I And You

I And You
Berbeda


Setelah kejadian sore itu suasana rumah fian menjadi sunyi tidak ada lagi senyum ibu fian seperti biasa fian sangat memaklumi itu mungkin ibu fian masih merasa kecewa kepada fian tetapi fian tetap memberi senyum manisnya kepada ibunya fian berharap ibunya segera memafkanya dan segera kembali seperti sedia kala


setelah selesai sarapan fian pun berpamitan untuk berangkat kerja walaupun ibu fian masih terlihat acuh fian tetap mencium tangan ibu fian seperti biasa memberi salam dan fian purn berlalu pergi


melihat kepergian fian tak terasa air mata ibu fian pun jatuh entah kenapa rasanya begitu berat memberikan restu untuk hubungan fian apalagi mendengar keputusan bapak fian bahwa fian tidak akan mendapatkan warisan jika fian masih tetap memilih wanita pilihannya itu bagaikan disambar petir di pagi hari perasaan ibu fian sakit begitu sakit bukan karena tidak mau melihat anaknya hidup bahagia dengan Cinta tetapi memikirkan bagaimana masa depan anaknya nanti dan bagaimana jika fian benar-benar tidak mendapatkan warisan bagaimana hubungan bapak dan anak ini selanjutnya sungguh ini benar-benar masalah terberat untuk ibu fian


ingin rasanya ibu fian memeluk fian dan mencoba menuruti apa yang fian mau tapi bagaimana dengan bapak fian


"ya allah tunjukkan kuasamu hiks hiks hiks jika wanita itu baik. untuk anakku ku mohon permudahlah jangan di persulit jika wanita itu tidak baik untul. anakku ku mohon tunjukkan kuasamu"


sambil mengusap air matanya yang sedari tadi mengalir di pipi nya


KANTOR FIAN


Sesampainya di kantor fian segera mencari mita fian tidak sabar ingin segera menceritakan apa yang sudah terjadi kemarin tentunya tidak dengan masalah warisan jika mita tau mita akan menyuruh fian untuk menuruti ornag tuanya fian tau betul mita tidak akan setuju dengan hubungan yang tidak mendapatkan restu yang tulus dari orang tua fian


" kemana anak ini kenapa tidak ada di kantor "


gumam fian karena tidak mendapati mita sedari tadi mana sebentar lagi doa pagi akan segera. di mulai fian mulai cemas dan mulai mencari nayla siapa tau nayla sedang bersama mita


setelah mondar mandir akhirnya fian menemukan nayla di kantin depan kantor


fian : lah nay lu disini mana mita ??


nayla : lah mana gua tau fi kan pacar lu gimana sih???


fian : serius lu nay?? apa dia gak masuk kok gak ngabarin aku ya???


fian dan nayla mulai saling pandang


fian mulai menghubungi mita tapi tidak ada jawaban sama sekali merasa khawatir nayla pun mencoba menelepon mita tapi tetap tidak ada jawaban


fian dan nayla pum cemas dengan keadaan mita


" udah susul gih ke kos fi takut dia kenapa napa udah cepet " perintah nayla kepada fian


tanpa menjawab fian pun segera pergi meninggalkan nayla dan menuju kos mita dengan kecepatan yang di atas rata rata fian melajukan motor maticnya


dengan hati yang begitu cemas fian berharap kekasihnya tidak dalam kondisi buruk


sampainya di kos fian mencoba mengetuk pintu dan tidak ada jawaban tanpa berfikir panjang fian mendobrak pintu mita dan


"bruak " pintu berhasil di dobrak dan fian melihat mita sedang tergeletak di bawah tempat tidur fian yang mengetahui itu langsung shok dan segera membaringkan mita ke. atas tempat tidur dan mencoba membangunkanya dengan memberi minyak kayu putih di hidung dan perutnya tetapi nihil mita masih belum sadarkan diri


air mata fian terjatuh tanpa fian sadari sakit hatinya melihat kekasihnya tak sadarkan diri di depanya dan fian benar benar tidak mengerti harus berbuat apa


" kumohon bangun sayang ayo lah aku bawa kabar gembira untuk kamu kita dapat restu dari orang tua ku yang ku mohon bangunlah hiks hiks hiks "


air mata fian jatuh tepat di pipi mita tak lama kemuadian mita pun tersadar melihat mita menggerakkan sedikit matanya membuat fian bahagia dan segera mengambil air minum untuk mita


setelah mita membuka matanya fian membantunya untuk sedikit duduk dan memberikan minum


mitapum hanya menurut karena mita benar-benar tidak sadar apa yang sudah terjadi


" sayang aku kenapa kok kamu nangis ???"


fian langsung menghapus air matanya agar mita tidak khawatir


" kamu kenapa kok pingsan aku khawatir tau yang "


mendengar perkataan fian mita hanya terdiam mita benar-benar tidak sadarkan diri apa yang sudah terjadi yang dia ingat hanya saat beranjak. dari tempat tidur semua menjadi gelap


" yang aku bener-bener gak inget aku cuma inget aku bangun tidur dan tiba tiba gelap udah "


" yaudah masih pusing gak kalau gak yuk priksa "


karena. merasa khawatir dengan kesehatan kekasihnya itu


" yang aku pusing banget biar aku panggil dokter langganan aku aja yaa "


fian pun mengangguk menyetujui kemauan mita tidak tega juga kalau harus mengajaknya keluar mengunakan speda motor kena angin


fian : sambil nunggu dokter aku suapin makan ya


mita : emang ada makanan hehehe


fian : aku udah pesen kok


fian : kok makasih


mita : makasih karena sudah menjadi laki-laki terbaik buat kau


tak lema kemudian makanan yang fian tunggu pun datang lengkap dengan susu hangat kesukaan mita


dengan telaten fian menyuapi mita


membuat mita bersyukur memiliki lelaki seperti fian


mita : sayang kamu gak kerja??


fian : mana mungkin aku kerja pacar aku sakit


mita : sayang maafin aku ya


fian : kok maaf sih udah tangung jawab aku yang udah ya pokoknya kamu fokus sehat dulu terus kita jalan jalan mau gak


mita : mau dong ehehehh


20 menit berlalu dokter mita pun sudah datang sedikit kaget karena melihat pintu mita sedikit rusak dan kamar sedikit berantakan


dokter : habis ngapain??? kok gini kamarmu


mita : hehehe gapap dokter pintunya di dobrak sama pacar aku


fian : hehehe maaf


dokter : pasti pingsan lagi ya kamu tuh bandel emang kalau di bilangin sini


sambil memeriksa mita dokter pun seperti hafal akan kelakuan mita yang susah minum obat dan susah atur makan membuat mita gampang sekali pingsan


mendengar kata-kata dokter fian pun melirik mita dengan lirikan tajam seolah ingin sekali membunuh mita karena selama ini mita menyembunyikan hal sepenting ini dari fian


selama dokter itu memarahi mita fian hanya diam sampai dokter pun pulang barulah fian mulai berbicara


mita yang sudah mengetahui bahwa fian akan marah pun hanya tersenyum ringan


mita : sayang maaf aku cuma gak mau kamu mikir aku masalah kamu kan udah banyak udah ya sekarang kan kamu tau jadi jangan marah ya biar aku cepet sembuh hehehe


mendengar pernyataan mita fian pun luluh dan mengurungkan niatnya untuk memarahi kekasihnya itu dan segera menyodorkan beberapa obat yang tadi sudah di siapkan dokter


dengan sedikit cemberut mita pun menuruti fian untuk meminum obat itu


setelah meminum obatnya fian segera menarik selimut mita dan menyuruhnya untuk istirahat


karena dokter bilang mita harus banyak banyak istrhat


mita : sayang gimana kemarin???


fian: heeeeeem aku berhasil yang hehhehehe


mita : serius kok bisa


fian: iya lah aku kan usaha sma mas david hehehe aku tadi mau nemuin kamu mau kasih kamu kejutan kabar ini eh malah aku yang terkejut lihat kamu pingsan


mita : hehehehe maaf ya sayang aku janji aku akan makan banyak


fian : awas bohong


melihat mita begitu bahagia dan semangat lagi fian pun lega akhirnya semua maslahnya selesai sesuai kemauan fian


melihat mita tergeletak sepeti tadi juga rasanya tidak tega kalau harus terus terusan membuat dia berfikir tentang hubungan ini


setelah mita tertidur pulas fian pun memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya yang tadi dia tinggalkan fian tidak mau mengganggu istirahat kekasihnya itu


sebelum pergi. fian mencoba memperbaiki pintu yang tadi dia rusak dengan kakinya


tidak mungkin fian meninggalkan mita tertidur dengan pintu rusak


setelah 1 jam berlalu pintu pun selesai kamar pun sudah fian rapikan fian mencium kening mita dan pergi untuk kembali ke kantor


TAMBAHAN


bantu vote ya teman-teman bantu like dan komen juga buat semangat aku