
" Heran sama orang-orang sekarang, gila banget popularitas." Kata Rivan sambil mengunyah makanannya.
" Jangan gitu Bos, nanti jangan-jangan situ juga ketularan, pengen kaya artis-artis itu. Biar sana-sini dicekrek wartawan. Terkenal deh dimana-mana." Ledek Adi yang duduk didepannya.
"Hahaa,, hahaaa, hahhhahah." Rivan tertawa. " Bagus juga idenya, ni satu tahu buat Lo. " Kata Rivan, sambil meletakkan satu tahu goreng ke piring Adi.
Dengan senang hati Adi menerimanya, seolah-olah tahu itu adalah hadiah yang luar biasa. " Luar biasa, tahu ini enak sekali rasanya, nyamm." Sekali hap, tahu itu lenyap kedalam mulut Adi.
Tak berapa lama, Mika kembali muncul.
" Ada telepon lagi Bos." Kata Mika memberi tahu.
" Siapa lagi ??." Tanya Rivan.
" Kalau yang ini, Bos pasti suka." Mika menyampaikan dengan nada gembira.
Rivan berfikir sejenak, siapa lagi ini. Belum tau siapa yang menelpon, sudah bilang bakal bikin suka.
Rivan menghela nafas tidak sabar. Sepertinya Mika mebaca ketidaksabaran atasannya itu, dan langsung memberitahukan siapa yang barusan telpon.
" Mas Edy bos, Edy Pamungkas." Lanjut Mika bersemangat.
Wow!!, Edy Pamungkas, pembawa acara program inspirasi di salah satu stasiun TV terkenal. Siapa yang tidak mengenalnya, wajahnya selalu terpampang di televisi setiap sore hari, membawakan program acara Putih Hitam Kehidupan, yang juga banyak digemari masyarakat karena acaranya yang selalu menginspirasi. Mimpi apa dia semalam, hingga seorang Edy Pamungkas bisa menghubunginya.
Rivan membuka matanya lebar-lebar. Tidak percaya dengan apa yang barusan diucapkan Mika.
" Serius ???." Tanyanya, tidak percaya.
Mika mengangguk.
" Kapan acaranya ??." Tanya Rivan penasaran.
Rivan tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Ternyata perjuangannya selama ini membuahkan hasil. Bukan materi atau kepopuleran yang ia harapkan dari semua yang ia perjuangkan. Bisa membuat orang lain mengapresiasi atau memperhitungkan karyanya saja dia sudah sangat merasa bersyukur.
" Tapi bukan buat acara Putih Hitam Kehidupan lho ya, ini buat acara Youtube Mas Edy, Blak-blakan bersama Edy Pamungkas. Jadi kaya kolabs di Youtube gitu." Imbuh Mika.
Rivan merasa sedikit kecewa, karena dia berharap bisa tampil di acara Putih Hitam Kehidupan, supaya bisa menginspirasi para anak muda untuk terus maju dan berkembang. Tapi tidak apalah tampil di Youtube Mas Edy, pengikut di akun Youtube tersebut sudah jutaan orang. Lagian Youtube Mas Edy juga termasuk salah satu chanel Youtube yang banyak digemari orang-orang, bukan hanya gimick atau sensasi belaka yang diangkat. Banyak cerita inspiratif dan sisi lain dibalik kesuksesan para narasumber yang tak kalah menarik untuk diikuti.
Rivan memgangguk. " Baik, terima saja, kapan jadwalnya ??."
" Pihak sana mintanya hari sabtu ini, bisa ??."
Rivan menimbang lagi fikirannya, berusaha mengingat semua jadwalnya. Sepertinya sabtu ini kosong. Kalau masalah finishing animasi yang akan tayang hari minggunya, paling tidak para anak buahnya bisa menambah jam kerjanya atau lembur untuk menyelesaikannya.
" Kalau nanti hari sabtu kalian yang ngelarin episode baru buat hari minggu bisa ?." Tanya Rivan pada para anak buahnya.
Kebanyakan dari mereka memberi jawaban dengan mengangguk, berarti bisa. " Siap Bos !!." Jawab Rudi, menegaskan. Rivan kembali tersenyum. " Bagus."
" Baik, sabtu ini. Jam berapa ??."
" Dimana ??."
" Di rumahnya Mas Edy lah, di daerah Pondok Indah."
" Ok."
Ketika hendak membalikan badannya, Mika kembali teringat sesuatu. " Oh ya Bos, terus tawaran yang tadi gimana, yang dari managemen artis ??."
" Tolak saja tawaran tidak berfaedah itu, ada-ada saja." Jelas Rivan geram.
" Trus gimana dong nolaknya ??."
" Terserah, kamu yang atur."
" Baiklah." Pungkas Mika menutup pembicaraan, kemudian kembali turun ke lantai bawah.
" Yakin ni Van mau nolak artis, lumayan loh dari pada Lo jadi jomblo. Udah punya pacar artis, dibayar lagi." Ledek Vincent.
" Sudah lah, jangan dibahas lagi, nggak lucu." Jawab Rivan kesal, sambil mengangkat piringnya yang sudah kosong dan membawanya ke wastafel untuk dicuci.
Teman- temannya hanya terkekeh melihat Bos mereka yang terlihat mulai kesal. Mereka sudah terbiasa dengan sifat Bos nya itu, kadang humoris, tapi sedikit sensitif.
---------
Hari Sabtu, 18.47, di Pondok Indah.
Rivan sedang bersiap ketika Edy Pamungkas datang menghampirinya di ruang tamu rumahnya. Rumah Edy sangat luas, lebih luas dari rumah orang tua Rivan.
" Selamat datang di rumah saya, apa kabar ??." Kata Edy, menyambut kedatangan tamunya itu sambil berjabat tangan.
" Baik Mas, Mas sendiri apa kabar ??." Tanya Rivan kepada Edy Pamungkas.
" Baik, Alhamdulillah baik. Mari, kita langsung ke Studio, para kru sudah menunggu." Edy mengarahkan Rivan untuk mengikutinya, menuju ke ruang Studio yang dimaksud.
Rivan dibawa masuk kedalam sebuah studio yang berukuran tidak terlalu besar. Disana sudah ada beberapa orang kru yang sudah siap menunggu mereka. Rivan dipersilahkan duduk di kursi berhadapan dengan Edy Pamungkas. Edy menjelaskan seputar pertanyaan apa saja yang akan diliput nanti. Karena ini bukan acara live, jadi apabila ada jawaban/pertanyaan yang tidak ingin dipublikasikan ke publik, nanti bisa dicut, jelas Edy.
" Sudah siap ??." Tanya Edy memastikan.
Rivan mengangguk.
" 3,2,1. Camera Siap. Action !!." Teriak seorang kameramen.
Dalam hati Rivan bergejolak, apakah dia akan membuka tabir kehidupan keluarganya disini. Siapkah dia membuka kembali masa lalu kelamnya di depan publik ????.
bersambungg...
😊