
RUMAH FIAN
jam 7 pagi fian belum juga menunjukkan Batang hidungnya
ibu fian sudah menyiapkan sarapan di dapur seperti biasa ibu fian selalu membangunkan fian
karena di rumah sekarang hanya lah fian anak semata wayangnya karena David sudah mempunyai rumah sendiri bersama istri dan anaknya
fian cuma 2 bersaudara jadi wajar saja kalau orang tua fian begitu memanjakan anaknya yang tinggal satu ini
" jeglek kreeeeek" bunyi pintu kamar fian di buka oleh ibunya fian memang tidak pernah mengunci pintu kamarnya karena menurut fian tidak ada yang perlu di rahasiakan kepada orang tua fian toh di rumah hanya ada bapak dam juga ibu fian jadi siapapun leluasa untuk masuk dan keluar di kamar fian yang berukuran 4x 5 meter itu dengan cat warna hijau serta pernak pernik lukisan dan juga foto foto fian bersama mita tentunya
sebelum membangunkan fian ibu fian melihat semua foto foto mita bersama fian
"jadi ini pacar kamu nak cantik juga kenapa tidak di bawa pulang ibu juga kepingin mengenalnya "
gumam ibu fian
fian yang sadar akan kedatangan ibunya langsung terkaget karena ibu fian sedang memegang salah satu foto fian bersama mita
"ibuk ngapai,,,,,,,,? " dengan mata yang sedikit berat dan suara yang masih serak serta terbata bata karena ibu fian sedang berdiri melihat foto fian bersama mita
"bangun nak sudah jam 7 apa kamu tidak berangkat kerja ibu sudah menyiapkan sarapan untukmu " seraya memgembalikan foto fian dan mita kembali ke tempat semula
"i iya buk hari ini hari sabtu jadi aku agak siangan masuknya habis ini aku mandi ibu tunggu dapur ya ayo kita sarapan bareng"
dengan hati yang dag dig dug karena fian benar benar terkejut bagaimana nanti ibunya akan menanyakan tentang mita harus menjawab apa fian,,,,,?
dan bagaimana kalau ibu fian menyuruh fian melupakan mita dan menjodohkan fian dengan wanita lain
fian benar benar takut pagi ini untuk ketemu ibu fian
rasanya fian tidak mau sarapan dan langsung pergi ke kantor tapi sampai kapan fian akan menghindari ibu fian sampai kapan
"gak aku harus bisa jelaskan semuanya di restui atau tidak setidaknya aku harus bicara huuuuuuuft"
ibu fian sudah pergi berlalu meningalkan kamar fian
fian mulai pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor
sampai di dapur fian bertemu dengan ibunya bapak fian sudah berangkat bekerja tadi pagi bapak fian adalah orang sibuk
bapak fian bekerja sebagai seorang kepala desa pantas saja tidak pernah terlihat di rumah dan sibuk
fian mulai duduk tepat di samping ibu fian
fian mencoba tenang menghadapi ibu fian berharap ibu fian tidak akan menanyakan hal hal yang sangat sulit
" mau sarapan apa nak,,,,, nasi goreng apa nasi pecel,,,,,? "
sambil mengambilkan piring san juga minum fian
" pecel aja buk " keringat dingin membasahi tangan dan juga kening fian
"itu tadi pacar nya mas fian,,,,,? "
sambil mengunyah sarapan ibu fian memulai pertanyaan itu sesuai dengan feeling fian ibunya akan menanyakan tentang mita
"uhuk uhuk uhuk" seketidak fian tersedak sambil meraih minum yang ada di depanya
ibu fian seketika melirik fian
" mas gakpapa,,,? kenapa mass ibu salah ngomong,,,,,? "
sambil menatap fian dengan tatapan aneh
" e e egak buk gak salah kok heeem iya buk itu pacar fian dia anak luar kota dia di sini kos buk satu kantor sama aku "
dengan keadaan susah menelan sarapan fian mencoba tenang dengan pertanyaan ibu
" cantik ya masss kenapa tidak di bawa kesini mass kenalin lah ke ibu masak iya ibu gak di kenalin "
sambil menatap fian dengan tatapan yang kali ini adalah tatapan berharap
" i i iya buk nanti kalau fian sama mita siap pasti fian akan bawa dia ke rumah aku akan kenalin mita sma ibu" fian mulai tidak nyaman di meja makan fian benar benar takut dengan pertanyaan lanjutan dari ibu fian
"jadi namanya mita masss yasudah ibu tunggu ya mas inget harus sesuai bobot bebet nya ya mas demi masa depan mas juga itu mas faham kan maksud ibu"
kali ini fian hanya mengangguk dan tidak menjawab pertanyaaan ibunya
"buk fian berangkat ya sudah siang assalamualaikum "
dengam segera fian segera pergi dan mencium tangan ibu fian tanpa menghabiskan sarapannya kali ini
selama perjalanan fian melamun teringat akan perkataan ibu fian kali ini
fian benar benar binggung bagaimana cara memulai kejujuran ini kepada ibu fian belum lagi bapak fian
"aaacccch aku harus bagaimana ini ""
sambil berbicara sendiri di atas motornya sampai orang di sebelah fian melihat ke arah fian dengan tatapan yang tidak bisa di artika
mungkin dikira orang orang itu fian sudah gila berbicara sendiri pagi pagi begini
sampainya di kantor mita langsung mencari mita fian ingin membicarakan ini semua dengan mita
tapi fian butuh nayla kali ini fian ingin masukan dari nayla karna di rasa fian nayla faham posisi fian saat ini
fian mencoba mengirim pesan kepada kekasihnya itu
fian berlalu dan meningalkan kantor fian ingin mencari udara untuk berfikir
melihat pesan fian mita langsung membalasnya dengan rasa penasaran
" iya sayang kenapa dengan nyala yang ada apa,,,,,? "
mita merasa aneh kenapa kali ini fian mengajak nyala padahal mita faham betul kalau fian paling tidak suka jika fian sedang bersama mita fian tidak suka kalau ada orang lain karena menurut fian waktu berdua dengan mita itu sangat lah langka jadi dia tidak mau waktunya pacaran di ganggu siapapun tanpa terkecuali
"gak papa sayang ada yang mau aku bicarakan sama dia sekalian makan siang sama kamu hehehe" fian masih menyembunyikan masalahnya kepada mita
fian ingin membicarakanya ini nanti saja pass ketemu fian tidak ingin melihat mita memikirn hal ini fian kasihan jika harus membebani mita dengan masalah ini
mita menghampiri nayla di mejanya
"hay nanti pulang kerja ke cafe depan kantor yuk di ajak fian makan katanya sekalian mau bicara sama kamu"
mendengar pernyataan mita nayla kaget seketika nayla berfikir "mau ngomong apa dia kenapa gak ngabarin aku apa jangan jangan dia lagi ada masalah lagi apa jangan jangan maslah restu itu "
nayla menatap mita dengan tatapan iba kali ini kalau memang benar maslah itu bagaimana hancurnya hati sahabatnya ini bagaimana nayla bisa melihat sahabatnya terluka dan menangis
" hey kamu kenapa kok mau nangis"
mencoba menanyakan keadaan nayla yang tiba tiba berubah dalam hitungan detik
" e e e gak papa ta ini kayaknya softlens aku perih waktunya ganti kali ya heheheheh" mencoba menyembunyikan perasaan hati yang gundah karena memikirkan masalah percintaan sahabatnya
detik berganti menit menit berganti jam sampai akhirnya jam pulang kerja pun sudah tiba
mita dan nayla pun bersiap pergi ke cafe depan
semua karyawan kantor sudah pergi berlalu meningalkan kantor
CAFE RADJA
fian sudah berada di meja belakang dimana meja itu tertutup dengan pohon pohon hias di bagian depan cafe
fian menunggu mita dan nayla datang sambil memesan makanan dan minuman
sengaja fian memesan makanan dan minuman banyak agar saat mita dan nayla datang mereka tidak perlu menunggu lagi dan langsung makan
mita dan nayla sampai di cafe mereka langsung menuju meja fian mereka tidak perlu susah mencari fian akam duduk dimana karena fian sudah mempunyai meja favorit di sana
"sayang sudah dari tadi,,,,? "
sambil menaruh tas dan menata meja duduk dalam sebelah fian
"wah jadi obat nyamuk nik aku heheheheh" nayla mencoba mencairkan keadaan nayla faham betul wajah fian kali ini menyimpan banyak masalah
setelah beberapa menit makanan pun datang mereka bertiga memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sengaja fian membiarkan nayla dan mita makan karena kalau fian membicarakan hal ini terlebih dahulu pasti nayla dan mita tidak akan snggup untuk makan
setelah beberapa menit makanan pun habis kini tiba waktunya fian berbicara
saat fian ingin memulai berbicara mita langsung memotong pembicaraan mereka
" sayang kamu mau ngomong apa ,,,?"
pertanyaaan mita membuat nayla dan fian saling bertatapan jantung mereka berdegub kencang
"iyaaa yang ini aku mau bicara jadi tadi pagi ibu masuk kamar aku dia lihat foto kita dan ibu menanyakan kamu katanya mau kenalan sama kamu,,,, "
nayla menatap fian dengan tatapan yang tidak bisa diartikan
" terus kamu gimana yang bukanya ibu kamu gak merestui hubungan kita"
mita menjawab dengan nada yang begitu lirik karena sejujurnya sakit rasanya mendengar kenyataan ini
"iyaaa sayang tapi aku mau membuktikan ke ibu kalau kamu pantes buat aku " kali ini tatapan fian memohon kepada mita berharap mita mau menemui ibu fian dan sama sama berjuang
"nay menurut kamu gimana kamu tau kan posisi aku tolong kasih aku sma mita masukan " nayla shok mendengar kalimat fian
seolah tidak percaya fian menyuruh nya ikut makan siang karena fian ingin nayla ikut andil dalam hubunganya
"heeeeeeem kalau menurut aku sih bener kata fian ta di coba dulu kan kalian belum pernah menyobanya siapa tau dengan kecantikan mita ibu fian kelepek kelepek kayak fian heheheheh"
nayla mencairkan suasana dengan sedikit bergurau
"heeeeem baiklah yang aku coba kapan kamu mau bawa aku ke ibu" dengan hati yang sedikit gak karuan mita mencoba menuruti sahabatnya dan juga kekasihnya
"makasih ya sayang nanti malam aku jemput jam 7 yaaa kamu harus dandan yang cantik " sambil memegang kedua bahu mita dan mencium kening mita
"eheeeewm eheeeeewm ada orang kali disini please deh nanti aja cium cium anya "
sambil menggoda fian dan mita akhirnya mereka bertiga pun bisa tertawa lepas
akhirnya fian pun lega masalah fian satu persatu terselesaikan
tinggal nanti fian pikir bagaimana membuat orang tua fian yakin kepada mita
mereka bertiga pun akhirnya pulang mita dan fian mulai mempersiapkan pertemuan nanti malam du rumah fian hati fian dan mita pun tidak bisa lagi di artikan rasanya bercampur antara bahagia dan juga bersedih bahagia kalau akhirnya orang tua fian menerima fian dan fian mau memperkenalkan mita kepada orang tua fian
sedihnya jika orang tua fian tidak merestui bagaimana kelanjutan hubungan mereka
TAMBAHAN
assalamualaikum para pembaca semua semoga kalian terhibur dan suka dengan karya aku buat tambah tambah semangat yuk koment dan like jangan lupa vote ya gratis kok trimakasih