
Tidak terasa hubungan fian dan mita bertahan sudah 1 tahun dengan segala kerumitanya dan segala halangannya mereka mampu melawati semua itu dengan baik
begitu pun orang tua fian yang tidak lagi pernah membahas masalah fian dengan mita mereka sangat yakin bahwa hubungan mita dan fian sudah kandas setelah orang tua fian menyuruh fian memutuskan hubungannya dengan mita
mita mulai gelisah dengan keadaan ini mau di bawa kemana kisah Asmara mereka nantinya karena hubungan mereka juga sudah lama umur mereka pun sudah tidak muda lagi mau sampai kapan mereka menjalani hubungan seperti ini
sementara fian masih belum berhasil membuat orang tua fian menerimanya
fian masih berpikir keras bagaimana cara agar orang tua fian mau menerima mita dengan baik
sepulang kerja mita ingin membicarakan maslah ini kepada fian sebenarnya mita tidak tega tapi mita harus menanyakan maslah ini karena ini untuk masa depan hubungan mita dan fian
mita sudah siap dengan apapun resiko yang nantinya di terima jika harus selesai sampai disini mita harua mengikhlaskan fian pergi untuk keluarganya dari pada harus terus begini rasanya tidak nyaman dengan hubunga diam diam dan tidak ada tujuan
mita mencoba mengirimkan pesan kepada fian untuk menjemputnya sepulang kerja nanti
detik berganti menit menit berganti jam dan jam pulang kerja pun telah tiba mita segera siap siap dan segera menunggu fian di depan kantor
nayla yang melihat mita Buru Buru pun curiga
" hayoo mau kemana tumben pulang kok Buru Buru banget kenapa sih "
nayla merasa curiga dengan sahabatnya itu karena biasanya mita selalu pulang lebih akhir dari pada nayla
" hheheheh mau kencan dong mau kemana lagi kangen tau sma fian aku heheheh "
mita tidak mau nayla tau permasalahan yang sedang mita hadapi agar nayla tidak khawatir
naylapun hanya tersenyum melihat jawaban mita karena merasa bahagia melihat sahabatnya bisa bertahan dengan kisah serumit itu
" ecie cie yaudah fun ya salam ke fian " sambil pergi berlalu meningalkan mita yang sudah menunggu fian dari tadi di kursi kantin depan kantor
tidak berapa lama fian pun datang dengan gaya senyum manis fian seperti biasa membuat mita begitu bahagia menikmati senyum manis fian mita tidak tau apakah besok mita masih bisa melihat senyum fian itu
melihat mita melamun fian segera menarik tangan mita dan menyuruhnya untuk segera naik
mita pun langsung tersadar dari lamunannya dan segera naik motor fian
fian : mau kemana tuan Putri hari ini
mita : nonton yuk yang udah lama nih gak pernah nonton
fian : siap tuan Putri meluncur hehehehe pegangan ya aku gak mau kamu jatuh ehhehe
mita : heheheh ini udah pegangan dari tadi tau
mita tidak mau langsung membahas masalah ini mita faham betul bagaimana fian dia akan sangat terpukul jika mita langsung membahas maslaah ini
setelah berjalan 20 menit sampailah mereka di parkiran mall
setelah berjalan memasuki bioskop mereka memilih film yang akan di tonton
mita pun memilih film romantis setelah membeli tiket mereka menunggu di dalam bioskop karena di luar begitu banyak orang dan tidak ada tempat duduk
mita duduk di sebelah fian sambil memegang tangan fian dengan erat mita takut pengangan ini tidak akan mita dapat lagi
melihat mita mita banyak melamun membuat fian curiga
fian : kamu kenapa yang ada masalah
mita : gak sayang aku lagi kangen aja sama kamu
mendengar pernyataan mita fian segera membalas pegangan tangan mita dengan erat kali ini tidak hanya tangan fian menarik kepala mita ke bahunya
membuat mita semakin bahagia
mita hanya menurut dengan manaruh kepalanya di bahu fian karena itu sangat nyaman
mita benar benar takut kehilangan semua ini tapi tidak ada pilihan lagi selain memperjelas hubungan ini dan segala resikonya sekalipun harus kehilangan fian
film pun sudah mulai di putar semua menikmati film romantis yang sedang di putar hanya mita yang tidak menikmati film tersebut yang di lihat mita adalah fian yang ada di film itu
fian melihat mita hanya sesekali memegang pipi mita dengan lembut
tak terasa air mata mita jatuh dan jatuh tepat di tangan fian membuat fian terkejut dan langsung mengangkat kepala mita dan menghadapkanya tepat di wajah fian
fian : kamu kenapa???
mita: aku gak papa yang aku hanya kangen kamu dan aku takut suatu saat nanti aku akan kehilangan semua ini jujur aku tidak siap
fian : hey siapa yang akan ninggalin kamu
sambil menghapus air mata mita fian segera memeluk mita dan membuat penonton lainya yang ada di sebelah mereka menoleh ke arah mita dan fian
membuat fian segera melepaskan pelukannya dan kembali ke duduknya semula dengan wajah yang setengah malu
setelah 2 jam berlalu film pun selesai
fian pun berjalan dan terus menggandeng tangan mita dengan erat seolah-olah fian memberi isyarat bahwa dirinya tidak ingin kehilangan mita
fian : sayang makan yuk
mita : makan di kos aja yuk yang kita beli aja lewat gojek online yah
fian pun mengiyakan permintaan kekasihnya itu karena fian sebenarnya juga capek sekali dan ingin sekali melemaskan punggung nya
setelah sampai di kos mita fian segera menuju tempat tidur dan menyalakan kipas angin yang ada di sebelah tempat tidurnya
mita segera mandi dan membiarkan fian beristrhat
setelah mita selesai mandi dan fian ternyata sudah bangun dengan makanan di depan nya
fian : sini aku suapin yang
mita hanya menurut dan langsung duduk di depan fian
fian melihat mita hanya tersenyum karena bagaianya sekarang ada di depan mata
fian menyuapi mita dengan mesra membuat mita semakin merasa takut untuk kehilangan fian
mita : yang udah aku kenyang
fian : iya udah sayang habis ini aku pulang ya aku ada kerjaan yang gapapa kan
mita : sayang aku mau bicara boleh
mita meraih tangan fian yang sudah beranjak untuk pulang
melihat mita fian segera duduk dan melihat mita dengan tatapan yang penuh tanda tanya
mita : yang bagaimana dengan keluarga kamu apa mereka masih tidak bisa menerima aku??
fian : heeeem sayang kenapa kamu tanya maslah ini??
mita : kita udah satu tahun yang mau sampai kapan kita begini dan mau di bawa kemana hubungan ini yang kalau memang keluarga kamu masih kukuh buat gak mau nerima aku aku ikhlas kalau harus hubungan ini selesai hiks hiks hiks
seketika fian terdiam melihat pernyataan mita hatinya sakit mendengar kata kata itu
air mata fian tak terasa jatuh begitu saja fian benar benar tidak tau mau menjawab apa untuk pertanyaan mita kali ini
mita menghapus air mata fian dan mengangkat wajah fian yang dari tadi tertunduk
mita : dengar kalau memang ini jalan terbaik buat kita aku rela yang demi keluarga kamu dan juga demi kebahagiaan kamu kedepanya
air mata fian semakin deras mengalir fian menatap mita dan menghapus air mata mita
fian : tolong jangan bahas ini dulu yang kumohon aku belum tau jawaban untuk ini aku gak mau kamu pergi aku akan bicara ke orang tua ku beri aku waktu yang kumohon
tatapan fian memelas dan memohon kepada mita seolah meminta agar mita mau dan mengerti keadaan fian
mita :aku harap jawabannya segera ya yang ku mohon mengertilah juga keadaanku yang
kali ini. fian mengiyakan permintaan mita dan fian pun berjanji akan segera memberi jawaban atas apa yang mita mau dan fian janji apapun keadaanya fian akan tetap bersama mita
mita : jangan korbankan keluargamu demi aku yang aku gak mau aku mau semua baik baik saja dan gak ada yang di korbankan biarkan aku yang mengalah jika menang keluarga kamu masih belum bisa menerima aku
fian segera menutup mulut mita dengan jarinya fian tidak mau lagi mendengar mita mengucap kata kata itu lagi
fian : aku pulang dulu ya aku mohon jangan mikir macem macem ya inget secepatnya aku akan memberimu jawaban dan juga restu dari orang tua ku kamu faham kan yang
mita hanya mengangguk dan memeluk fian untuk terkahir sebelum fian pulang
fian pun membalas pelukan mita dengan erat
fian mencium kening mita dan mencium bibir mita dengan mesra sebelum pulang
mita hanya terdiam menikmatinya
" aku mencintaimu sunguh sunguh mencintaimu jangan tinggalkan aku "
pernyataan fian membuat mita kuat
fian segera berlalu dan pergi
kini mita hanya sendiri menangisi takdirnya
mita hanya berdoa semoga keinginan fian dan mita menemui jalan terbaik walaupun harus berpisah
mita akan ikhlas demi keluarga fian dan demi fian agar hubungannya dengan keluarganya baik baik saja
walau harus mita merasakan sakit kehilangan laki laki yang selama ini menemani hari harinya
mita pun memilih tidur dengan memeluk foto. fian yang mita ambil dari dinding kamar mita
berharap saat mita tertidur ada fian di dalam mimpinya