I

I
episode 7


Rio langsung melajukan Mogenya dan sebelum berlalu dia menyempatkan waktu menglakson sekali.


@Flash back to Ani dan Rio


Dijalan mereka saling diam tidak ada yang berkata. Hanya deru motor Rio yang terdengar. Rio berusaha memecah keheningan.


"An besok biar aku jemput saja. Kata Rio penuh rasa khawatir."


"Tapi aku tidak mau merepotkan kak Rio terus terusan. dari tadi aja aku sudah banyak merpotkan kak rio. Ucap Ani sedikit sungkan."


"Enggak ada kata merepotkan lah, kan kita juga 1 arah, selain gitu kan aku ngelewatin jalan deket rumahmu. Jawab Rio meyakin kan."


"Tapi aku ngak enak saja kak. ucap Ani "


"Udah lah, biasa aja, anggap saja aku ini kakak kamu. Ucap rio menenangkan Ani."


"Ya deh terserah kak Rio aja. jawab Ani pasrah.


Mereka dijalan terus asyik ngobrol hingga tanpa disadari Rio merasa nyaman di dekat Ani. Tapi dia menganggap perasaanya hanya sekedar hal biasa karena memang ini kedua kalinya bener benar sedekat itu dengan cewek. dan selang beberapa saat mereka sampai di depan Rumah Ani dan bu Ningsih sudah berada diluar dengan wajah yang khawatir


@**Flash back to rumah Ani


Ibu Ningsih benar benar khawatir karena Ani sudah sampai jam jam 15.45 belum pulang juga. karena tidak seperti biasanya Ani pulang telat. Ibu Ani khawatir menelpon Ani nomornya tidak aktif. Ibunya ani juga sudah menelfon ke Novi dia bilang bahwa Ani sudah pulang sejak siang.


Tiba-Tiba Bu Ningsih mendengar ada motor yang berhenti di depan rumahnya. Ia buru buru pergi melihat, dan berharap di depan adalah anak semata wayangnya.


Bu Ningsih kaget, dan benar benar kaget tapi juga senang melihat anak semata wayangnya yang di nanti nanti kelihatan batang hidungnya. Bu Ningsih tidak terlalu banyak tanya langsung menghampiri mereka.


setelah parkir Ani langsung turun di ikuti Rio, Bu Ningsih awalnya menatap Rio dengan tatapan tidak suka, karena bu sih mengira bahwa Rio mengajak anaknya main dan lupa waktu.


"Bu perkenalakan ini kakak kelas Ani yang nolong Ani waktu jatuh dijalan dan membawa ke Rumah sakit tadi. Ucap Ani sedikit merasa takut kalau ibunya marah.


"Assalamuallaikum Bu. saya Rio. Sapa rio sopan seraya mencium punggung tangan bu ningsih.


"Waalaikumsallam nak Rio, YaAlloh terimakasih banyak lo nak rio sudah menolong anak saya. Ucap ibu ningsih.


"Sama-sama bu. kalau gitu saya langsung pamit dulu aja ya bu. Ucap rio dengan sopan."


"Mampir dulu nak rio biar ibu buatkan minum dulu. Pinta bu Ani."


"Bukanya menolak bu. Berhubung sudah sore lain waktu saja saya main kesini bu. Ucap rio dengan tersenyum."


(Ani yang melihat ibunya dan rio sudah mulai akrab terlihat mulai tenang, awalnya Ani takut dan paham terhadap sikap ibunya).


"Baiklah kalau gitu nak. lain waktu mampir ya. pinta bu Ningsih karena bu Ningsih merasa bersalah karena tadi berprasangka buruk sama Rio."


"Pasti bu, saya usahakan. Baiklah kalau gitu bu saya pamit dulu. Ucap rio seraya mencium punggung tangan bu Ningsih.


"Mari bu, Ani. Assalamuallaikum. Ucap rio sopan sambil melirik sedikit ke Arah Ani.


"Waalaikumsallam, jawab Ani dan bu ningsih bersamaan".


"Trimakasih kak. Ucap Ani di balas dengan anggukan Rio.


Rio langsung melajukan Mogenya dan sebelum berlalu dia menyempatkan waktu menglakson sekali.


Bersambung...