The Secret Love

The Secret Love
Bioskop


Tak terasa Kayla dan Nayla serta Bundanya sudah selesai membuat kue pesanan orang. Sekarang jam menunjukan angka 13.00.Nayla dan Kayla pergi ke kamar untuk mandi dan sholat. Setelah selesai , Kayla duduk di sofa keluarga sambil menunggu baterai ponselnya terisi.


Nayla masih di kamar sambil memainkan permainan di ponselnya. Dia melihat ada notif pesan dari Ghevan.


"Kayla, udah siap? "


"Udah sih, tapi ini baru jam 13.30? "


"Ngga papa , berangkat sekarang yah! Aku udah mau otw nih! "


"Okey, aku tunggu didepan rumahku yah."


"Siiap."


Kayla memandang dirinya di depan kaca dan mengoles beberapa make up dengan tipis di wajahnya.


"Van, ko bisa yah gue jatuh cinta sama lo? Apa lo juga sayang sama gue? Kenapa cinta bisa hadir secepat ini? Atau gue yang terlalu mudah untuk jatuh cinta? Entahlah, yang pasti gue suka sama lo karena lo itu orang yang sangat baik, pengertian, dan lo juga ngga kalah tampan dari mantan gue sebelumnya. " Batin Nayla dalam hatinya.


Nayla sibuk merias dirinya dikamar sambil menunggu Ghevan datang sedangkan Kayla belum memikirkan penampilannya karena masih ada waktu setengah jam jadi dia tidak gugup seperti kakanya itu. Tapi siapa sangka justru kini ada mobil putih parkir dirumah Kayla dan membunyikan klakson sebagai tanda siap?


Kayla tidak melihat mobil itu, lagian itu juga bukan mobil Vino. Tapi Nayla dengan sigap langsung mengambil tas mininya dan menghampiri mobil tersebut. Tapi dugaannya itu adalah mobil Ghevan adalah salah besar. Saat ia melihat orang dibalik kaca mobil tersebut adalah Vino.


"Nayla, kenapa kamu yang ke sini? Kayla mana? " Tanya orang itu yang tak lain adalah Vino.


"Aku kira kau tadi.... Oh Kayla ada didalam bentar yah aku panggilin! " Nayla sangat malu saat melihat Vino menatapnya seperti itu. Nayla langsung masuk dan menghampiri Kayla yang sedang memakan kacang sambil menonton televisi.


"Kay! Tuh gebetannya udah nungguin didepan! " Ucap Nayla dengan nada kesal.


Kayla kaget dia hampir saja tersedak kacang yang ia makan.


"Maksud kaka? Vino? "Tanya Kayla dengan nada gugup.


" Ya iya lah, masa Jino anak si tukang kebun sih! " Jawab Nayla dengan nada kesal dang ingin memukul adiknya itu yang sangat polos.


"Ko bisa sih Vino datang lebih awal? Gue harus cepet nih! " Kayla langsung menuju kamar dan berganti pakaian serta mengoles sedikit make up.


"Makanya jadi cewek itu harus siap kapan pun kaya kaka dong! " Sindir Nayla kepada Kayla yang sedang merias wajahnya dengan sedikit make up.


"Ih kaka, kan Vino bilang jam dua napa setengah dua udah disini? Kaka yang diajak duluan eh aku yang dijemput duluan! Bye kaka ku sayang. "


Kayla langsung keluar dengan penampilan yang sangat bagus menggunakan dress mini bewarna merah yang menutupi lututnya. Dia berjalan menuju mobil putih yang tadi ia kira adalah mobil Ghevan.


"Lama." Sindir Vino.


"Ya habisnya kamu ngga bilang kalo datangnya lebih awal! Kalo kamu bilang dulu kan aku udah siap! "


"Ya deh, aku minta maaf! Ya udah ayo naik! " Ucap Vino .


Tanpa mereka sadari ternyata kata-kata panggilan mereka berubah dari lo dan gue berubah menjadi aku dan kamu. Seperti orang yang baru kenal.


Mereka berangkat ke bioskop sekarang. Kini tinggal kakanya yang masih dirumah. Bu Nita sudah pergi mengantarkan kue pesanan orang. Nayla duduk di sofa yang tadi Kayla duduki. Nayla duduk dengan wajah cemberut karena menahan kekesalannya tadi. Tak lama kemudian ada mobil hitam parkir didepan rumahnya. Mobil itu adalah mobilnya Ghevan. Nayla langsung menghampiri mobil tersebut.


Ghevan mempersilahkan Nayla untuk naik dan Nayla sudah duduk disamping Ghevan. Ghevan melajukkan mobilnya menuju tempat yang dituju.


"Nay, lo pengen nonton film apa? " Tanya Ghevan kepada Nayla yang dari tadi terdiam sambil memainkan ponselnya.


"Apa sih yah? Terserah kamu aja Van! "


"Okey, nanti kita nonton film yang jadwalnya sekarang diputar yah! "


"Okey, yang penting romantis. "


"Ngga, aku takut! "


"Ngga papa lah. Gimana kalo nanti nonton film horor aja? "


"Jangan lah Van! Aku takut! "


"Ngga papa. "


Ghevan terus melajukkan mobilnya menuju bioskop terdekat. Sampailah mereka disana. Ternyata Kayla dan Vino pun datang ke bioskop yang sama. Nayla memanggil Kayla. Akhirnya mereka berempat masuk ke bioskop bersama. Mereka memilih menonton film horor yang sebentar lagi akan diputar. Sebenarnya Nayla dan Kayla sangat takut tapi Ghevan dan Vino yang memilih film tersebut. Selera mereka berdua sungguh menakutkan sindir Nayla dan Kayla dalam hati.


Film pilihan mereka sekarang akan segera diputar. Mereka duduk dikursi masing-masing sambil memakan makanan ringan dan minuman. Kayla dan Nayla duduk bersebelahan. Disamping kanan Kayla adalah Vino sedangkan disamping kirinya kakanya. Sedangkan disamping kiri Nayla adalah Ghevan dan disamping kanan nya adalah Kayla.


Film mulai diputar, Kayla sudah gemetar melihat adegan film pertama. Nayla juga sama dengan Kayla merasa takut, gemetar, dengan tangan yang sangat dingin. Tanpa mereka sadari mereka memegang tangan laki-laki sebelahnya. Kayla memegang tangan Vino dengan erat. Vino yang merasakan tangannya dipegang oleh Kayla dan merasakan tangan Kayla begitu dingin langsung membalas gengamannya dengan erat. Ingin rasanya Vino selalu ada didekat Kayla.


Sedangkan Nayla menggengam erat tangan Ghevan, Ghevan pun membalas gengaman tangan Nayla. Tibalah pada adegan puncak yang paling menegangkan dan menakutkan. Semua orang berteriak termasuk Kayla dan Nayla. Kayla menyembunyikan wajahnya di balik badan Vino. Vino memeluk tubuh Kayla dari samping. Nayla pun sama dia menyembunyikan wajahnya di balik badan Ghevan. Perlakuan Ghevan sama persis dengan Vino yaitu memeluk dari samping.


Akhirnya film pun sudah selesai diputar. Semua orang keluar dari ruangan. Makanan dan minuman yang dibelikan Vino belum Kayla makan karena ia tak mementingkan makan. Begitu juga dengan Nayla.Mereka membawa makanan dan minumannya itu dan memakan nnya diluar.


"Gimana filmnya bagus kan? " Tanya Vino kepada Kayla yang sedang makan di sebelahnya.


"Ngga bagus sama sekali! Itu sangat menakutkan. " Jawab Kayla.


"Oh ya? Jadi kau masih takut? Mau aku peluk lagi? " Tanya Vino meledek Kayla.


Pipi Kayla menjadi merah karena malu mengingat kejadian itu dimana Kayla dipeluk Vino karena ketakutan.


"Apaan sih? (menepis bahu Vino) Ayo kita pulang sekarang! " Ajak Kayla yang langsung menghampiri mobil Vino. Ghevan dan Nayla sudah pergi meninggalkan tempat itu dari tadi.


"Okey, tapi mampir dulu yah! "


"Kemana? "


"Ke warung bakso! "


"Buat apa? "


"Ya buat makan bakso lah! Tangan kamu tuh dingin banget mirip mayat hidup tau! Makanya kita makan bakso dulu! Biar tangan kamu ngga dingin terus! "


"Masa kaya mayat hidup sih? Tanganku dingin ini karena ketakutan! " Jawab Kayla dengan kesalnya.


"Haahaa... Maaf lah! Ya udah berangkat sekarang yah!"


"Okey."


Vino melajukkan kendaran nya menuju warung bakso yang terkenal dengan isinya yang sangat pedas.


Bersambung.....


Jangan lupa klik


Like😘


Comment🤗


Rate bintang 5😍


dan


Vote seiklasnya🥰 💋🌹