
jam sudah menunjukkan pukul 5 sore fian yang sudah cemas menunggu kedatangan mas david di kamar fian sesekali melihat lewat jendela apakah mobil mas david sudah datang atau belum
selang berapa lama yang di tunggu tunggu fian pun tiba mas davib memarkirkan mobilnya di garasi rumah fian dengan segera fian menyambut kedatangan mas david dan menarik tangan mas david
mas david yang baru saja turun dari mobil pun kaget melihat tingkah fian tetapi mas david hanya bisa menurut dan mengikuti langkah fian masuk kedalam kamarnya
kini fian pun sudah duduk tepat di depan mas david dan fian pun mulai menceritakan apa yang sudah terjadi
fian : mas ibu sudah tau kalau aku selama ini bohongin ibu sama bapak mass dan sekarang ibu marah sama aku di kamarnya aku harus berbuat apa mass
david : tau bagaimana tau dari siapa ya udah kalau memang udah tau tunggu bapak pulang kita bicara kan ini lagi udah tenang
fian : tapi masss
david : udah lu cowok kan harus berani dong hehehehe
mas david mencairkan suasana agar fian sedikit tenang menghadapi ibu dan bapak nanti mas david tidak tega melihat adiknya menangis di hadapan ya gara gara masalah ini
fikiran fian tidak tenang fian tidak mau ibunya kenapa napa di dalam kamar sana
" huuuft semoga ibu baik baik saja " batin fian
KAMAR IBU FIAN
Di dalam kamar ibu fian sangat terpukul menerima kenyataan bahwa anaknya telah membohongi nya selama ini ibu fian hanya bisa menangis sambil memeluk foto fian dan mas david saat mereka masih kecil setelah menenangkan hati ibu fian memutuskan untuk menghubungi bapak fian agar segera pulang dan menyelesaikan masalah ini
ibu : assalamualaikum pak bapak di mana cepetan pulang sekarang
bapak : kenapa bu kok suara ibu kayak habis nangis gitu kenapa???
ibu : fian pak fian ternyata selama ini membohongi kita fian masih berhubungan dengan kekasihnya itu pak hiks hiks hiks
bapak : apa??? kurang ajar anak itu dasar anak tidak tau di untung
bapak fian langsung mematikan telepon nya dan segera bergegas pulang
tak lama kemuadian bapak fian sampai di rumah membuat hati fian semakin berdegup kencang
" fian fian keluar kamu sini fian " dengan lantang suara begitu tinggi bapak fian memanggil fian yang ada di dalam kamar untuk keluar di ruang tamu keluarga setelah fian keluar di susul dengan mas david di belakang nya
" Plak " pukulan mendarat tepat di pipi fian membuat mas david segera menarik fian dan memindahkan posisi fian yang tadinya ada di depan mas david berpindah posisi di belakang mas david
mendengar keributan di ruang tamu ibu fian segera keluar dari kamar dan melihat kedua anaknya sedang beradu pendapat dengan bapaknya sendiri
david : pak apa begini cara bapak menunjukkan kasih sayang bapak kepada anaknya dengan memaksakan kehendak bapak tanpa tau perasaan anaknya bapak gimana
fian : pak tolong dengar fian sekali ini aja pak fian mohon izinkan fian memilih pasangan hidup fian pak fian gak mau kayak mas david yang terjebak di dalam keluarga yang gak ada kasih sayangnya fian janji fian gak akan merepotkan ibu dan bapak masalah materi saat aku sudah memilih mita sebagai pasangan aku
ibu : sudah sudah malu di dengar tetangga pak fian david udah hiks hiks hiks kalian ini keluarga kenapa. sih harus gini
bapak : oke bu bapak akan izinkan fian memilih wanita pilihannya itu dengan catatan dia tidak akan dapat sepeserpun warisan dariku catat itu
bapak fian segera pergi berlalu meninggalkan mereka semua di ruang tamu masuk kamar dan menutup kamar dengan begitu keras
fian dan david hanya terdiam melihat bapak nya berlalu dan merasa lega karena hanya warisan yang orang tua fian permasalahan
fian mencoba duduk karena merasa lega masalah ini mulai menemui titik terang disusul mas david juga ikut duduk di sebelah fian
ibu fian tetap berdiri dan memandangi kedua anaknya sambil mengusap air mata yang sejak tadi jatuh di pipi ibu fian
ibu : fian ini pilihan kamu nak jangan sampai kamu menyesal ibu tidak bisa bantu kamu apa apa dan buat david maaf nak kalau kamu selama ini hidup di dalam rumah tangga yang tidak ada kasih sayangnya semata mata karena ibu dan bapak hanya mau masa depan kamu baik
fian dan mas david hanya terdiam menunduk fian dan mas david tidak mau menjawab perkataan ibunya
ibu fian berlalu dan masuk ke dalam kamar menyusul bapak fian
suasana menjadi hening hanya ada fian dan mas david kini di ruang tamu
fian : makasih ya mass mas david boleh pulang Sekarang mas david pasti capek
david : yaudah aku pulang dulu ya kalau ada apa apa kabari ya
fian hanya mengangguk
setelah mas david pulang fian segera masuk ke dalam kamar
menatap kaca sambil merapa pipi yang tadi mendapat pukulan cantik dari bapak fian
" huuuft maafkan fian bu pak fian gak bermaksud membuat ibu dan bapak marah kayak tadi sunguh " gumam fian salam hati
kini fian lega maslahnya sudah selesai
walaupun dengan syarat fian tidak akan mendapat warisan dari keluarga fian tapi itu tidak masalah bagi fian yang terpenting hubunganya di restui dengan mita