I And You

I And You
Sikap orang tua fian


Hari hari fian lalui di rumah sekarang hanyalah sunyi tidak ada lagi kehangatan ibu fian kalau bapak fian memang dari duli tidak pernah hangat ke kedua anaknya selalu seperti musuh apapun yang di bahas pastilah debat pada akhirnya


hari ini hari minggu hari di mana biasanya mas David dan mbg Ayu serta kayla gadis cantik itu datang dan ibu sama bapak pasti akan keluar dari kamarnya untuk bermain dengan cucu semata wayang mereka


fian yang menunggu kedatangan keluarga mas David dari dalam kamar pun sesekali melihat ke arah luar agar saat mas david datang fian bisa langsung keluar syukur syukur bisa bareng sama ibu keluarnya


jujur fian sangat merindukkan ibunya kasih sayangnya yang akhir-akhir ini hilang entah kenapa apa karena fian memilih mita untuk pasangan hidupnya entahlah yang jelas fian rindu ibunya


1 jam berlalu fian mulai melihat kedatangan mas david dan kedua dayang dayangnya siapa lagi kalau bukan istri dan anaknya hehehehe


assalamualaikum


suara mas David dan mbg ayu terdengar berbarengan membuat ibu fian dan bapaknya menyadari kalau cucu dan anak mantunya datang


ibu : pak kayla datang bapak gak mau keluar???


bapak : siap siap dulu lah buk males sebenernya nya lihat kedua anak mu yang gak bisa di atur itu apa lagi fian


ibu : sudah lah pak kan masalah nya sudah selesai fian juga sudah memilih ayo lah pak gak enak kalau satu rumah diem diem an terus ya


bapak fian pun hanya mengangguk dan meneruskan kan untuk membenahi sarung yang dipakainya


sementara itu fian sudah menyambut keluarga mas David di ruang tengah seperti biasa bermain dengan kayla karena sungguh menggemaskan sekali


fian sesekali menoleh ke arah kamar ibu dan bapak berharap mereka segera keluar untuk menyambut kedatangan cucunya tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda orang tua fian keluar


di ruang tengah mas david sedang sibuk dengan ps nya menata dan mencari permainan yang cocok untuknya dan fian tentunya


saat mas david dan fian mulai permainanya tiba-tiba terdengar bunyi suara pintu di buka semua mata tertuju ke arah dimana suara itu muncul


benar suara pintu kamar orang tua fian terbuka membuat fian sedikit bisa tersenyum setidaknya fian bisa berdekatan dengan ibunya setelah masalah yang kemarin


ibu : cucu nenek yang cantik sudah datang sini cium nenek sama kakek


sambil membuka tangan agar kayla datang ke pelukannya


tanpa di kasih aba aba kayla pun langsung berjalan menghampiri nenek dan kakeknya


bapak : heeem harum sekali cucu bapak ini ehhehe


melihat orang tua fian asik dengan kayla fian sedikit mencuri curi pandangan kepada ibunya


sesekali ibu fian pun melirik fian karena sejujurnya ibu fian pun rindu akan manjanya fian selama ini


orang tua fian asik bermain dengan kayla mbg ayu asik melihat handphone nya sedangkan fian dan mas david tidak usah di tanya lagi mereka aslik dengan permainan nya


ibu fian beranjak untuk ke dapur memasak seperti biasa saat ibu fian mulai melangkah fian mengikuti di belakang nya dan saat di dapur fian pun langsung memeluk ibunya dari belakang


ibu fian yang menyadari itu hanya terdiam dan membiarkan fian melakukan hal itu karena sejujurnyanya ibunya rindu pelukan ini


ibu : mau di masakan apa hari iini??


fian : apapun yang ibu masak pasti akan aku habiskan


menoleh menatap fian dengan tatapan yang teramat rindu tatapan ibu fian pun tidak bisa di bohongi fian menyadari semua itu suara manja fian terdengar Indah di telinga ibu fian membuat air mata ibu fian tidak dapat di bendung lagi


"aku sayang ibu maaf kan anak mu ya "


fian tidak mau berlama lama berdua dengan ibunya karena fian tidak mau air matanya juga terjatuh


mbg ayu yang melihat kejadian itu pun langsung berpura-pura tidak melihat saat melihat fian membalikkan badanya dan pergi meninggalkan dapur sama seperti mbg ayu fian pun menutupi kesedihannya dengan pura-pura tersenyum di depan mbg ayu


saat mbg ayu mendekati ibu dan ibu terlihat seperti habis menangis membuat mbg ayu bertanya tanya dan memberanikan diri bertanya barang kali ibu sedang dalam kondisi sakit atau lainnya atau mungkin fikiran mbg ayu kembali kepada fian yang tadi bersama ibu


ayu : ibu gapapa??? kalau ibu sakit biar ayu saja yang masak buk


ibu : ndak yu ini ibu kelilipan aja heheh


ayu pun memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi pertanyaan karena takut ibu fian tidak menyukai pertanuaanya


setelah mbg ayu dan ibu fian selesai masak semua di suruh berkumpul di meja makan karena sudah waktunya makan siang


saat bapak fian beranjak dari tempat duduknya dan kakinya terasa sedikit nyeri membuat bapak fian kembali duduk lagi


" achhhh " suara rintihan bapak fian segera fian menghampiri dan memijat kaki bapak fian


membuat bapak fian terdiam tidak bersuara apapun serta membuang muka dari fian tetapi fian tidak memperdulikan itu fian terus memijat kaki bapak fian


fian : bapak gapapa?? mau fian bantu jalan


tanpa menjawab sepatah apapun tanpa menunggu lama fian segera meraih tangan bapak fian dan memapahnya ke meja makan


tanpa menolak bapak fian pun menurut dan mengikuti fian untuk berkumpul di meja makan


melihat fian memapah bapak ibu fian pun langsung panik dan menghampiri bapak fian


ibun: bapak kenapa??


bapak : gapapa buk yuk makan dulu nanti baru pijitin kaki ku ya bu


fian : biar nanti selesai makan fian yang mijitin


tanpa menunggu jawaban dari bapak atau ibu fian pun dengan lantang mengajukan diri untuk memijit kaki bapaknya


mendengar perkataan fian orang tua fian pun hanya terdiam tidak bersuara


makan siang pun akhirnya berjalan dengan hikmat hanya suara sendok dan kayla yang terdengar


yang lainya fokus untuk menghabiskan makanan yang tersaji di depan mereka


setelah makan siang usai fian mulai mengambil salep urut untuk memijat kaki bapaknya


fian : sini pak


tanpa mengeluarkan sepatah apapun bapak fian hanya menurut dan membuka sedikit sarungnya agar fian dapat memijat dengan mudah


setelah selesai memijat fian memapah bapak untuk ke kamarnya agar bapak dapat istirahat dengan cepat


melihat fian dan bapak begitu hangat ibu fian pun bahagia akhirnya bapak dan fian bisa berdamai seperti wajarnya bapak dan anak pada umumnya


fian pun lega akhirnya ibu dan bapak nya sudah mulai memaafkan kesalahan fian dan menerima mita tentunya