
Ani yang sudah lama tidak masuk sekarang jauh menjadi pusat perhatian, Ani sebenarnya merasa sangatlah risih tapi dia berlagak bodo amat. Saat hendak ke toilet ternyata tanpa di sadari dia di ikuti sama Tina, dan teman teman tina, Ani pun langsung masuk ke dalam toilet tanpa rasa curiga. Setelah selang beberapa saat Ani keluar dan di depan toilet sudah ada Tina yang menyandarkan bahunya ke tembok dengan menyedekapkan tanganya,
Diapun menatap Ani dengan tatapan bengisnya.
"Ada ya ternyata perempuan M****** di sekolah, ! Sindir Tina yang sedari tadi melihat dengan tatapan bengisnya.
"Dengan mudahnya berC*****n di area sekolah, sudah gitu sama pacar orang lagi! Sindirnya lagi. teman teman Tina pun hanya bisa ikut menyoraki Ani dengan sebutan wanita KeGa****n
Ani yang mendengarnya sebenarnya sakit hati bahkan dia merasa panas, tapi dia memilih diam, sebenarnyapun Ani l berani melawan orang orang seperti mereka, hanya saja dia tidak mau buat keributan. Bahkan sebenarnya Anipun jago bela diri, hanya saja dia tidak terlalu suka dengan perkelahian. Dan Ani mempunyai watak yang lembut. Ani yang mendengarkan ocehan dari Tina hanya bisa menghela nafas berat dan berlalu. Baru melangkah 2 langkah dia pun di tahan Tina dengan mencengkeram Tangan Ani dengan kuat,
"He perempuan M****** lihat ini kelakuan kamu!" Tina menyodorkan handphone milik Tina kedepan wajah Ani. Anipun terbelalak dibuatnya.
"Bagaimana mungkin ada foto aku sama kak Bima?" tanya Ani dengan wajah kaget dan syhok
"Makanya jangan macam macam sama kita, karena kita bisa saja sebarin foto kamu ini hahahahhaha! ucap Tina dengan bengisnya.
"Kamu pilih hapus atau aku akan membuatmu kehabisan nafas. Ucap ani seperti kesetanan.
Tinapun hampir kehabisan nafas Ani melepaskan cengkeraman dia, tapi kembali mencengkeram kerah baju sedangkan Tina dan teman temanya sudah tidak berani berkutik, karena tidak menyangka orang yang biasanya terlihat selalu kalah bisa bisanya menjadi buas.
"Aku tunggu disini mau kamu hapus atau nunggu aku hancurin hp kamu? aku hitung sampai 3 aku mulai dari sekarang.
"Iya iya aku hapus sekarang. Ucap Tina ketakutan pasca melihat keganasan orang yang selama ini hanya bisa mengalah dan diam saat di kerjain habis habisan, dan terlihat sangat lemah.
Tapi semenjak kejadian di Ruang osis dia sudah bertekad pada dirinya sendiri untuk bersifat tegas, dan berani malawan saat ada orang yang ter aniaya
Pengen tau kisah selanjutnya???? jangan lupa tinggalkan tanda sukanya ya kak
Bersambung.......