
"Pagi Pa, Pagi Bun! " Sapa Kayla dan Nayla kepada bundannya dan papanya.
"Pagi, kesayangannya Papa. Ko baru pada bangun sih? " Tanya Papanya yang melihat mereka baru bangun jam 06.00 tapi sudah mandi.
"Iya nih Pa, hehe kesiangan. " Jawab Nayla sambil cengengesan.
Nayla dan Kayla langsung duduk di meja dapur dan memakan sarapan yang sudah disediakan.
"Pa, Bun. Nanti Kayla jam 9 mau pergi yah! "Ucap Kayla memecahkan keheningan di meja makan.
" Pergi kemana? Bukannya kata Mama kamu habis numpahin kuah bakso ke anak pemilik sekolah? Terus masalah itu gimana? "Tanya Papanya panjang kali lebar.
" Iya, Pa itu benar. Kayla nanti mau cari solusinya dan dikantin kan ada CCTV jadi Kayla yakin itu bisa jadi bukti kalo Kayla tidak bersalah Pa. "Jelas Kayla.
" Sekarang udah percaya diri nieh? Kemarin aja nangis teros sampe gue senyum ke layar ponsel gue, lo lempar gue pake bantal. "Sindir Nayla sambil menyantap mie goreng masakan bundanya.
" Hehe... Maafin Kayla waktu itu yah Ka! Waktu itu Kayla lagi pusing banget tapi Kaka malah senyum terus sama ponsel, jadinya gue sebel yaudah gue lempar aja bantal ke muka kaka. Hehe.. "Jawab Kayla cengengesan.
" Udah... Udah. Kamu mau pergi kemana Kayla? Terus sama siapa? "Tanya Bundanya.
"Mau.. " Belum sempat Kayla melanjutkan jawabannya Nayla justru mencelah pembicaraan Kayla.
"Palingan juga janjian sama Vino, Bun. " Jawab Nayla sambil melirik adiknya dengan ekspresi meledek.
"Bener Kay? " Tanya Bu Nita memastikan.
"Iya, Bun. Tapi, cuma sebatas mencari bukti itu Bun. Masa ngga boleh sih? "
"Iya, boleh dong. Inget pulangnya jangan kesorean. "
"Iya, Bunda sayang. "
Lalu mereka melanjutkan makan sarapannya, setelah selesai Pak Revan papanya Kayla dan Nayla berangkat ke kantor menggunakan sepeda motornya.
Kayla membantu bundanya mencuci piring kotor, sedangakan Nayla mengambil sapu dan menyapu lantai. Setelah acara bersih-bersih rutin tiap hari selesai, Kayla pergi menuju alfamart untuk membeli kebutuhan bulanan keluarga. Bundanya sibuk membuat kue pesnana hari ini, jadi Kayla membantu ibunya dengan membeli keperluan bulanan itu.
Saat sampai di alfamart ternyata sudah ada yang datang. Kayla tak peduli dengan hal itu, ia langsung masuk dan mengambil keperluan yang di tuliskan bundanya di kertas yang sedang ia pegang.
Brukk....
Kayla tertabrak troli seseorang.
"Maaf aku tidak sengaja. " Ucap orang yang tidak sebagai menabraknya.
Kayla membalikan badannya ke belakang dan melihat siapa yang tidak sengaja menabraknya.
"Galang."Ucap Kayla.
"Eh, Kayla. Maaf yah tadi lo ketabrak troli gue! Gue ga sengaja banget, soalnya gue harus cepet dan disuruh sama nyokap gue beli banyak barang nih! " Jawab Galang.
"Oh, sama dong gue juga lagi belanja nih. "
"Wow, bisa bareng yah. Boleh belanjanya bareng ngga? "
"Tentu, ayo! "
Kayla dan Galang belanja sesuai dengan pesanan nyokap mereka masing-masing. Galang juga membeli beberapa cokelat dengan minuman cokelat instan. Padahal di pesanan ibunya tidak ada.
Setelah keranjang Kayla dan troli Galang penuh, mereka menuju kasir, untuk membayar belanjaan mereka.
"Udah selesai nih, kamu mau langsung pulang? " Tanya Galang.
"Iya lah, lagian nanti jam 9 gue juga mau pergi. "
"Pergi kemana? Sama siapa?Kan seharusnya lo jalan sama gue sekarang! "
Kayla diam sejenak, memang kemarin Galang sudah mengajak Kayla. Tapi dia bertemu dengan Vino itu juga karena kepentingan kan? Kayla bingung, tapi Kayla lebih memilih mengundur acaranya dengan Galang.
"Sorry Lang! Gue ngga bisa pergi sama lo, karena gue ada urusan. " Jawab Kayla.
"Urusan? Sama Vino? "
"Iya, itu tu penting banget. Jadi maaf gue ngga bisa jalan sama lo nanti, gue harap lo bisa ngerti gue. Dan gue janji mungkin sabtu besok kita bisa? "
"Iya, Kay. Gue ngerti, tapi lo janji yah Sabtu besok. "
Kayla langsung pergi pulang menuju rumahnya menggunakan sepeda motornya itu. Setelah dilewati hembusan angin yang masih pagi cukup lama, akhirnya Kayla sampai.
Setelah sampai, Kayla meletakan belanjaaanya ke meja dapur dan melirik jam dinding di dapur.
Jam itu menunjukan pukul 08.00.Biasannya Vino itu menjemput Kayla lebih awal, jadi dia harus mempersiapkan diri lebih awal.
Kayla langsung pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan berdandan sedikit. Terlihat sangat sederhana dengan penampilan yang sangat sederhana. Celana yang longgar dengan pakaian yang tidak ketat sama sekali.Katla langsung duduk di kursi belajar dan mengambil ponselnya yang sudah selesai di charger.
Belum lama dia memainkan ponselnya, mobil putih sampai dihalaman rumah Kayla. Siapa lagi kalau bukan Vino.
Kayla langsung memasukkan ponselnya ke dalam tas mini dan membawa tas tersebut keluar bersamanya.
"Mau berangkat sekarang? Atau mau mampir dulu? " Tanya Kayla.
"Langsung aja lah, biar pulangnya ngga kesorean. "
"Ok.Bunda, Kayla pamit dulu yah. " Ucap Kayla sambil mencium tangan bundanya. Vino juga mencium tangan ibunya Kayla.
"Iya, hati-hati yah! Semoga cepat ketemu bukti yang sebenarnya yah sayang! " Jawab Bundannya.
"Iya, Bun. Assalamu'alaikum. "
"Waalaikumsalam."
Kayla dan Vino masuk ke dalam mobil, dengan cepat mobil putih itu langsung melaju.
"Vin, kita mau kemana? " Tanya Kayla.
"Mau kemana aja ngga papa dong, yang penting aku sama kamu. " Vino dengan entengnya melemparkan kata-kata tersebut.
"Apaan sih, tapi nanti kita lanjut ke sekolah kan? Untuk cari bukti? "
"Hello, nona. Sekolah hari libur mah tutup. Besok baru kita berangkat, nah kita bisa liat CCTV itu. " Jawab Vino.
Kayla tidak merespon jawaban Vino. Sebenarnya Kayla bingung akan dibawa kemana. Sejak awal bertemu sampai sekarang, Vino tak pernah dingin kepadanya. Padahal rumor orang mengatakan kalau Vino adalah laki-laki yang sangat dingin. Tapi kenapa dengan Kayla dia tidak seperti itu?
Mobil berhenti didepan restoran mewah dan Vino mengajak Kayla masuk dengan menggengam tangan Kayla. Mereka terlihat seperti pasangan kekasih bagi orang yang melihatnya, padahal itu salah.
Kayla bingung dengan perlakuan Vino. Tapi dia hanya mengikuti alurnya saja. Sampailah mereka ditempat yang sangat indah didalam restoran mewah itu. Sebuah taman besar dan terdapat meja makan ditenaghnya yang disusun secara romantis. Tidak, bahkan sangat romantis dengan taburan bunga dimana-mana dan tanaman bunga yang ada disekeliling taman.
"Apa maksud semua ini, Vin? " Tanya Kayla yang tidak paham dengan perlakuan manis Vino selama ini dan makan di restoran mewah yang sangat indah dengan dekorasi yang romantis.
"I Love You. (Berjongkok di depan Kayla dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya). Will You Be My Lover? (maukah kau menjadi kekasihku?) " Ucapan Vino, membuat Kayla terpukau. Dia terharu dengan orang yang sedang berjongkok didepannya dengan menyungguhkan cincin couple dengan hiasan huruf 'K' dan 'V'.
Vino dengan yakinnya membeli cincin berinisial huruf Kayla dan Vino. Tak hanya itu, bahkan dia rela menguras uang tabungannya untuk menyewa tempat yang mewah dan romantis itu. Sebenarnya akn lebih romantis jika dilakukan di malam hari, tetapi Vino ragu Kayla tidak boleh keluar karena malam hari.
Bersambung...
***Iklan***
Author : "Akhirnya ditembak juga yah😭😍. "
Reader : "Haha.... Romantis banget😭😭🥰. "
Author : "Diterima ngga yah sama Kayla, si Vino? 🤔"
Reader : "Diterima dong thor😍, Kayla kan suka juga sama Vino. Dan akhirnya Vino luluh juga sama Kayla😚. "
Author : "Pokonya nantikan episode selanjutnya yah😘. Like and rate nya jangan lupa yah😚😘. "
**Jangan Lupa
Like🥰
Comment 💬
Rate bintang 5⭐
and
Vote😍
Kalau like nya kenceng, tiap hari up nih🌹**.