
Usai membiarkan mita tertidur fian melanjutkan pekerjaannya dan kembali ke kantor
belum sampai fian duduk nayla sudah mendekatinya dan mulai memberinya pertanyaan yang begitu banyak membuat fian sulit sekali untuk bernafas karena sejujurnya fian sangatlah lelah karena mengeluarkan banyak sekali tenaga untuk mendobrak pintu mengendong mita memindahkan dari lantai ke atas tempat tidur belum lagi memperbaiki pintu yang dia rusak sendiri melihat fian diam dan tidak mau menjawab membuat nayla kesal karena merasa di abaikan
Dengan sedikit kesal nayla memukul bahu fian dengan kencang membuat fian sedikit merasa kesakitan
fian : aduh apa apaan sih sakit semua ini badanku masihan
nayla: hah serius maaf maaf emang habis ngapain sih biasanya juga kalau aku pukul kamu diem cengar cengir malahan
fian: sakit nih tadi buat diobrak pintu mita tau badanku rasanya patah patah kayak goyangannya inul hahajajaj
nayla : apaaan sih garing emang kenapa dia kok pintunya sampai kamu diobrak
fian: habis aku panggil panggil gak ada jawaban yaudah aku dobrak eh taunya dia pingsan
nayla : serius lo gak bercanda kan
fian : heh kucing pasar masak iya aku bohongin kamu pacarku sakit ih dasar
mendengar penjelasan fian nayla segera mengambil ponsel nya dan ingin menghubungi mita karena nayla khawatir keadaan mita secara mita di sini sendirian anak Rantau jauh dari keluarga
saat nayla mulai menelfon fian dengan sigap langsung meraih ponsel nayla dan menutup teleponnya
fian : udah jangan di telfon dia tidur habis minum obat kasihan nanti aja pulang kerja kita kesana tadi udah aku panggilin dokter kok aman tenang hehehe
nayla sedikit tenang dengan keadaan mita yang sudah tertidur karena selesai minum obat nayla pun melanjutkan pekerjaannya dan ingin segera pulang menghampiri sahabatnya tersebut
jam pulang kerja pun telah tiba fian dan nayla sudap siap siap menuju kos mita fian dan nayla bagi tugas fian pergi membeli makanan dulu buat mita dan nayla langsung ke kos mita untuk mengecek apakah mita sudah bangun apa belum lagian fian juga gak tega melihat mita sendirian terlalu lama apa lagi dengan posisi sedang sakit seperti ini
saat nayla sampai di kos mita nayla di kejutkan dengan kondisi pintu yang pagi tadi di dobrak oleh fian
" waw bisa gini ya pintunya heheheheh kuat juga lu fi " gumam dalam hati
saat nayla membuka pintu mita sudah duduk di atas tempat tidur dengan wajah sedikit pucat dan lemas
nayla : eh mau kemana????
mita : eh nay sama siapa?? ini mau ke kamar mandi aku
nayla : sini aku bantu
mita : ih gapapa aku bisa kamu duduk aja situ
nayla pun tetep meraih mita dan mulai memapah nya masuk ke dalam kamar mandi
tak lama kemudian fian pun datang dengan makanan dan juga minumannya komplit sudah mirip sekali dengan bapak ojek online yang dapet orderan anter makanan aja hehehehe
setelah mita keluar dari kamar mandi sudah ada fian dan nayla fian pun mulai menyiapkan makan sore mita dan sekaligus untuk mengatur minum obatnya nayla yang hanya melihat fian sibuk merawat mita menjadi terharu melihat sahabatnya begitu romantis sampai-sampai nayla pun larut dalam lamunannya
fian dan mita yang menyadari nayla tengah melamun dengan kompak mereka memukul tangan nayla
" hayoooooo ngapain ngelamun apa "
seketika lamunan nayla buyar mita dan fian pun tertawa senang melihat temanya menjadi kik kuk
nayla : puas kalian heeeem lanjut terus gih ketawanya awas aja
mita : hehehehe maaf maaf habis kamu ngelamun apa sih
fian : tau orang lagi gini malah ngelamun
nayla : lagi ngelamun monyet gendong kucing hahahahahahah
seketika fian dan mita saling bertatapan dan menatap nayla dengan tatapan sinis
nayla : eh eh eh maaf maaf eh aku pulang dulu ya fi nanti aku balik lagi aku pulang pamit dulu sma ibu ku sekalian aku ambil ganti baju buat kerja besok
fian : siap aku gak kefakiran ke situ malah nay eh kamu mikir hehhege makasih ya
fian : males juga aku mikir kamu hehehe
mita : nay kamu gapapa tidur sini
nayla : gapapa lah santai ta yaudah aku pulang dulu fi jangan pulang sebelum aku datang ya daa
nayla pergi dan berlu kini tinggal fian dan mita berdua fian menyuapi mita dan mita memainkan ponselnya karena banyak sekali pesan penting yang harus mita jawab
fian : udah yang makan dulu istirahat dulu gak usah ngurusin kerja aku udah bilang kok kamu sakit
mita : iya sayang
mita pun langsung menuruti kemauan fian setelah selesai makan dan minum obat mita pun tersadar akan kalimat fian tadi pagi yang membahas tentang restu orang tua fian
mita : sayang bener ornag tua kamu udah restuin kita aku gak mimpi kan
fian : gak sayang bener kok jadi kamu gak usah mikir lagi ya mereka udah mau terima kamu kok
mita : kamu gak bohong kan yang
fian : buat apa aku bohong yang kamu mau aku ajak ke rumah ayo
seketika hati mita lega jantungnya berdetak teratur sekarang maslah yang selama ini menjadi beban pikirnya sudah selesai kini mita tidak perlu lagi memikirkan masalah ini
melihat senyum mita fian pun serasa lega ini lah yang fian mau yang akhir-akhir ini tidak fian dapatkan akhirnya fian dapatkan kembali senyum itu
fian : kamu cepet sembuh ya jangan sakit sakit lagi kan kita udah direstuin kalau udah sembuh yuk ke rumah di tunggu in ibu
mita : iya sayang aku gak akak sakit lagi aku janji
fian pun tersenyum bahagia benar-benar bahagia akhirnya kekasihnya kembali seperti dulu
fian menata tempat tidur mita mulai menyiapkan agar mita istirahat kembali setelah minum obat fian ingin mita cepat fian benar-benar merindukan mita bekerja seperti biasa
mita : sayang besok ceritanya gimana kamu awal ngomong ke orang tua kamu sampai akhirnya mereka merestui
fian : heeem e bukan aku yang bicara yang tapi mas david baru aku keluar saat ibu sama bapak setuju
fian sengaja sedikit berbohong agar mita tidak mengetahui kejadian sebenarnya bagaimana jika sampai mita tau jelas mita akan meninggalkan fian dan mita akan menyuruh fian melupakannya demi masa depan fian
mita : hebat ya mas david ya jadi kasihan kenapa mas david dulu gak gitu ya yang biar di setujui sama pacar nya
fian : jodohnya mas david mbk Ayu yang mungkin udah ya kamu tidur gih biar cepet sembuh
mita : iyaaa yang habis ini ya
karena merasa gerah fian pun memutuskan untuk mandi sebelum nayla datang agar nanti sesampainya dirumah fian tinggal ganti baju dan tidur tanpa harus keluar mandi apa lagi ketemu bapak
ketemu bapak udah kaya ketemu musuh aja hehehe semenjak keputusan itu bapak fian tidak mau lagi bicara kepada fian dan fian pun hanya bisa diam dengan keadaan ini fian tidak tau harus berbuat apa
ibu fian pun sekarang jadi lebih diam tidak seperti biasanya entah sampai kapan itu akan berlangsung fian hanya pasrah semoga allah cepat melunakkan hati kedua orang tua fian
setelah 2 jam fian menunggu bahkan mita pun sudah terlelap dalam tidurnya nayla baru terlihat Batang hidungnya membuat fian kesal menunggu
nayla : maaf fii hehehe tadi makan dulu sholat dulu makanya lama
fian : sholat lu berapa rokaat lama bener
nayla : ahhahwhwhw maaf lah
fian : yasudah aku balik ya titip mita kalau ada apa apa telepon aja ok
naya : siap bos
fian pun pamit tak lupa mencium kening mita dan berlalu pergi
nayla pun bersiap siap untuk tidur agar besok nayla bisa bangun pagi untuk menyiapkan sarapan mita dan air hangat untuk sekedar cuci muka