
Selang beberapa saat Ani melajukan sepedah gunungnya dan akhirnya dia sampai juga,Novi yang menunggu Ani didepan langsung bergegas menghampiri Ani.
"An kakimu udah sembu beneran?" tanya Novi
"Udah kok nov. Tapi masih sedikit nyeri juga. Ucap Ani dengan sedikit nyengir.
"Ya udah yuk kita letakin tas kita dulu. Terus bantuin mereka. Ajak novi sambil menunjuk ke arah Aula
"Okey. jawab Ani.
Mereka berjalan beriringan sambil ngobrol, setelah beberapa saat sampailah mereka dikelas mereka, lalu meletakan tasnya kedalam kelas. Mereka bergegas pergi ke aula untuk membantu teman temanya.
Mereka berdua membantu teman temanya menata tempat duduk.
tepat jam 07.30 am pekerjaanya sudah selesai dan sudah ada 1 2 orang tua yang datang langsung pergi ketempat perkumpulan. selang beberapa waktu para orang tuapun semua datang. Dan acara penerimaan rapor sudah mulai. Dan yang kabar yang menggembirakan adalah Ani mendapatkan juara satu. Dan ada tatapan tidak suka dari mata tania mengetauhi hal itu. Setelah acara selesai para orangtua pulang para siswa bergotong royong membantu membereskan ruang yang di tempati tadi. Tiba-tiba Rio datang menghampiri Ani.
"An nanti gua mau ngomong sebentar sama lo. Ucap Rio pada ani
"Ada apa kak?. Tanya Ani"
Tania yang melihat itu buru buru mendekat.
"He luh tu mau bekerja apa mau ngobrol? Tanya tania sebal.
"Iya kak. Saya segera bantu yang lain. Jawab Ani sedikit merinding.
Dan Ani pergi meninggalkan mereka berdua. Ani langsung cepat cepat membantu teman temanya. setelah beberapa waktu pekerjaan mereka sudah selesai. Ani bergegas meninggalkan Aula menuju kedalam kelas.
Saat Ani hendak pulang di tenggah perjalanan Rio sudah menunggu di parkiran dekat sepeda Ani. Ani yang melihat dia Agak sedikit gugup.
"Ada apa kak? tanya Ani sedikit terbata."
"Kenapa kamu sekarang menghindariku? Rio bertanya balik pada Ani"
"Aku tidak menghindari kakak. Ucap Ani yang sudah mulai gugup lagi.
Ani hanya diam mematung tanpa menjawab. Karena dia hanya tidak mau melibatkan Rio yang dirasa terlalu baik dalam masalahnya bersama temanya rio itu.
"Ayo jawab. Ucap Rio sedikit memaksa.Dan mau tidak mau Ani harus berkata jujur.
"Aku hanya tidak mau kalau kak Rio terlibat dengan masalahku. Aku tidak mau kak rio dibenci sama teman teman kak rio. Ucap Ani menjelaskan dan cepat cepat berlalu tanpa menunggu balasan kata kata Rio. Rio yang mendengarkan jawaban itu hanya bisa diam tanpa mengejar Ani yang telah pergi.
Di perjalanan fikiran Ani berkecamuk campur aduk. Ada rasa bersalah karena telah membuat Rio kecewa, tapi dia juga tidak mau melibatkan Rio yang telah berbuat baik padanya terlibat dalam masalah pribadinya. selang beberapa waktu akhirnya Ani sampai rumah, setelah itu dia bergegas ganti pakaian langsung cuci tangan dan kaki setelahnya dia langsung makan. Setelah selesai makan dia langsung membantu orang tuanya.
@Di rumah Rio
Rio masih sedih memikirkan Ani. Bahkan dia tidak sesedih ini ketika dia putus dengan pacarnya dulu. Rio enggan untuk keluar kamar. Dan tiba tiba bima masuk kamarnya tanpa mengetuk pintu.
Bima yang melihat Rio yang tidak biasanya hanya binggung, Rio yang biasanya penuh dengan ceria canda tawa. Tapi ini seperti bukan jiwa Rio.
"Loe kenapa sih yo? Tanya bima.
"Ini semua gara gara loe tau gak. Ucap Rio kesal.
"Kok gara gara gue? emang gue salah apa sama loe? tanya Bima tanpa rasa bersalah.
"Ya gara gara kelakuan loe sama Ani itu, jadi dia menghindar dari gue. Ucap Rio kesal.
"Dasar lo, kaya gak ada cewek lain aja. Ucapan Bima menggoda.
"Yang ini lain Bim. Dari pertama gue kenal sama dia tapi gua sudah suka sama dia. Ucap Rio menjelaskan
"Udah loe pergi sana. jangan disini. Usir Rio."
Bima yang di usir langsung beranjak pergi. Dan dia tidak mau menganggu Saudaranya yang lagi kasmaran itu.
Bersambung....