
yuna, abrellie kini berada di tengah jalan
raut wajay yuna terlihat takut/khawatir akan sesuatu hal
"aku.. tidak mau.."batin yuna
abrellie yang menancapkan gas mobil lalu kini mereka sampai di tujuannya
*saat di ruang pertemuan tamu
terlihat ibu abrellie dan ayah juga abrellie duduk di sofa sambil melihat yuna
"kemarilah, jangan takut tak apa"kata ibu abrellie
yuna lalu langsung mendekati ibu abrellie
"rumah mu sudah tidak layak,bagaimana jika kau tinggal disini saja?dan kau menjadi tunangan jay?aku sangat bahagia jika dia miliki mu sebagai tunangannya"kata ibu abrellie
"a-aku akan memikirkan nya terlebih dahul-" kata yuna terpotong
"aneh,aku tak akan pernah ingin menjadikan wanita sasimo ini menjadi tunangan ku"kata jay
"jay?lancang sekali kau berbicara kepada wanita!?"kata abrellie
lalu abrellie dan jay bertengkar hanya karena soal itu
"bahkan..dia tidak tahu bahwa aku menyayanginya...bodoh.."kata yuna kecil
ibu yang mendengar nya lalu langsung berdiri dan menepuk pundak yuna
"cintailah,aku tahu kau menyukai nya tapi kau merahasiakan nya..?"kata ibu abrellie
yuna ynag mendengar nya kaget dan membuat mata nya berkaca-kaca
abrellie dan jay yang melihat nya bahkan langsung diam
"ya..aku menyukai jay aku menyaingi nya diam diam.."kata yuna membisik ibu abrellie
"jika memang benar maka silahkan,aku akan menjodohkan mu dengan nya minggu depan??"kata ibu
yuna terlihat belum siap,ibu yang melihatnya lalu mengerti dengan perasaan nya
"kau mau?"kata ibu
yuna menjawab "ya.... aku harap begitu tapi aku memiliki perasaan yang belum siap" bisikan yuna
ibu yang mendengar nya lalu tersenyum ,,, "haha,baiklah baiklah,,3 bulan kedepan ditunggu ya?"..
*saat di rumah yuna
yuna yang terlihat seperti orang yang stress
"AHHH SIALAN SIALAN SIALAN SIALAN,,APA APAAN INI-,,,TCH-" kata yuna sambil mengeluarkan air mata nya
yuna lalu menangis dan dia berbaring di sofa nya
"AAAAA- AKU TAK MAU AKU BELUM SIAP AKU MEMBENCI SEMUA INI AKU MEMBENCI INI AGHH-"kata yuna
yuna yang terus terusan menangis hingga tak sadar dia sudah tertidur.
*di sekolah
yuna memasuki kelas nya dan dia pergi ke bangku nya
dia lalu membaringkan wajah nya ke meja belajar
"yuna..?,,kau tak ap-" kata zero
"DIAMLAH,,PERGI AKU MEMBENCI MU"kata yuna sambil membentak zero
zero yang dibentak seperti itu lalu langsung khawatir dengan yuna
"kau ini kenapa lagi..ada masalah??"kata zero
yuna mengeluarkan air mata nya dan dia terus menyalahkan dirinya
"brengs*k,kenapa harus aku...ini juga karena mu!" kata yuna
"ada apa dengan ku?"zero menjawab
"KARENA MU!!,AKU TAK TAHU LAGI...UGH- KAU YANG MENIMBULKAN INI SEMUA,,,KAU PENGACAU,,SIAL*N!!!"kata yuna memarahi zero
murid murid yang melihat mereka lalu langsung mengusir zero untuk menghindari yuna
"yuna..kau tak apa apa kan??"kata Rui dengan khawatir nya kepada yuna
yuna berdiri dari bangku nya lalu memeluk rui sambil menangis
"aku ingin bercerita kepada mu tapi..aku tidak bisa.."kata yuna
rui yang mendengar nya tertawa kecil
"huuhh..tak apa aku tahu kau ragu kepada ku karena memang kita bukan teman dekat,,,"kata rui