The Secret Love

The Secret Love
Vino Raditya


Vino sampai di depan rumahnya. Ibunya sudah menunggunya di ruang keluarga.


"Udah pulang sayang? "


"Iya Mah. "


"Ayo makan dulu! "


"Iya Mah. "


Vino duduk di meja makan sambil menyantap makanan yang telah disediakan ibunya.


Tiba-tiba pintu rumah terbuka, terlihat seorang pria dengan setelan jas berwarna hitam dan rambut yang sangat rapi memasuki rumah Vino.


"Papa, tumben udah pulang? " Tanya ibunya Vino kepada laki-laki yang baru datang dan ternyata itu adalah ayahnya Vino.


"Iya Mah, kerjaan kantor udah selesai awal. Gimana sekolahnya Vin? " Sambil mendekat ke meja makan.


"Baik Pa. "


"Papa denger bentar lagi disekolah kamu ada pemilihan ketua OSIS baru yah? "


"Iya Pa. "


"Kamu daftar jadi calon ketua OSIS kan? "


"Ngga Pa. "


"Kenapa kamu ngga daftar? kan itu bagus buat ngelatih jiwa tanggung jawab kamu. "


"Ngga minat Pa. "


"Pokoknya papa pingin kamu ikut seleksi calon ketua OSIS! "


"Cukup Pa, Vino udah gede. Vino tau mana yang baik dan buruk buat Vino Pa, kalo Vino ngga mau ya ngga Pa. Vino capek nurutin kemauan Papa terus! Vino ini pengin kaya temen-temen Pa, ngga diatur terus sama orang tuannya! " Kali ini jawaban Vino agak mengeras karena ia sudah lelah mengurus kemauan ayahnya dalam mengatur kehidupannya.


"Kamu yah dasar ngga tau terimakasih, kalo kamu pengin Ayah ngga ngatur kamu terus kamu tunjukin kalo kamu bisa mandiri tanpa orang tua. Apa kamu bisa? kamu itu masih bergantung sama Papa, tanpa Papa mungkin kamu ngga bisa apa-apa"


Vino yang mendengar jawaban ayahnya, ia langsung berdiri dan pergi menuju kamarnya dengan tatapan penuh amarah.


*****


"Kay, jadi Vino itu temen yang sering sama kamu? "


"Iya Bunm"


"Lebih baik kamu jangan terlalu deket yah sama Vino, ibu punya firasat buru.k"


"Bunda apa-apaan sih, Vino itu orang baik bahkan sangat baik. "


"Iya Bunda tau tapi... " bu Nita belum selesai bicara Kayla memotong kata katanya.


"Udah bun, Kayla juga bakal ngga deket-deket sama Vino ko bun. Keluarganya ngga suka sama Kayla hanya gara-gara status ekonomi. "


"Kamu yang sabar yah sayang, itu emang udah takdir kamu. Orang miskin kaya kita ini emang ngga bisa gaul sama orang yang berduit Kayla. Kamu juga merasakan kan waktu dulu kita jadi orang kaya yang sering deketin kita itu orang kaya dan temen kamu yang ngga mampu , ngga mau kan deketin kamu? itu semua karena mereka mempunyai rasa sadar diri dan kamu juga harus sadar diri dengan keadaan kita yang sekarang! "


"Iya Bun. " sambil memeluk tubuh ibunya dengan meneteskan sebulir mutiara bening dari matanya.


*****


Pah , aku akan selalu inget semua kata-kata Papa. Mungkin Papa adalah orang yang akan mendidik ku untuk menjadi orang yang kuat. Walau Papa selalu merendahkan aku karena aku belum bisa jadi apa yang Papa inginkan tapi aku janji Pa, aku bakalan jadi orang sukses seperti apa yang Papa inginkan. Dan akau sadar mungkin Papa melakukan semua ini untuk kebaikanku tapi aku juga ngga akan pernah lupain kata-kata Mama yang selalu mengajarkanku untuk selalu menghargai orang tanpa memandang statusnya. Akan aku jadikan semua ini motivasi buat hidup aku Pa. Vino berkata seperti itu didalam hatinya dan Vino semakin semangat untuk melanjutkan hidupnya.


Vino menuruni tangga dan melihat ayahnya masih duduk di kursi makan.


"Pa, maafin Vino! "


"Iya, Papa tau kamu ngga suka diatur-atur tapi ini cara Papa buat ngedidik kamu! "


"Iya pa, sekarang Vino paham. Papa ingin lihat Vino jadi orang yang sukses dan bertanggung jawab. "


"Iya nak, papa ingin kamu jadi orang yang sangat sukses sekitar 5 tahun yang akan datang bahkan melebihi kesuksesan papa. "


"Vino janji pa, bakalan jadi orang yang sukses namun Vino juga ingin jadi orang yang sukses di akhirat pa! "


"Iya, kamu kejar yah impian kamu! "


"Iya pa, jadi Vino boleh berteman sama siapa aja kan pa? "


"Hmm, iya papa ijinin. Maafin papa yah yang terlalu egois kemarin. "


"Iya pa, makasih ." Ucap Vino dengan girang lalu memeluk tubuh ayahnya dan dia juga membalas pelukan anaknya.


Vino sangat senang karena sekarang ayahnya telah berubah menjadi orang yang sangat ia rindukan.


Vino membuka ponselnya dan membuka aplikasi instagram nya yang banyak sekali followers nya.


Dia memposting sebuah foto dengan ayah dan ibunya. Pada foto pertama dengan ayahnya sedangkan pada foto kedua dengan ayah dan ibunya. Ia melengkapinya dengan caption terimakasih papa mama, kalian telah menjadikanku anak yang sangat beruntung karena bisa merasakan kasing sayang kalian. I love love you❤


Setelah Vino memposting gambar tersebut banyak sekali likes dan komentar beterbangan. Tak lupa Ayah dan ibunya juga membalas postingannya. Vino merasa sangat bahagia karena bisa merasakan apa yang selama ini jarang ia rasakan.


*****


Kayla memasuki kamarnya dan melihat pemandangan yang membosankan yaitu kakanya sedang membaca buku.


"Ka, ngga bosen apa baca buku terus? "


"Ngga."


"Aku bingung deh sama kaka kayaknya kaka ngga bisa apa yah tanpa buku satu hari aja? "


"Kamu kenapa sih Kay? Inikan hobi kaka dan kaka pengin banget bisa dapet beasiswa dan berharap itu pun di luar negri.Kamu juga iya kan? "


"Iya ka, aku juga ingin bisa kuliah di luar negri supaya bisa jadi orang yang sukses dan berharap aku bisa bantu ayah dalam perekonomian kita ka. "


"Ya udah tujuan kita kan sama, cuma bedanya kaka suka baca buku supaya bisa pintar tapi ngga dengan kamu. Kamu itu punya bakat yang bagus Kay, cantik, suarannya bagus, dan lebih lagi kamu bisa paham


tanpa dijelasin kalo lagi belajar kan beda jauh banget sama kaka? "


"Haha kaka iri? "


"Ngga, semua pasti punya kelebihan masing-masing. Udah sana kamu main game aja lah ngga usah cerewet! "


"Kaka nih pinter bgt deh, ya udah aku mau nge game dulu yah ka. "


Kayla mulai memainkan gamenya dan sampai dia bosan. Kayla mulai bosan ia mematikan ponselnya dan menaruhnya di atas meja. Lalu ia membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya berharap akan ada bunga tidur yang indah untuknya dan bangun melihat sebuah keajaiban.


Bersambung...