
RUMAH FIAN
Setelah memikirkan matang matang perkataan mas David dan juga nayla
fian mulai mempersiapkan ingin membicarakan masalah ini kepada mita
sejujurnya fian tidak tega jika harus terus menerus membiarkan mita seperti ini
fian sadar tindakannya kali ini benar benar keterlaluan
tidak adil rasanya kalau fian terus terusan berbuat seperti ini sedangkan mita menunggu fian kembali seperti dulu lagi
fian berfikir keras bagaimana cara membuat keluarga fian menyetujui hubunganya dengan mita
dan bagaimana membuat mita yakin bahwa fian ingin memperjuangkan hubunganya
dan tuduhan mita salah bahwa fian ada wanita lain
dalam hati fian tidak pernah terbesit rasa ingin menyakiti mita
fian bukanlah laki laki yang seperti itu
fian adalah laki laki yang Setia bahkan fian tidak akan membuka hatinya untuk wanita manapun karena di hatinya hanya ada mita
masih dalam keadaan di atas tempat tidur fian terus memandangi foto mita yang terpasang di dinding kamar fian
dengan senyumnya fian bergumam dalam hati "suatu saat aku akan bahagiakan kamu dengan caraku yang aku janji"
30 menit berlalu fian beranjak dari tempat tidurnya dan mandi
malam ini fian ingin mengajak mita pergi dan berbicara tentang maslah fian saat ini
fian benar benar rindu senyum mita
manja nya mita rindu semua tentang mita
walau hanya 1 minggu rasanya sudah 1 tahun fian tidak bertemu dengan kekasihnya itu
setelah selesai mandi fian mencoba menelfon mita dengan handuk yang masih melilit di pinggang fian
KAMAR MITA
"kring kring kring" handphone mita berbunyi membuat mita terbangun dari tidurnya
seketika mata mita terbelalak seolah tidak percaya bahwa yang menelepon nya adalah fian
laki laki yang akhir akhir ini kabarnya di tunggu oleh mita
laki laki yang berubah entah apa yang sudah merubahnya
( jika kalian jadi mita apa yang akan kalian lakukan kalau pasangan kalian berubah,,,,,? jawab di komen ya semoga pembaca aku sejalan sama aku ya ehehehh)
dengan cepat mita segera mengangkat telfon dari fian
" halo assalamualaikum pacar aku" membuka percakapan yang sudah lama tidak pernah fian lakukan
" kamu kemana aja sih yang,,,,,,,? kamu kenapa,,,,,, ? aku salah apa,,,,,,? hiks hiks hiks"
mencoba menanyakan gelelisahan hati mita selama ini dengan nafas yang sedikit terbata bata
"sudah sayang jangan menangis ya yuk kita jalan jalan" mencoba menenangkan mita dan mencoba mengalihkan topik pembicaraan karna fian sadar fian salah dalam kasus ini
"kamu jahat hiks hiks hiks" mita terus mengintrogasi fian dan ingin fian menjawab pertanyaan mita
"jam 7 aku jemput ya sekarang kamu siap siap ya dandan yang cantik ya " mulai menutup telfon karena fian tidak mau menjawab pertanyaan mita
mita mulai bersiap siap untuk segera mandi 10 menit berlalu
mita bersiap untuk ganti baju dan segera beriap siap karena sebentar lagi fian akan menjemputnya
perasaan mita sangat gugup perasaanya kembali lagi ke perasaan mita yang pertama kali bertemu fian dulu
" tok tok tok" mita mendengar pintunya ada yang mengetuk langsung beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu
dia sudah mengetahui bahwa itu adalah fian
dengan mata berkaca kaca mita memeluk fian dengan erat mita tidak mau ditinggal oleh fian lagi tak terasa air mata mita mengalir
fian yang hanya diam menikmati pelukan mita merasa bersalah karena fian mita jadi seperti ini
"maafkan aku sayang" gumam fian dalam hati
fian berusaha melepaskan pelukan mita dan mulai menghapus air mata mita
" ih pacar aku jadi jelek kalau nangis gini udah ah yuk. jalan jalan apa kamu mau diam disini aja sampa nanti yang" sambil mencubit hidung mita yang memang sedikit mancung itu
mita langsung tersenyum dengan perlakuan fian
"fian sudah kembali" batin mita
" ini fian ku dia kembali "
mita memeluk perut fian dengan erat bahagia sekali rasanya bisa jalan jalan kembali bisa tertawa kembali bersama fian
sampailah mereka di taman kota
setelah memarkir kan motor fian dan mita berjalan mencari tempat duduk yang nyaman untuk berbicara karena fian ingin malam ini semua masalahnya selesai dan fian ingin sekali kembali ke fian yang dahulu kekasih mita yang sangat mencintai mita
"sayang duduk situ yuk enak kayaknya bisa lihat jalan Raya bisa lihat orang orang pacaran juga heheheheh"
mita mengandeng tangan fian dan menariknya untuk duduk di tempat yang mita maksud
" memangnya kita gak pacaran yang ehheheh"
menatap mita dengan tatapan merayu
mereka berdua duduk sambil berpegangan tangan mita pun bersandar tepat di bahu fian
fian mulai mempersiapkan diri untuk segera berbicara
"sayang maafkan aku ya,,,,,,, " seketika mita memandang fian dan mulai menanggapi pembicaraan fian
"maaf untuk apa yang,,,,,,? emang kamu nyakitin aku,,,,,,? "
dengan wajah polosnya mita mulai bertanya kepada fian
fian menatap mata mita dan kali ini mata fian mulai berkaca kaca
"sayang aku tidak ada wanita lain sungguh,,,, aku tidak bisa melakukan itu karena dihati aku cuma ada kamu aku tidak akan pernah menyakiti kamu yang itu janji aku"
pernyataan fian kali ini membuat mita berkaca kaca
" terus kenapa kamu berubah akhir akhir ini sama aku yang aku slah,,,,,? hiks hiks hiks
"kumohon jangan menangis yang dengar kan aku aku mau jujur sama kamu tapi dengar apapun keadaanya aku tetep mau memperjuangkan semuanya dan kumohon jangan tinggalkan aku sendiri"
fian memcoba menghapus air mata mita tak terasa air mata fian mulai terjatuh kali ini fian benar benar tidak bisa membendung air matanya lagi
" aku janji aku tidak akan meninggalkan kamu yang dalam keadaan apapun "
kali ini mita gantian menghapus air mata fian
" keluarga ku tidak merestui hubungan kita yang,,,,,,,,,! hiks hiks hiks "
seketika air mata fian pecah lebih deras dari sebelumnya
mendengar kabar seperti itu hati mita hancur dadanya sesak bagai di sambar petir malam malam rasanya tidak percaya mita terdiam tidak dapat berkata apa apa sesekali dia melihat fian yang sudah menagis mita merasa bersalah sudah menuduh fian ada wanita lain ternyata ini lah sebab fian berubah
mita memeluk fian
"sayang maaf ya aku sudah menuduh kamu aku janji aku gak akan berfikir kamu yang aneh aneh lagi,,,,, sayang aku akan temenin kamu memperjuangkan semua ini aku gak akan membiarkan kamu sendiri berjuang " fian lega mendengar jawaban dari mita setidaknya sekarang fian tidak tertekan lagi untuk berpura pura menghindari mita
"aku janji semua ini akan segera membaik yang " memegang kedua tangan mita
dengan senyum mita menjawab seolah mengiyakan perkataan fian
" udah yang ih aku gak mau lihat kamu nangis lagi ok jadi apapun masalah kamu kumohon jangan di simpen sendiri ada aku kumohon cerita sama aku ya"
fian hanya menggaangguk
setelah dirasa cukup fian mengajak mita untuk segera pulang karena tidak di sadari jam sudah menunjukkan pukul 9 malam waktunya mereka harus pulang karena mereka berdua besok harus bekerja
selama perjalanan mita hanya memeluk fian seolah meyakinkan fian akan keseriusan mita
fian hanya menikmati pelukan mita fian berharap semoga masalah ini segera selesai dan keluarga fian segera menerima mita untuk menjadi pasangan fian
sampainya di kos mita fian menatap mita dengan tatapan penuh Cinta fian mendekatkan bibirnya tepat di kening mita
"selamat malam sayang semoga mimpi Indah ya "
mita hanya membalas dengan lambaian tangan fian berlalu dan pergi
RUMAH FIAN
setelah sampai di rumah fian langsung menuju kamar fian dengan hati yang lebih lega dan tenang
fian mulai membaringkan badanya
fian bersyukur akhirnya masalah nya sudah mulai menemui titik tengah
setidaknya dia sudah berani jujur kepada mita tentang masalahnya
sekarang giliran fian berfikir bagaimana membuat keluarga percaya akan pilihan fian
fian tidak mau kisahnya berakhir seperti mas David
walaupun memang sekarang mas David sudah mempunyai anak tetapi mas David tidak bahagia lahir dan batinya karena harus menerima paksaan dari keluarga fian dan meningalkan kekasihnya
karena menurut fian kebahagiaan sesunguhnya ialah hidup bahagia dengan orang yang kita Cintai dan orang yang mencintai kita
TAMBAHAN
assalamualaikum semua pembaca mohon bantuan vote dan komen ya karena vote dan komen kalian adalah semangat menulis buat aku