
Setelah berhari hari fian memikirkan hal ini sampai pekerjaan dan kuliah fian tidak fian hiraukan fian hanya fokus merencanakan kapan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini kepada orang tua fian
fian berubah menjadi pendiam dan tidak pernah bergaul dengan temanya sekarang fian lebih memilih sendiri hanya mas davidlah teman fian bicara untuk saat ini
selepas pulang kerja fian ingin mas david menemaninya bicara kepada orang tua fian karena fian merasa hanya mas david yang mampu membantunya dalam masalah ini
fian segera mengeluarkan handphone nya dan mulai menghubungi mas david
fian : mas david pulang kerja ke rumah bisa
david : hah hallo dulu kek dasar bocah, kenapa ada masalah apa kok tiba tiba nyuruh aku ke rumah
fian : aku mau bicara sama ibu sama bapak mas kalau aku mau serius sama mita
david : waw hebat aku dukung kamu ok nanti aku bantuin tapi apa kamu sudah yakin dengan semua ini
fian : aku kasihan sama mita mass aku yakin urusan di restuin atau tidak aku akan berusaha
david : nah gitu dong Bagus ok pulang kerja aku langsung ke rumah ibu tunggu ya
fian : terimakasih mas david
setelah menghubungi mas david fian mulai lega kini tugas fian mengabari mita ini adalah kabar yang sangat dintunggu tunggu mita walaupun fian sendiri takut akan apa yang akan terjadi setelah fian jujur kepada orang tuanya
dering ponsel fian membuyarkan lamunan fian
ternyata telfon dari mita
" pucuk dicinta pacarku tiba hehehe " batin fian
fian : assalamualaikum sayang
mita : wa'alaikum salam yang kamu di mana udah makan belum???
fian : ih pacar aku perhatian hehehe
mita : ih kok. gitu sih
fian : sudah sayang eh yang aku nanti mau bilang ke ibu sama bapak kalau aku mau serius sama kamu
mita : ( hanya terdiam)
fian : sayang kamu masih di sana kan??
mita :heeemm iyaaa yang kamu yakin???
fian : yakin sayang kamu benar mau sampai kapan kita kucing kucingan gini ya kan mereka harus tau lambat laun mereka akan tau
mita : kalau hasilnya tetap seperti dulu yang???
fian : ssssstttt kita akan berhasil percaya aku yaaa yang
mita : iya yang aku akan doakan kamu selalu
fian : yaudah aku kerja dulu ya love you
mita : iya sayang ati ati ya love you to
mendengar pernyataan fian mita mulai cemas yang tadinya ingin keluar makan bersama nayla kini pun selera makanya hilang difikiranya hanya ada fian mita belum siap jika harus kehilangan fian tapi apa yang harus mita perbuat kalau memang takdir berkata lain
seketika air mata mita mengalir membuat nayla yang berada di sebelahnya menjadi terheran
" hey kamu kenapa are you ok " sambil mendekati mita dan mencoba maghapus air mata mita dan mulai menatap mita dengan tatapan yang tidak dapat di artikan lagi
tanpa menjawab mita langsung memeluk nayla yang ada dindepanya dan terus menangis lebih kencang
membuat nayla semakin penasaran ada apa dengan mita
nayla mencoba menenangkan mita dan mengelus-elus punggung mita ,mita hanya diam dan terus menangis nayla pun segera melepaskan pelukan mita dan memegangi kedua punggung mita mita hanya diam dan menundukkan wajahnya
" kamu kenapa jujur sama aku kenapa kamu tiba tiba nangis ta " sambil menatap wajah mita yang mulai tadi tidak mau berhenti menangis
" fian nay fian aku gak mau kehilangan dia hiks hiks hiks "
sambil menghapus air matanya sendiri mita kembali memeluk nayla
nayla yang tidak puas dengan jawaban mita langsung melepaskan pelukannya dan mulai bertanya dengan tegas kepada mita
nayla : apa yang sedang terjadi jawab!!!!
mita : hari ini fian akan bicara kepada orang tuanya mengenai hubungan ini
nayla : astaga jadi!!!! terus???
tangisan mita yang begitu keras membuat teman kerja mita lainya menoleh dan memperhatikan nayla dan mita mereka merasa heran dengan tangisan mita karena selama ini mita di kenal begitu ceria dan jarang sekali terlihat sedih mita memang pandai menyembunyikan masalahnya kecuali kepada nayla
nayla yang mengetahui bahwa mita menjadi pusat perhatian mulai mengajak mita untuk pergi ke mushola karena di jam seperti ini mushola pasti seri
nayla menarik tangan mita dan mita hanya menurut dan pasrah mengikuti langkah nayla
setelah sampai di mushola nayla menguncinya dan mulai melanjutkan aksinya dengan menanyakan lagi masalah mita
nayla : ta doa'in aja semoga orang tua fian luluh nantinya setelah mendengarkan perkataan fian yaaa
mita : iya nay hiks hiks hiks
nayla : aku doakan kalian berhasil dan segera menyusul aku untuk tunangan ok
mita hanya mengangguk dan mencoba berhenti untuk menangis rasanya matanya sudah mulai besar dan perih
nayla menghapus air mata mita dan mulai mencoba menggoda mita
nayla : udah ah coba lihat mata mu udah kayak mau beranak aja sholat sana kamu biar tenag belum sholat kan???
mita pun hanya mengangguk dan segera mengambil wudhu dan sholat
nayla mengikuti mita dan merekapun akhirnya sholat berdua
sementara fian lebih memilih untuk pulang lebih awal karena fian tidak semangat untuk bekerja
fian menunggu waktu yang akan menentukan masa depan ya
di rumah fian langsung menuju kamar dan segera sholat agar fian tenang dan fikirannya pun jernih
melihat fian sudah berada di rumah membuat ibu penasaran dan mncoba menghampiri fian
" tumben dia jam segini sudah di rumah " batin ibu fian
dan langsung menghampiri fian
saat mencoba membuka pintu kamar fian ibu fian melihat fian sedang selesai sholat dan berdoa
doa yang membuat ibu fian shok ibu fian mendengar doa fian dari awal sampai selesai ibu fian sengaja diam diam mendengarkan doa fian tanpa
" jadi selama ini anak ku ingin membohongi aku ya tuhan apa benar yang aku dengan ini " batin ibu fian tak sengaja ibu fian menjatuhkan baju yang ada di balik pintu fian membuat fian kaget dan langsung menoleh ke arah baju yang terjatuh itu betapa terkejutnya fian melihat ibuhya berdiri di depanya dengan mata berkaca kaca
" i i i ibu ibu sudah lama di situ " dengan nada terbata bata fian memulai pembicaraannya dengan ibunya
ibu fian hanya terdiam melihat fian
" apa benar yang ibu dengar mas??? ?"
mendengar perkataan ibunya fian segera memeluk ibunya dan mencium kaki ibunya
" bu biarkan fian menjelaskan semua ini" dengan mata yang berkaca kaca fian mulai menarik ibunya untuk duduk di atas tempat tidur. fian
ibu fian hanya menurut dan mencoba masuk mendengarkan apa yang akan fian jelaskan
fian berlutut di pangkuan ibu fian dan memegangi tangan ibu fian sesekali menciumnya
fian : bu aku sangat menyayangimu lebih dari diriku sendiri tapi fian juga mencintai mita bu apa aku salah aku sudah berusaha untuk tidak mencintainya tapi aku tidal bisa bu
seketika air mata ibu fian jatuh dan menetes di kepala fian membuat fian langsung menagis
fian : maafkan aku bu mita gadis yang baik dia begitu menyayangiku izinkan dia menjadi pendamping hidupku bu
ibu : mass bapak saya ibu sudah pernah bilang dia tidak sebanding dengan keluarga kita mass tolonglah mas mengertilah
fian : bu harta bisa di cari apa yang membuat aku sama mita berbeda apa karena dia bukan anak orang yang mampu dulu bukankah bapak juga bukan orang yang mampu??? bu bapak dulu kuliah di biayain orang lain kan karena orang tua bapak bukan ornag yang mampu lantas bedanya sama mita apa bu???
ibu : cukup bapak yang susah mas anak anak bapak jangan makanya bapak mmilih wanita yang setara agar mas gak susah nantinya
fian: bu aku yakim aku gak akan susah dan masa depan aku tidak akan buruk seperti pandangan ibu dan bapak selama ini
ibu : bicarakan saja nanti sama bapak mas
ibu fian beranjak dan melepaskan pegangan fian karena merasa kecewa ibu fian pergi. dengan berlinang air mata ibu fian takut bagaimana nanti jika bapak fian tau masalah ini pasti fian akan di marahin besar besaran
ibu fian pergi dan masuk ke dalam kamar dan lansung menguncinya mendengar itu fian hanya terdiam dan menangis
" maafkan fian buk fian harus lakukan ini "
fian hanya menunggu mas David dan bapak fian untuk membicarakan hal ini dan. membiarkan ibu fian sendirian dulu di kamar karena pasti ibu fian sangat terpukul akan maslah ini