
"Ayo! "
"Iya, ayo."
Sekarang Kayla dan Nayla pergi memasuki wisata yang terkenal dengan berbagai permainan. Kayla masih bingung kenapa Vino membawanya ke Dufan? Apa ia ingin bermain? .
"Kay, ayo naik itu! " Menunjuk salah satu permainan ekstrim yang cukup digemari oleh para komunitas. Dan ini juga salah satu permainan favorit Vino yaitu Baling-baling (Eh udah pada pernah naik ini apa belom? ๐).
Kayla melihat permainan itu secara sekilas. Melihatnya saja sudah membuat Kayla merinding. Kayla memang sangat takut dengan ketinggian dan kegelapan.
"Vin, aku takut."
"Tenang aja, Kay. Aku akan menjagamu. "
Akhirnya mereka mengantri untuk menaiki baling-baling. Setelah mereka mengantri lumayan lama sekarang adalah giliran mereka untuk menikmati wahana yang satu ini.
Vino melihat Kayla yang nampak sangat takut. Dia memegang tangan Kayla dan menggenggamnya dengan erat. Kayla yang merasakan genggaman Vino menjadi tenang. Kayla melihat ke arah Vino tatapan mereka bertemu. Kayla tersenyum melihat perlakuan manis Vino.
Permainan di mulai dan saat menaiki baling-baling Kayla sudah tak merasa takut dia malah senang. Vino tak pernah melepaskan genggaman tangannya dari tangan Kayla.Kayla merasa bahagia karena ini pertama kalinya ia merasakan bahagia yang sangat ia inginkan selama ini.
"Gimana? Ngga menakutkan kan? "
"Iya, Vin. Makasih. "
"Buat apa? Genggamannya? " Sambil mengangkat tangannya yang menggenggam tangan Kayla.
"Iya."
"Tanganku sangat ajaib yah, bisa membuat rasa takut menjadi senang. " Vino tertawa dengan apa yang ia katakan begitu juga dengan Kayla.
Dari hari ke hari Kayla merasa Vino yang tadinya dingin dan cuek kepada seorang perempuan menjadi tak sedingin yang ia kira. Karena dia mulai merasakan hatinya begitu nyaman dengan Vino. Tapi ia juga berusaha mengendalikan nya. Kayla takut karena perasaannya itu akan membuat persahabatan nya hancur.
Memang sejak hari pertama bertemu, Vino juga merasa bahwa Kayla adalah anak yang baik, cantik, dan sopan. Sehingga ia mau berteman dengan Kayla. Semua orang yang berteman dengan Vino adalah orang yang bisa dibilang sangat baik dan tulus. Dalam berteman sebenarnya Vino tidak memandang status. Namun karena permintaan ibunya untuk menjauhi orang yang tidak selevel dengannya ia menjauhinya. Tapi bukan berarti tidak berteman, Vino hanya menjauh saja karena ia takut ayahnya akan memindahkannnya ke sekolah lain.
Tapi sejak ayahnya sudah tidak terlalu mengaturnya lagi, Vino menjadi senang. Ia merasa bebas berteman dengan siapa saja. Namun ia tetap memilih dalam berkawan. Bukan karena harta tetapi hati.
Dari hari ke hari Vino juga telah menganggap Kayla sebagi sahabatnya. Namun apakah mungkin tak ada perasaan di antara mereka?.
"Kay, sekarang kemana lagi? "
"Hemm, istana boneka! "
"Okey."
Akhirnya mereka pergi ke istana boneka. Setelah puas didalam istana boneka, Vino mengajak Kayla untuk pergi membeli minuman dan duduk dikursi.
"Vin." Kayla ingin memulai percakapan.
"Iya, kenapa? Apa kau tidak menyukainya? Atau ingin beli sesuatu? "
"Tidak, Vin. Aku hanya heran kenapa sikap kamu banyak yang berubah? "
"Masa sih? Tapi aku tak merasa begitu. Aku tetap aku dan sifatku tetap sama Kay. "
"Tapi aku merasa sekarang kau tak sedingin waktu pertama kita jumpa? "
"Berarti kau ingin aku berubah menjadi dingin lagi? "
"Eh, tidak jangan. Jadilah Vino yang aku kenal terus yah! "
"Tentu, okey mari lanjut! "
Mereka melanjutkan petualangan di dunia fantasi. Mereka menaiki berbagai wahana yang cukup ekstrim itu karena Vino sangat menyukai hal yang berbau ekstrim dan membutuhkan nyali yang kuat.
Tak terasa mentari sudah akan segera tenggelam. Hari ini terasa begitu pendek bagi Kayla, Vino pun merasakan hal yang sama. Hari yang telah dilaluinya hari ini dengan Vino adalah hari yang sangat bahagia bagi Kayla. Kayla sangat senang hari ini. Tapi kebersamaan ini hanya lah sementara. Ia sadar bahwa ia bukan siapa-siapa nya Vino yang berhak menuntut waktu.
"Pulang sekarang? " Tanya Vino dengan nada seperti orang yang tak mau pergi.
" Tentu. Hari sudah sore. "
"Okey."
Mereka menaiki mobil berwarna putih milik Vino , dan mulai keluar meninggalkan tempat yang telah membuat mereka tertawa lepas. Tapi apalah hidup kalau hanya menetap di satu tempat. Hidup itu selalu berjalan, kadang kita harus meninggalkan atau ditinggalkan (WadauJadi bucin yah Authornya ๐ฑโบ๐)
Vino melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan menuju ke cafe tempat yang biasa ia gunakan jika sedang nongkrong dengan teman bandnya. Ya memang Vino adalah pencinta musik jadi wajar kalau ia mempunyai grup band sendiri.
"Sampai, ayo turun! "
"Hem, baiklah. "
Mereka turun dari mobil dan memasuki cafe yang sedang ramai itu. Maklum malam ini adalah malam minggu jadi banyak orang yang berkunjung ke cafe ini. Cafe ini juga bukan sembarang cafe. Karena cafe ini adalah salah satu dari lima cafe termahal di Indonesia.
Pelayan datang menghampiri mereka dengan membawakan buku yang berisi menu makanan yang ada. Vino memesan dua stik untuk Kayla dan Vino makan serta tak lupa ia memesankan dua box pizza dan dua burger untuk dibungkus.
Setelah menunggu makanan pesanan Vino pun datang. Mereka mekahapnya dengan santai. Dari tadi tidak ada yang berbicara sama sekali. Setelah menghabiskan makanannya dan mengambil pesanannya,Vino mengajak Kayla untuk pulang.
Didalam mobil hanya ada kesunyian diantara mereka dan angin malam yang terasa begitu dingin di kulit Kayla. Setelah melewati hembusan angin malam yang cukup lama sampailah mereka ke tempat yang dituju, yaitu rumah Kayla.
"Makasih yah Vin. "
"Sama-sama dan ini untukmu. " Menyerahkan paperbag yang berisi burger dan pizza.
"Sekali lagi terimakasih yah Vin. "
"Hem, sama-sama. Ya udah aku pulang dulu yah, sampai bertemu besok! "
"Daah."
Vino kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya. Kayla yang melihat mobil Vino sudah tak kelihatan lagi, masuk ke dalam rumah.
Disofa ruang keluarga terlihat ayah sedang menonton televisi sembari memangku laptopnya dan menikmati secangkir kopi. Selain ayah ada juga Ka Nayla yang sedang menonton televisi bersama ayah dengan memainkan handphone. Sedangkan ibu sudah pergi ke kamar.
"Baru pulang , Nak? "
"Iya, Pa"
"Ya udah, sekarang mandi dulu! "
"Ya pa. Oh ya ka Nayla itu ada burger buat kaka satu dan satu lagi buat aku. Terus ada pizza , buat Mama sama Papa tuh didalam paperbag diatas meja makan! "
"Okey, terimakasih adeku sayang. " Suara Nayla dan ia langsung menghampiri meja makan dan melahap burger nya.
Kayla masuk ke dalam kamar lalu mandi. Setelah selesai mandi dan memakai baju tidur, Kayla menuju meja makan dan melahap burger nya.
Bersambung...
***iklan***
Reader : "Idih, thor ga ada akhlak mulai pinter bucin nih yah๐คฃ"
Author : "Ya nih, kan buat narik hati para readers penikmat film romantis๐คก"
Reader : "Thor, Vino mulai suka yah sama Kayla? ๐ค"
Author: "Tunggu aja, besok atau lusa pasti tau ๐. Pokoknya jangan pernah lewatin dah cerita ini yah! "
Reader ; "Siap author ga da akhlak ๐คฃ"
Jangan lupa
Like๐
Comment (Lanjut thor) ๐
and
Vote seikhlasnya ๐๐ฅฐ๐น