
Nayla dan Ghevan tidak langsung pulang setelah menonton film. Mereka pergi menuju restoran ternama. Ya, Ghevan memang anak dari orang kaya. Sebenarnya ia menyukai Nayla sejak pertama jumpa. Tapi Ibunya selalu mejodohkannya dengan Fania. Ghevan tidak mau dekat dengan Fania apalagi pacaran. Dia tau kalo Fania adalah wanita yang tidak baik untuknya. Dia adalah wanita yang suka berfoya-foya dan sombong. Bahkan sering kali Fania berusaha untuk mencari perhatian Ghevan.
"Nay, mau makan apa? "
"Terserah."
"Stik? "
"Boleh."
"Minumnya? "
"Milkshake coklat. "
"Okey."
"Mba." Ghevan memanggil pelayan restoran.
"Iya, mau pesan apa mas?"
"Stiknya 2 , milkshake coklat 1,dan es coklatnya 1."
"Okey, silahkan tunggu yah mas! "
Mereka menunggu makanan dan minuman mereka datang.
"Nay, kamu dulu pernah pacaran? "
"Pernah, kenapa? "
"Ngga papa cuma nanya. Kalo sekarang masih pacaran sama dia? "
"Ngga udah putus lama, dan udah hampir 2 tahun ga pacaran. "
"Jadi kamu pacaran pas kelas 10? "
"Iya, sebenarnya aku punya rahasia yang sangat besar. "
"Apa? Apa aku bisa menjadi orang yang kamu percayai? "
"Tentu.Tapi kamu janji kan ngga kan beri tau ini sama siapa pun! "
"Okey"
"Jadi sebernya aku pacaran dari kelas 9 SMP waktu mau tamat sekolah. Nah dulu itu aku adalah anak dari orang kaya. Papaku adalah pemilih perusahaan terbesar di kota ini. "
"Maksudnya perusahaan yang waktu itu kebakaran dan hancur serta diduga itu pembakaran disengaja? "
"Iya."
"Jadi kamu anaknya pak Niman? "
"Iya, ko kamu tau? "
"Ya tau lah, kan papa kamu sama papaku dulu rekan bisnis. Papaku juga menceritakan kejadian yang menimpa keluargamu, yang sabar yah Nay! "
"Iya, emang Papa kamu siapa? "
"Masa kamu ngga kenal? Ternyata dulu kita itu sahabat kecil loh? Dulu kita sekolah bareng waktu kecil terus berpisah karena aku pindah sekolah waktu SD karena papa ku pindah ke Australia. "
"Jadi kamu Givin? " Ucap Nayla kepada Ghevan yang ternyata mereka adalah sahabat lama. Dan 'Givin' adalah nama panggilan yang Nayla berikan untuk Ghevan.
"Iya Nanu. " Mereka berdua sama-sama tertawa. 'Nanu' adalah nama panggilan dari Ghevan untuk Nayla.
"Nanu, aku ngga nyangka banget bisa ketemu kamu lagi. " Ucap Ghevan sambil tertawa.
Makanan dan minuman pesanan mereka sudah datang. Mereka melahap makanan dan minuman nya masing-masing.
"Jadi kita bisa kaya dulu lagi? " Tanya Ghevan.
"Tentu saja. "
Ghevan dan Nayla tertawa bersama. Setelah makanan dan minuman mereka habis, mereka naik ke mobil. Ghevan melajukkan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Nayla.
Sampai dirumah Nayla angka di jam tangan Nayla menunjukan angka 17.30.Nayla mempersilakan Ghevan untuk masuk ke rumahnya. Di dalam rumah sudah ada bundanya dan ayahnya.
"Assalamu'alaikum Pah, Bun. " Sapa Nayla saat memasuki rumah bersama Ghevan.
"Waalaikumsalam, eh udah pulang kamu nak? Ini siapa? " Tanya ayah Nayla.
"Pah, ternyata Ghevan ini adalah Givin Pa! "
"Givin? Ah... Jadi kamu anaknya Pak Pratmo? "
"Iya... Om"
"Aku tak menyangka anak Pak Pratmo ada di sini! " sambil menepis bahu Ghevan.
"Iya, Om. Aku kembali ke Indonesia waktu lulus SMP, dan sekarang aku sekolah di situ bareng sama Nanu."
"Oh, jadi kamu sekolah di Australia 6 tahun? "
"Iya, oh ya mari duduk! Maaf yah rumahnya kecil ngga kayak dulu! "
"Iya Om ngga papa. "
Nayla membawakan dua gelas minuman untuk Ghevan dan Ayahnya yang duduk di sofa ruang tamu. Ghevan meminun minuman yang Nayla sajikan. Ayahnya juga meminumnya.
"Jadi Papa kamu sekarang dimana? "
"Sekarang kami tinggal di Perumahan Bougenvil dan Papa pemilik perusahaan Cakra Enterprises. "
"Oh begitu, nanti kapan-kapan Om mampir ke rumah kamu boleh kan? "
"Tentu saja Om, pintu rumah Ghevan selalu terbuka buat Om dan keluarga. "
"Terimakasih yah Van, nanti kalo kamu pulang bilang sama ayah kamu Om titip salam! "
"Iya Om, oh ya sekarang Om kerja dimana? "
"Kerja di perusahaan sebrang sana ya hanya sebagai pegawai kantor biasa lah. "
"Oh gitu, eh Om gimana kalo besok Om ke rumah Papa! Katanya Papa lagi nyari manajer buat perusahaan nya Om! "
"Oh ya? Besok Om akan ke rumah kamu sama Nayla yah! "
"Ya Om, nanti Nayla berangkat bareng sama aku terus Om bicara sama Papa! "
"Ya , makasih ya Vann. "
"Sama-sama Om. "
Ghevan menghabiskan minumannya lalu izin untuk pulang karena sudah sore.
"Om, Tante, Nayla... Ghevan pamit pulang dulu yah! "
"Ya hati-hati yah! "
"Iya Om.... Jangan lupa besok mampir yah Om! "
"Siapp."
Ghevan naik mobilnya dan melajukkan mobilnya menuju rumahnya di perumahan Bougenvil nomor 2 , bisa dibilang rumah Ghevan adalah rumah terbesar dan termewah dalam perumahan tersebut.
Jarak rumahnya dan rumah Nayla sekitar 2Km sehingga hanya butuh waktu 10 menit bagi Ghevan untuk sampai ke rumahnya. Ghevan memasukan mobilnya ke garasi dan langsung masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum Mah, Pah. "
"Waalaikumsalam, kamu dari mana aja Van? " Tanya Papanya Ghevan yang kebetulan pulang lebih awal.
"Kan aku udah bilang, aku jalan sama Nayla. "
"Oh, gebetan kamu? "
"Iya Pah, Papa tau ngga? "
"Ngga."
"Ternyata Nayla itu Nanu,Pah."
"Nanu? Jadi Nayla anaknya Pak Niman? "
"Iya Pah, dan mirisnya lagi Om Niman itu hanya kerja jadi pegawai biasa Pah. "
"Kasian sekali. Eh dia bisa jadi menejer di perusahaan Papa, nanti kamu bilang yah! "
"Aku udah bilang sama Om Niman besok untuk dateng ke sini Pah! Jadi besok aku berangkat ke sekolah sama Nanu Pah. "
"Oh bagus lah kalo begitu. Pertahanan terus yah cintamu! Kejar terus yah! Papa do'ain semoga kamu berjodoh sama Nanu. "
"Amiin Pah, terimakasih Papa selalu support aku. Tapi Nanu udah ngga kaya seperti dulu, apa itu ngga papa Pah? "
"Memang kenapa? Papa ngga pernah ngelarang kamu buat berteman atau suka sama siapa pun kan? Papa ngga kan masalahin status ekonomi keluarga, yang penting kamu bahagia sayang! "
"Terimakasih Pah. Papa memang yang terbaik" Ghevan mencium pipi Papanya dan memeluknya.
Bersambung....
Jangan lupa
Like๐น
Comment ๐ค
Rate bintang 5๐
@nd
Vote๐๐๐น