I And You

I And You
Kedatangan fian ke kantor mita


seperti biasa jam setenga 9 semua karyawan berdiri melaksanakan doa pagi bersama setelah selesai doa pagi mita mendapat kabar bahwa fian akan bergabung menjadi karyawan di tempat dia bekerja kabar itu membuat mita sedikit bingung Dan bertanya Tanya bukan kah dia sudah bekerja


" kamu beneran akan kerja di tempat aku kerja Yang" mita mengirim pesan untuk meyakinkan berita Yang mita dapat dari atasan nya "hehehe iya sayang kenapa" jawaban fian kali ini membuat mita senang mita berfikir ini adalah sebuah rejeki bisa satu kantor sama fian tiap hari ketemu, jadi kalau rindu mita tidak perlu lagi melihat foto foto fian Yang selama ini dia ambil secara diam diam walaupun fotonya gak sempurna gak bisa kelihatan jelas wajahnya tetapi percayalah foto foto itu adalah foto pertama kali mita jatuh hati dengan laki laki lucu itu


jam 5 sore waktunya mita pulang seperti biasa pulang mandi rebahan Dan Yang paling tidak bisa dia lupa adalah melihat foto lucu kekasih barunya itu "lagi apa ya dia sekarang" gumam mita dalam hati sambil terus melihat foto itu tak berapa Lama handphone mita pun berdering notif pesan masuk berbunyi " sayang" bak di sambar mukjizat mita pun membalas dengan cepat pesan dari fian "iyaaaa Yang kenapa" seolah takdir berpihak kepadanya "jalan yuk" pesan fian membuat mita terkejut sekaligus bahagia "iya sayang yuk" tanpa berfikir panjang mita pun menyetujui itu


jam menunjuk kan pukul 7 malam mita Yang sedari tadi sudah menunggu fian pun bolak balik berkaca sambil bergumam " bagus gak ya " sambil memutar mutar kan badanya di depan kaca


" tok tok tok" suara di luar kamar membuat mita cepat mengambil tas Dan Helm karna mita tau pasti itu fian sambil menghela nafas panjang mita pun membuka pintu kamar dengan senyum manis fian menyambut mita membuat mita semakin jatuh cinta " mau jalan kelana Yang" pertanyaan mita membuat lamunan fian buyar "heeeem kemana aja asal sma kamu" jawaban fian berhasil membuat mita seolah olah menjadi wanita paling bahagia di malam itu berboncengan mengelilingi kota dengan motor matic fian terus menyusuri kota, mita Yang hanya duduk di belakang fian terus memandangi fian dari kaca spion Dan sesekali fian melirik Dan tersenyum sampai akhirnya mereka berhenti di warung makan pingir jalan


"mulai besok aku sudah kerja loh" pernyataan fian kali ini membuat mita berhenti melihat handphone nya Dan fokus untuk memulai bicara tentang fian Yang mulai besok akan menjadi teman satu kantor mita " serius Yang ih seneng banget aku " fian mengganguk Dan tersenyum tak berapa Lama makanan pun datang sesuai pesanan (nasi sambil ikan usus goreng tambah tahu minumnya es teh)


entah ini sebuah kebetulan atau apa tapi fian Dan mita sama sama menyukai makanan itu


setelah slesai makan fian menutuskan untuk segera pulang karna dia ingin mempersiapkan untuk besok pagi rasa deg deg an pun muncul karna ini adalah pertama kali fian bekerja di bidang Yang sama sekali dia tidak tau


KEESOKAN HARINYA


doa pagi di mulai waktunya fian pun memperkenalkan diri dimulai" selamat pagi perkenalkan nama saya fian umur saya 25 tahun mohon kerja samanya trimakasih" pandangan mita saat itu hanya tertuju ke fian sambil tersenyum mita pun mengacungkan jempol ke marah fian , fian Yang menyadari itu langsung membalas dengan senyuman maut fian


jam 5 sore waktunya pulang mita Yang biasanya pulang bersama teman satu kerjaan hari ini pun dia pulang bersama fian entahlah kedatangan fian seoalah menjadi jawaban dari doa doa mita selama ini mempunya kekasih Yang lucu, pendiem Dan baik adalah impian semua wanita tentunya,


setelah mengantarkan mita pulang fian pun langsung berpamitan untuk pulang


jam menunjuk kan pukul 7 malam mita memutuskan untuk pergi ke mall mencari sepatu untuk kerja bersama dita, yah dita adalah teman mita waktu dulu masih bekerja di spg rokok saat mita sedang asik memilih mita tertarik dengan satu sepatu laki laki Yang bagus Dan cocok untuk fian pake bekerja setelah selesai memilih mita langsung memilih untuk pulang dia tidak sabar ingin memberikan sepatu Yang dia pilih untuk fian " kamu dimana Yang" pesan mita terkirim ke fian " dirumah Yang kenapa" mita pun segera menelfon fian " kesini gih aku punya sesuatu buat kamu " "apa Yang" " udah kesini aja aku tunggu ya " fian Yang sedikit bingung dengan sikap kekasihnya pun akhirnya menurutinya untuk segera pergi menghampiri mita, sesampainya di kamar kos mita fian bertanya "kenapa Yang" mita menyodorkan bungkusan Yang tadi dia beli ke fian " apa ini Yang" berusaha membuka Dan sesekali fian melirik mita setelah di buka Dan isinya sepatu " makasih sayang" fian kehabisan kata kata untuk mengucapkan rasa bersyukurnya kali ini fian tidak menyangka ternyata kekasihnya ini sangat perduli dengan nya " kamu suka gak Yang" mita berusaha melirik fian Yang sedari tadi terlihat diam " suka banget tau" fian mencoba mendekatkan tubuhnya ke tubuh mita Dan memeluknya, seketika jantung mita pun menjadi tidak karuan berdetak sangat kencang tubuhnya menjadi panas dingin fian memeluk mita dengan lembut Dan mencium kening sambil berkata "I love you" mita hanya terdiam Dan membiarkan fian berlalu Dan pulang " ahhhhhhhh gak bisa tidur lagi deh " sambil terus memegang kening nya Dan terus membayangkan bibir fian masih menempel di keningnya ,lagi lagi hanya foto fian Yang menjadi obat rindu, foto Yang dulu diambil secara diam diam itu foto fian dengan muka merah merah karna terkena liptik di mana mana


sampai di rumah fian pun membuka sepatu itu Dan mencobanya " cocok juga" bergumam dalam hati,


fian membaringkan tubuhnya di kasur Dan sesekali melihat handphone ternyata jam sudah menunjukkan pukul 10 malam fian pun bersiap untuk tidur karna besok pagi fian harus sudah siap Dan menjalani pekerjaan baru, sesekali fian melihat foto profil wa pacar barunya itu yang terlihat lucu dan mengemaskan fian tidak menyangka bahwa dia bisa menjalin hubungam dengan mita yang dulu pernah dia dekati tetapi tidak mita respon bahkan dulu pernah fian mengirim pesan wa tetapi tidak di hiraukan mita


dulu erika lah yang memberi fian nomor mita tetapi karna tidak di respon akhirnya fian pun tidak melanjutkan pendekatanya