I And You

I And You
Pertanyaan mita


Tidak terasa hubungan fian dan mita bertahan sudah 1 tahun dengan segala kerumitanya dan segala halangannya mereka mampu melawati semua itu dengan baik


begitu pun orang tua fian yang tidak lagi pernah membahas masalah fian dengan mita mereka sangat yakin bahwa hubungan mita dan fian sudah kandas setelah orang tua fian menyuruh fian memutuskan hubungannya dengan mita


mita mulai gelisah dengan keadaan ini mau di bawa kemana kisah Asmara mereka nantinya karena hubungan mereka juga sudah lama umur mereka pun sudah tidak muda lagi mau sampai kapan mereka menjalani hubungan seperti ini


sementara fian masih belum berhasil membuat orang tua fian menerimanya


fian masih berpikir keras bagaimana cara agar orang tua fian mau menerima mita dengan baik


sepulang kerja mita ingin membicarakan maslah ini kepada fian sebenarnya mita tidak tega tapi mita harus menanyakan maslah ini karena ini untuk masa depan hubungan mita dan fian


mita sudah siap dengan apapun resiko yang nantinya di terima jika harus selesai sampai disini mita harua mengikhlaskan fian pergi untuk keluarganya dari pada harus terus begini rasanya tidak nyaman dengan hubunga diam diam dan tidak ada tujuan


mita mencoba mengirimkan pesan kepada fian untuk menjemputnya sepulang kerja nanti


detik berganti menit menit berganti jam dan jam pulang kerja pun telah tiba mita segera siap siap dan segera menunggu fian di depan kantor


nayla yang melihat mita Buru Buru pun curiga


" hayoo mau kemana tumben pulang kok Buru Buru banget kenapa sih "


nayla merasa curiga dengan sahabatnya itu karena biasanya mita selalu pulang lebih akhir dari pada nayla


" hheheheh mau kencan dong mau kemana lagi kangen tau sma fian aku heheheh "


mita tidak mau nayla tau permasalahan yang sedang mita hadapi agar nayla tidak khawatir


naylapun hanya tersenyum melihat jawaban mita karena merasa bahagia melihat sahabatnya bisa bertahan dengan kisah serumit itu


" ecie cie yaudah fun ya salam ke fian " sambil pergi berlalu meningalkan mita yang sudah menunggu fian dari tadi di kursi kantin depan kantor


tidak berapa lama fian pun datang dengan gaya senyum manis fian seperti biasa membuat mita begitu bahagia menikmati senyum manis fian mita tidak tau apakah besok mita masih bisa melihat senyum fian itu


melihat mita melamun fian segera menarik tangan mita dan menyuruhnya untuk segera naik


mita pun langsung tersadar dari lamunannya dan segera naik motor fian


fian : mau kemana tuan Putri hari ini


mita : nonton yuk yang udah lama nih gak pernah nonton


fian : siap tuan Putri meluncur hehehehe pegangan ya aku gak mau kamu jatuh ehhehe


mita : heheheh ini udah pegangan dari tadi tau


mita tidak mau langsung membahas masalah ini mita faham betul bagaimana fian dia akan sangat terpukul jika mita langsung membahas maslaah ini


setelah berjalan 20 menit sampailah mereka di parkiran mall


setelah berjalan memasuki bioskop mereka memilih film yang akan di tonton


mita pun memilih film romantis setelah membeli tiket mereka menunggu di dalam bioskop karena di luar begitu banyak orang dan tidak ada tempat duduk


mita duduk di sebelah fian sambil memegang tangan fian dengan erat mita takut pengangan ini tidak akan mita dapat lagi


melihat mita mita banyak melamun membuat fian curiga


fian : kamu kenapa yang ada masalah


mita : gak sayang aku lagi kangen aja sama kamu


mendengar pernyataan mita fian segera membalas pegangan tangan mita dengan erat kali ini tidak hanya tangan fian menarik kepala mita ke bahunya


membuat mita semakin bahagia


mita hanya menurut dengan manaruh kepalanya di bahu fian karena itu sangat nyaman


mita benar benar takut kehilangan semua ini tapi tidak ada pilihan lagi selain memperjelas hubungan ini dan segala resikonya sekalipun harus kehilangan fian


film pun sudah mulai di putar semua menikmati film romantis yang sedang di putar hanya mita yang tidak menikmati film tersebut yang di lihat mita adalah fian yang ada di film itu


fian melihat mita hanya sesekali memegang pipi mita dengan lembut


tak terasa air mata mita jatuh dan jatuh tepat di tangan fian membuat fian terkejut dan langsung mengangkat kepala mita dan menghadapkanya tepat di wajah fian


fian : kamu kenapa???


mita: aku gak papa yang aku hanya kangen kamu dan aku takut suatu saat nanti aku akan kehilangan semua ini jujur aku tidak siap


fian : hey siapa yang akan ninggalin kamu


sambil menghapus air mata mita fian segera memeluk mita dan membuat penonton lainya yang ada di sebelah mereka menoleh ke arah mita dan fian


membuat fian segera melepaskan pelukannya dan kembali ke duduknya semula dengan wajah yang setengah malu


setelah 2 jam berlalu film pun selesai


fian pun berjalan dan terus menggandeng tangan mita dengan erat seolah-olah fian memberi isyarat bahwa dirinya tidak ingin kehilangan mita


fian : sayang makan yuk


mita : makan di kos aja yuk yang kita beli aja lewat gojek online yah


fian pun mengiyakan permintaan kekasihnya itu karena fian sebenarnya juga capek sekali dan ingin sekali melemaskan punggung nya


setelah sampai di kos mita fian segera menuju tempat tidur dan menyalakan kipas angin yang ada di sebelah tempat tidurnya


mita segera mandi dan membiarkan fian beristrhat


setelah mita selesai mandi dan fian ternyata sudah bangun dengan makanan di depan nya


fian : sini aku suapin yang


mita hanya menurut dan langsung duduk di depan fian


fian melihat mita hanya tersenyum karena bagaianya sekarang ada di depan mata


fian menyuapi mita dengan mesra membuat mita semakin merasa takut untuk kehilangan fian


mita : yang udah aku kenyang


fian : iya udah sayang habis ini aku pulang ya aku ada kerjaan yang gapapa kan


mita : sayang aku mau bicara boleh


mita meraih tangan fian yang sudah beranjak untuk pulang


melihat mita fian segera duduk dan melihat mita dengan tatapan yang penuh tanda tanya


mita : yang bagaimana dengan keluarga kamu apa mereka masih tidak bisa menerima aku??


fian : heeeem sayang kenapa kamu tanya maslah ini??


mita : kita udah satu tahun yang mau sampai kapan kita begini dan mau di bawa kemana hubungan ini yang kalau memang keluarga kamu masih kukuh buat gak mau nerima aku aku ikhlas kalau harus hubungan ini selesai hiks hiks hiks


seketika fian terdiam melihat pernyataan mita hatinya sakit mendengar kata kata itu


air mata fian tak terasa jatuh begitu saja fian benar benar tidak tau mau menjawab apa untuk pertanyaan mita kali ini


mita menghapus air mata fian dan mengangkat wajah fian yang dari tadi tertunduk


mita : dengar kalau memang ini jalan terbaik buat kita aku rela yang demi keluarga kamu dan juga demi kebahagiaan kamu kedepanya


air mata fian semakin deras mengalir fian menatap mita dan menghapus air mata mita


fian : tolong jangan bahas ini dulu yang kumohon aku belum tau jawaban untuk ini aku gak mau kamu pergi aku akan bicara ke orang tua ku beri aku waktu yang kumohon


tatapan fian memelas dan memohon kepada mita seolah meminta agar mita mau dan mengerti keadaan fian


mita :aku harap jawabannya segera ya yang ku mohon mengertilah juga keadaanku yang


kali ini. fian mengiyakan permintaan mita dan fian pun berjanji akan segera memberi jawaban atas apa yang mita mau dan fian janji apapun keadaanya fian akan tetap bersama mita


mita : jangan korbankan keluargamu demi aku yang aku gak mau aku mau semua baik baik saja dan gak ada yang di korbankan biarkan aku yang mengalah jika menang keluarga kamu masih belum bisa menerima aku


fian segera menutup mulut mita dengan jarinya fian tidak mau lagi mendengar mita mengucap kata kata itu lagi


fian : aku pulang dulu ya aku mohon jangan mikir macem macem ya inget secepatnya aku akan memberimu jawaban dan juga restu dari orang tua ku kamu faham kan yang


mita hanya mengangguk dan memeluk fian untuk terkahir sebelum fian pulang


fian pun membalas pelukan mita dengan erat


fian mencium kening mita dan mencium bibir mita dengan mesra sebelum pulang


mita hanya terdiam menikmatinya


" aku mencintaimu sunguh sunguh mencintaimu jangan tinggalkan aku "


pernyataan fian membuat mita kuat


fian segera berlalu dan pergi


kini mita hanya sendiri menangisi takdirnya


mita hanya berdoa semoga keinginan fian dan mita menemui jalan terbaik walaupun harus berpisah


mita akan ikhlas demi keluarga fian dan demi fian agar hubungannya dengan keluarganya baik baik saja


walau harus mita merasakan sakit kehilangan laki laki yang selama ini menemani hari harinya


mita pun memilih tidur dengan memeluk foto. fian yang mita ambil dari dinding kamar mita


berharap saat mita tertidur ada fian di dalam mimpinya