan keluarga kami."


"Oh gitu. Jadi kamu ngehindari aku karena aku anak orang miskin? "


"Ngga Kay, aku ngga mungkin ngehindar dari kamu karena harta. Aku melakukan ini karena aku takut ayah akan menghancurkan masa depanmu Kay! "


Ketika Vino akan menjelaskan tiba-tiba pak Satria datang dan langsung duduk disofa yang disediakan.


Bersambung....