The Secret Love

The Secret Love
Proses Mencari Bukti


Kayla dan Nayla sudah sampai dirumah. Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan dan penuh kesialan bagi hidup Kayla. Kayla sangat pusing memikirkan masalahnya tadi.


"Assalamu'alaikum." Ucap Kayla dan Nayla sambil memasuki rumahnya.


"Waalaikumsalam, eh kalian dah pulang. Kamu kenapa Kay? Ko mukannya kaya orang lagi bingung? "


"Itu, Bun. Dia numpahin kuah bakso ke anak pemilik sekolah. " Jawab Nayla.


"Astaga, terus sekarang keadaannya gimana? "


"Dia pingsan, terus dibawa ke rumah sakit, Bun. " Jawab Kayla.


"Ya udah jangan terlalu dipikirkan, Sayang. Serahkan semuannya pada Allah. Kalo takdir mengatakan kamu harus keluar dari sekolah itu, kamu juga harus menerima takdir tersebut. Yang penting kamu tetap semangat dan kamu harus tau pasti, apakah kamu tersandung? Atau Di sandung? "


Kayla memahami ucapan bundanya. Dia tidak mengatakan bahwa dia tersandung sesuatu tapi bunda sudah tau. Kayla dan Nayla langsung masuk dan mandi.


Mandi pun selesai, Nayla langsung menuju ranjang dan memainkan ponselnya sambil rebahan. Sedangkan Kayla langsung menuju meja dapur untuk berbicara dengan bunda nya.


"Bun." Ucap Kayla yang melihat bunda nnya sedang mencuci piring.


"Iya, Kay. Gimana? "


"Bun, seinget Kayla, Kayla tuh pas jalan dikantin serasa ada benda didepannya. Terus Kayla tersandung benda itu dan bakso Kayla tumpah ke badan Ika. "


"Berarti Ika adalah anak pemilik sekolah yang dimaksud? "


"Iya, Bun. Tapi kalo menurut Kayla, benda itu bukan kaki kursi maupun kaki meja. Karena Kayla ingat betul, Kayla tuh jalannya lewat jalan jadi ngga mungkin tersandung itu. "


"Apa mungkin itu kaki orang yang membenci kamu? Dan menginginkan kamu agar bisa dikeluarkan dari sekolah. Karena dengan cara itu, kamu bisa dikeluarkan dari sekolah. "


"Entahlah, Bun. Kayla hanya pasrah dengan takdir Kayla selanjutnya. "


"Coba inget sesuatu? Hemm.... Oh ya, di kantin ada CCTV kan? "


"Oh iya, Bun. Kayla baru ingat kalo CCTV itu terletak di pojok kantin. Jadi kejadian itu akan terlihat sangat jelas. "


Akhirnya Kayla ingat tentang CCTV itu. Tapi, dia masih bingung siapa pelaku sebenarnya? Dan siapakah yang sengaja melakukan konspirasi ini semua?


Pikiran Kayla berputar seperti putaran penuh 360 derajat. Sedangkan kakanya malah senyum-senyum sendiri sambil bermain ponsel. Kayla mengambil bantal dan melemparkan bantal tersebut ke wajah kakanya.


"Apaan sih kamu, Kay? " Teriak Nayla yang geram akan kelakuan adeknya itu.


"Kaka nih, bukannya bantu aku, malah senyum-senyum sendiri! "


"Bantu apa? Orang jelas-jelas kamu yang cari masalah ya kamu selesaikan sendiri. Badan boleh besar tapi fikiran juga harus dibawa. Jangan hanya besar tapi fikirannya ngga matang. Belajar dewasa Kay! Kita bukan anak kecil lagi. "


Setelah mengucapkan kata-kata tersebut Nayla pergi menuju sofa. Sedangkan Kayla sedang memikirkan kata-kata Kakanya seperti kata-kata bijak.


Kayla dan Nayla mengisi harinya dengan bermain hari ini. Walaupun pikiran Kayla tertuju kemana-mana. Tak terasa hari sudah malam dan mereka tidur.


*****


Embun masih bertaburan diluar, mentari bahkan belum memencarkan sinarnya sedikit pun. Hari masih sangat pagi. Hari ini adalah hari Selasa dan hari ini sekolah masih libur. Hari dimana seharusnya nanti malam dan hari esok diadakan konser kemenangan ketua OSIS terpilih. Namun, karena Ika dirawat dirumah sakit makan, semua acara diundur. Mungkin semua orang menyalahkan Kayla, tapi tidak dengan Vino.


Vino yakin Kayla tidak mungkin Ceroboh, apalagi sengaja. Jadi, hari ini dia memutuskan untuk menghubungi Pak Galuh untuk meminta bukti rekaman CCTV kantin.


Bahkan, Vino tidak memikirkan siapa yang berhasil duduk di posisi ketua OSIS Internasional High School. Yang terpenting, penampilannya sudah sesuai dengan takarannya. Dan dia hanya pasrah dengan takdir Allah.


Vino menelfon Pak Galuh, lewat panggilan suara whatsapp. Namun, belum mendapat jawaban.


"Apakah Pak Galuh masih tidur? Gila.. Ini kan udah jam 7 masa belum bangun? " Lalu Vino melihat jam dilayar atas ponselnya.


"Apah? Baru jam 4 pagi? Bukannya tadi itu jam 7? " Teriak Vino yang menyadari bahwa dia menelfon Pak Galuh sepagi itu.


Memang, Kayla yang melakukan hal yang tidak disengaja itu. Tapi justru Vino sangat khawatir dengan nasib Kayla selanjutnya. Vino takut kalau Kayla akan dikeluarkan dari sekolah. Karena sekarang Kayla sudah ada didalam kehidupannya dan mengisi hatinya.


Kapan sih nembaknya bang Vino? 😊😍


Vino pergi ke tangga dan naik menuju kamar nya. Di depan kamar Papanya, Vino berhenti karena Papa memanggilnya.


"Vino.Pagi gini kamu udah bangun? Ngapain? " Tanya Papanya Vino.


"Iya, Pah. Tadi Vino ke dapur, soalnya Vino pingin minum tapi lupa bawa minum ke kamar. "


"Oh gitu. Oh ya Papanya mau ngomong sama kamu.... " Belum selesai Papanya Vino melanjutkan kata-kata, Mamanya Vino memanggil Papa untuk mengambil minum.


"Mungkin papa bisa cerita lain kali. "


"Sebenarnya, ini tentang masa depan kamu. Dan seharusnya tak boleh ditunda. Tapi terpaksa, yaudah kamu lanjut tidur. Mimpi indah anak kesayangan Papa. "


Vino langsung pergi menuju kamarnya dan melanjutkan hibernasi satu jam.


Pukul 05.30


"Ah, akhirnya udah pagi. " Batin Vino.


"Hmm, sekarang jam 05.30.Seharusnya pak Galuh sudah bangun. "


Vino langsung menghubungi pak Galuh tapi belum dijawab juga. Akhirnya dia terpaksa menunggu, mungkin pak Galuh ponselnya mati.


Vino melefon Kayla, karena dia sangat rindu dengan sosok Kayla. Kemarin dia tidak bisa mengantarnya pulang karena ada beberapa urusan. Kalau menelfon Kayla sudah pasti dijawab karena dia selalu mengaktifkan ponselnya 24 jam. Apalagi hatinya🤣.


"Assalamu'alaikum, halo. " Suara Kayla dengan nada khas orang bangun tidur. Tidak mungkin? Kayla kan bangun setiap jam 5 pagi. Hem, mungkin dia kesiangan.


"Waalaikumsalam, Kay. Kamu gimana kabarnya? " Tanya Vino.


"Aku baik-baik aja Vin. Tapi aku bingung dengan keadaan Ika. Aku takut Ika kenapa-kenapa gara-gara aku. "


"Kamu yang tenang dan sabar yah, Kay. Nanti aku akan menanyakan tentang CCTV di pojok kantin kepada Pak Galuh untuk mengeceknya. "


"Kamu yakin kalo aku ngga bersalah? Padahal semua nyalahin aku. "


"Aku yakin 100%, kalaupun kau meminta ku menunjukan bukti keyakinanku Maukah kau menjadi kekasih ku? "


Deg


Kayla mungkin sangat deg-degan, begitu juga dengan Vino. Bagaimana bisa dia menjadi bucin? Kata-kata tersebut seolah keluar sendiri dari mulut Vino.


"Kamu nih Vin, becanda melulu. " Jawab Kayla yang menganggap ucapan Vino adalah sebuah lelucon.


"Ngga, Kay. Aku serius! Kalo bisa, apa nanti sekitar jam 9 kita bisa jalan bareng? "


"Hem.. Oke. "


"Baiklah, nanti jam 9 aku jemput kamu! "


"Iya, yaudah yah aku mau lanjutin pekerjaanku dulu. Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam."


Vino langsung menelfon seseorang.


"Apa kau bisa menyiapkan tempat yang indah dan romantis disitu? " Tanya Vino.


"Tentu saja, Tuan. Tuan tinggal memilih desain yang cocok menurut Tuan! "


"Oke sekarang kau kirim fotonya, dan aku akn memilihnya. "


"Baik, Tuan. "


Lalu Vino memilih salah satu foto dari orang yang mengirimi foto. Orang itu adalah seorang pegawai di cafe sekitar area taman.


Akankah Vino menyatakan perasaannya nanti siang? Ataukah dia akan menundanya?


Bersambung...


***Iklan***


Author : Maap yah dari kemarin telat up🙏semua karya aku baru up malam ini dan besok. Pokoknya jangan lupa yah untuk like, Comment, Rate, Vote, and Fav! "


Nantikan eps lanjutannya💫


Jangan lupa tinggalin jejak🥰


Like🥰


Comment 😍💕


Rate bintang 5⭐


and


Vote🌹


Klik tombol favorit juga yah! Biar tau kalau novel ini udah update 😚