
Hari ini adalah hari Jumat, Kayla dan Nayla sudah satu minggu bersekolah di sekolah Internasional High School. Mereka pun sudah hampir akrab dengan semua teman-temannya baik yang seangkatan maupun kaka kelas atau adik kelas.
"Kay, cepet kamu mau daftar jadi anggota OSIS itu harus disiplin berangkat pagi jangan malah make sepatu aja lama! "
"Iya kakaku sayang, ini udah selesai. Lagian kaka juga daftar jadi calon anggota kan? "
"Iya, Ghevan yang ngajak buat daftar bareng. Sebenarnya kaka sih ngga minat banget, tapi ngga papa lah buat nambah pengalaman. "
"Ya ka, ayo berangkat! "
Seperti biasa Nayla yang mengendarai motor sedangkan Kayla hanya duduk santai dibelakang Nayla. Mereka sudah sampai disekolah, sekolah sudah sangat ramai karena jam sudah menunjukan angka 6.30.Hampir semua siswa sudah dikelas.
"Kay." Teriak seorang perempuan berambut panjang yang bernama Naifa
"Iya, Na. Kenapa? "
"Kamu tau ngga? Vino nyalon jadi Ketua OSIS. "
"Iya, kemarin dia udah cerita sama aku. "
"Yah, kirain belum tau. "
"Kamu nyalon jadi anggota juga kan Na? "
"Ngga lah, kan perwakilan Kelas maksimal tiga. "
"Lah satu lagi sih siapa dari kelas kita? "
"Kamu ngga tau? "
"Ya ngga lah, kalo aku tau ngapain aku nanya"
"Iya juga sih, itu loh Galang yang duduknya dibelakang aku. "
"Ouh."
"Ko oh doang sih? dia juga ikut seleksi calon ketua OSIS kaya Vino loh. "
"Oh "
Mendengar jawaban Kayla, Naifa mengakhiri percakapan ia langsung kembali ke kursinya. Naifa adalah teman yang sering bersama Kayla. Dia adalah orang yang baik, pengertian, cantik, tapi agak sdikit cerewet. Dia sebenarnya juga suka dengan Vino, namun apalah daya kalo dia bersaing dengan Kayla tentu saja dia akan menyerah sebelum berjuang.
Jam didinding tepat menunjukan angka 7.00 . Namun Vino belum terlihat batang hidungnya.
Ketika Bel berbunyi, terlihatlah Vino baru memasuki kelas.
"Ko telat Vin? " Tanya Kayla yang melihat Vino mendudukan badannya di bangkunya.
"Iya, Kay. Kemarin malam aku latian buat daftar ikut seleksi calon ketua OSIS sampai kemaleman , makannya aku bangun kesiangan jadi telat deh. " sambil tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Terlalu semangat sih kamu. "
"Haha iya Kay, kamu do'ain yah supaya aku bisa jadi ketua OSIS di sekolah ini! "
"Iya, Vin. Aku bakalan selalu dukung kamu kok. "
Bu Erni, guru bahasa Mandarin memasuki kelas. Semua siswa duduk di bangkunya masing-masing. Pelajaran hari ini agak sedikit dikurangi, karena akan ada pendaftaran seleksi calon ketua OSIS dan pendaftaran calon anggota OSIS baru.
Bel berbunyi. Semua siswa mengepak tasnya. Para calon anggota OSIS dan calon ketua OSIS menuju ruang pertemuan.
"Ke ruang pertemuan sekarang? " Tanya Kayla kepada Vino.
"Nanti dulu Kay, temenin aku makan ke kantin yah! Tadi pagi aku belum sarapan karena gugup. "
"Okey."
Mereka berdua pergi menuju kantin.
******
Ditempat lain
"Van jadi ikut daftar calon anggota ngga nih? " Tanya Nayla kepada Ghevan.
"Jadilah, ayo! "
"Tapi aku laper Van , ke kantin dulu yah! "
"Okey."
Mereka pergi menuju kantin, didepan ruang OSIS ada orang yang memanggilnya.
"Van." Teriak seorang laki-laki yang lebih dewasa dari mereka.
" Iya, ka. Kenapa? " Ternyata orang yang didalam ruang OSIS adalah Ghera Naufal Pratama. Ketua OSIS lama yang akan segera lepas jabatan sekaligus kaka kandungnya Ghevan.
"Jadi daftar seleksi calon ketua OSIS kan? "
"Iya, ka. Tapi aku kurang semangat ka. " Sambil masuk ke ruang OSIS dan duduk di depan kakanya.
"Kenapa, pacarnya aja dukung kamu ko. " Sambil melirik Nayla lalu tersenyum.
"Apaan sih ka, ini itu Nayla siswa baru. Dan dia juga mau daftar jadi anggota OSIS "
"Heleh, kaka aja masih jomblo. " Dengan nada mengejek.
"Van." Nayla memanggil Ghevan yang asik mengobrol dengan kakanya sementara Nayla sudah lapar menunggu didepan ruang OSIS.
"Eh, iya lupa kamu ada disini. Maaf yah, ayo ke kantin!"
"Iya, ayo! "
"Duluan yah ka! " Teriak Ghevan kepada kakanya.
Mereka sampai dikantin lalu memesan makanan.
Tidak terlalu lama mereka menunggu pesanannya sudah datang. Mereka langsung menyantapnya sampai habis.
"Nay."
"Iya? "
"Kamu dulu udah pernah ikut organisasi ? "
"Belum dan ini pertama kalinnyam"
"Ouh, kamu ngga usah takutnAku yakin kamu bisa kok. Kamu jangan lupa do'ain aku yah supaya bisa terseleksi jadi calon ketua OSIS. "
"Iya, Van. Aku pasti selalu do'ain dan ngedukung kamu! "
"Makasih."
"Sama-sama, kamu kan teman pertama yang mau temenan sama gadis miskin kaya aku. "
"Nay, mau kamu miskin atau kaya semua orang itu sama dihadapan Allah. Yang membedakannya dengan orang lain adalah hatinya dan hatimu begitu mulia Nay. "
"Makasih banyak yah Van. "
"Iya, ayo lanjut ke ruang pertemuan. "
Di Ruang Pertemuan
Semua siswa kelas 11 yang akan mendaftar seleksi calon ketua OSIS sudah berkumpul. Siswa yang akan mendaftar menjadi anggota OSIS baru sudah duduk untuk menyaksikan seleksi calon ketua OSIS.
Kayla yang merupakan calon anggota OSIS baru duduk dibarisan tiga ke belakang. untuk barisan satu sampai tiga untuk calon seleksi ketua OSIS.
"Kayla."
"Ka Nay, sini ka! "
"Iya.Kamu udah lama disini? "
"Baru aja duduk ka. "
"Kamu tau ngga? Ketua OSIS yang akan digantikan posisinya itu adalah kakanya Ghevan. "
"Jadi Ghevan punya kaka? "
"Iya, makannya Ghevan juga ikut seleksi calon ketua OSIS. "
"Oh."
Pendaftaran seleksi calon ketua OSIS dan anggota baru sudah ditutup. Semua orang yang ada diruangan sudah duduk dikursi masing-masing. Dibarisan depan ada lima orang guru yang berperan sebagai juri atu penentu enam orang yang akan menjadi calon ketua OSIS. Selain lima orang guru ada juga tiga orang senior dan dua pembawa acara.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. " Dua pembawa acara tadi maju ke depan dan mengucapkan salam yang berarti pembukaan seleksi calon ketua dan wakil ketua OSIS akan segera dimulai.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " Semua siswa dan guru yang ada diruangan menjawab dengan serempak.
"Bapak kepala sekolah yang saya hormati, para dewan juri sekalian serta teman-teman ku yang berbahagia. Sebelum kita memulai acara seleksi calon ketua dan wakil ketua OSIS, marilah kita mengucapkan Bassmallah terlebih dahulu. "
"Bissmillah hirrohman nirrahimm. "
"Teman-temanku sekalian, sebelum kita memulai acara ini ada beberapa aturan atau ketentuan yang akan digunakan dalam menyeleksi siapa yang pantas menjadi calon ketua dan wakil ketua OSIS. Diantaranya................................................. " Pembawa acara tersebut menyebutkan beberapa ketentuan atau syarat yang akan dijadikan dewan juri dalam memilih calon ketua dan wakil ketua OSIS.
"Marilah kita mulai acara ini dengan pembagian nomor tampil masing-masing calon. "
Ada dua orang yang membagikan nomor tampil. Setelah semua calon sudah mendapatkan nomor, kedua orang tadi keluar.
Handphone Kayla berbunyi menandakan ada pesan masuk.
"Kay, aku dapat urutan tampil nomor tiga" Dan terlihatlah Vino mengirimkan pesan kepada Kayla.
"Kamu semangat yah Vin, doaku selalu bersamamu. "
"Makasih Kay. "
"Iya Vin, semangat yah. Semoga berhasil! "
Setelah melihat kata-kata semangat dari Kayla, Vino mempersiapkan diri sebelum maju.
"Baiklah, mari kita mulai acara ini dengan urutan penampilan dari nomor satu sampai dua puluh. Kami persilahkan kepada nomor urut satu untuk maju kedepan! "
Nomor urut satu tampil didepan. Setelah selesai, dilanjutkan nomor urut dua dan seterusnya.
Bersambung...