
Hari hari fian lalui di rumah sekarang hanyalah sunyi tidak ada lagi kehangatan ibu fian kalau bapak fian memang dari duli tidak pernah hangat ke kedua anaknya selalu seperti musuh apapun yang di bahas pastilah debat pada akhirnya
hari ini hari minggu hari di mana biasanya mas David dan mbg Ayu serta kayla gadis cantik itu datang dan ibu sama bapak pasti akan keluar dari kamarnya untuk bermain dengan cucu semata wayang mereka
fian yang menunggu kedatangan keluarga mas David dari dalam kamar pun sesekali melihat ke arah luar agar saat mas david datang fian bisa langsung keluar syukur syukur bisa bareng sama ibu keluarnya
jujur fian sangat merindukkan ibunya kasih sayangnya yang akhir-akhir ini hilang entah kenapa apa karena fian memilih mita untuk pasangan hidupnya entahlah yang jelas fian rindu ibunya
1 jam berlalu fian mulai melihat kedatangan mas david dan kedua dayang dayangnya siapa lagi kalau bukan istri dan anaknya hehehehe
assalamualaikum
suara mas David dan mbg ayu terdengar berbarengan membuat ibu fian dan bapaknya menyadari kalau cucu dan anak mantunya datang
ibu : pak kayla datang bapak gak mau keluar???
bapak : siap siap dulu lah buk males sebenernya nya lihat kedua anak mu yang gak bisa di atur itu apa lagi fian
ibu : sudah lah pak kan masalah nya sudah selesai fian juga sudah memilih ayo lah pak gak enak kalau satu rumah diem diem an terus ya
bapak fian pun hanya mengangguk dan meneruskan kan untuk membenahi sarung yang dipakainya
sementara itu fian sudah menyambut keluarga mas David di ruang tengah seperti biasa bermain dengan kayla karena sungguh menggemaskan sekali
fian sesekali menoleh ke arah kamar ibu dan bapak berharap mereka segera keluar untuk menyambut kedatangan cucunya tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda orang tua fian keluar
di ruang tengah mas david sedang sibuk dengan ps nya menata dan mencari permainan yang cocok untuknya dan fian tentunya
saat mas david dan fian mulai permainanya tiba-tiba terdengar bunyi suara pintu di buka semua mata tertuju ke arah dimana suara itu muncul
benar suara pintu kamar orang tua fian terbuka membuat fian sedikit bisa tersenyum setidaknya fian bisa berdekatan dengan ibunya setelah masalah yang kemarin
ibu : cucu nenek yang cantik sudah datang sini cium nenek sama kakek
sambil membuka tangan agar kayla datang ke pelukannya
tanpa di kasih aba aba kayla pun langsung berjalan menghampiri nenek dan kakeknya
bapak : heeem harum sekali cucu bapak ini ehhehe
melihat orang tua fian asik dengan kayla fian sedikit mencuri curi pandangan kepada ibunya
sesekali ibu fian pun melirik fian karena sejujurnya ibu fian pun rindu akan manjanya fian selama ini
orang tua fian asik bermain dengan kayla mbg ayu asik melihat handphone nya sedangkan fian dan mas david tidak usah di tanya lagi mereka aslik dengan permainan nya
ibu fian beranjak untuk ke dapur memasak seperti biasa saat ibu fian mulai melangkah fian mengikuti di belakang nya dan saat di dapur fian pun langsung memeluk ibunya dari belakang
ibu fian yang menyadari itu hanya terdiam dan membiarkan fian melakukan hal itu karena sejujurnyanya ibunya rindu pelukan ini
ibu : mau di masakan apa hari iini??
fian : apapun yang ibu masak pasti akan aku habiskan
menoleh menatap fian dengan tatapan yang teramat rindu tatapan ibu fian pun tidak bisa di bohongi fian menyadari semua itu suara manja fian terdengar Indah di telinga ibu fian membuat air mata ibu fian tidak dapat di bendung lagi
"aku sayang ibu maaf kan anak mu ya "
fian tidak mau berlama lama berdua dengan ibunya karena fian tidak mau air matanya juga terjatuh
mbg ayu yang melihat kejadian itu pun langsung berpura-pura tidak melihat saat melihat fian membalikkan badanya dan pergi meninggalkan dapur sama seperti mbg ayu fian pun menutupi kesedihannya dengan pura-pura tersenyum di depan mbg ayu
saat mbg ayu mendekati ibu dan ibu terlihat seperti habis menangis membuat mbg ayu bertanya tanya dan memberanikan diri bertanya barang kali ibu sedang dalam kondisi sakit atau lainnya atau mungkin fikiran mbg ayu kembali kepada fian yang tadi bersama ibu
ayu : ibu gapapa??? kalau ibu sakit biar ayu saja yang masak buk
ibu : ndak yu ini ibu kelilipan aja heheh
ayu pun memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi pertanyaan karena takut ibu fian tidak menyukai pertanuaanya
setelah mbg ayu dan ibu fian selesai masak semua di suruh berkumpul di meja makan karena sudah waktunya makan siang
saat bapak fian beranjak dari tempat duduknya dan kakinya terasa sedikit nyeri membuat bapak fian kembali duduk lagi
" achhhh " suara rintihan bapak fian segera fian menghampiri dan memijat kaki bapak fian
membuat bapak fian terdiam tidak bersuara apapun serta membuang muka dari fian tetapi fian tidak memperdulikan itu fian terus memijat kaki bapak fian
fian : bapak gapapa?? mau fian bantu jalan
tanpa menjawab sepatah apapun tanpa menunggu lama fian segera meraih tangan bapak fian dan memapahnya ke meja makan
tanpa menolak bapak fian pun menurut dan mengikuti fian untuk berkumpul di meja makan
melihat fian memapah bapak ibu fian pun langsung panik dan menghampiri bapak fian
ibun: bapak kenapa??
bapak : gapapa buk yuk makan dulu nanti baru pijitin kaki ku ya bu
fian : biar nanti selesai makan fian yang mijitin
tanpa menunggu jawaban dari bapak atau ibu fian pun dengan lantang mengajukan diri untuk memijit kaki bapaknya
mendengar perkataan fian orang tua fian pun hanya terdiam tidak bersuara
makan siang pun akhirnya berjalan dengan hikmat hanya suara sendok dan kayla yang terdengar
yang lainya fokus untuk menghabiskan makanan yang tersaji di depan mereka
setelah makan siang usai fian mulai mengambil salep urut untuk memijat kaki bapaknya
fian : sini pak
tanpa mengeluarkan sepatah apapun bapak fian hanya menurut dan membuka sedikit sarungnya agar fian dapat memijat dengan mudah
setelah selesai memijat fian memapah bapak untuk ke kamarnya agar bapak dapat istirahat dengan cepat
melihat fian dan bapak begitu hangat ibu fian pun bahagia akhirnya bapak dan fian bisa berdamai seperti wajarnya bapak dan anak pada umumnya
fian pun lega akhirnya ibu dan bapak nya sudah mulai memaafkan kesalahan fian dan menerima mita tentunya