
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Ani?" tanya salah seorang guru.
tapi mereka semua tidak menjawab karena tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa yang terjadi dengan Ani! Tanya guru itu lagi agak sedikit keras.
"Saya tidak tau pak. Saya tiba tiba mendengar suara sesuatu yang pecah dari kamar mandi. terus saya mengetuk pintu tidak ada sahutan terus saya mendobrak pintu hinga jebol. dan melihat dia sudah seperti itu.Ucap Rio menjelaskan.
Beberapa orang guru membantu mengangkat tubuh Ani kedalam ambulance. Setelah Ani sudah masuk ke ambulance Rio mengambil tas ani lalu mengikuti mobil ambulance tersebut. Setelah sampai di Rumah sakit terdekat Rio buru buru menghubungi ibu Ani.
"Untung Hp dia tidak di pasword. Ucap Rio lirih.
sambungan masuk tapi tidak kunjung di angakat. Setelah tidak ada jawaban buru buru Rio mengirim pesan singkat kepada ibunya Ani untuk mengabari keadaan Ani.
Rio menunggu Ani di depan ruang operasi. karena harus mengeluarkan kaca yang ada di tangan Ani. Tidak terlalu besar tapi mungkin juga terlalu menyakitkan.
setelah 1 jam kurang dokter keluar dari ruangan.
"Bagaimana keadaan teman saya dok? Rio mulai tampak khawatir.
"Alhamdulillah keadaan teman anda sudah mulai membaik, kami sudah mengeluarkan dan menjahit luka yang ada di tangan teman anda. dan untuk biaya sudah di tanggung pihak sekolah. ucap dokter lega sekaligus memberi keterangan.
"Baiklah dok terimakasih. Apakah saya sudah bisa menemui teman saya? tanya rio antusias.
"Boleh tapi tunggu pasien di pindahkan. Ucap dokter memberi penjelasan. Selang beberapa saat Ani dipindahkan ke Ruang Mawar. Rio mulai mengikuti langkah dari para perawat. dan setelah sampai di ruangan perawat memeriksa keadaan Ani terlebih dahulu dan setelahnya mereka berlalu.
setelah perawat pergi Rio terus memandangi wajah Ani yang memang sudah sadar dari tadi. dan tidak di bius secara total.
Ani sudah tidak mau meneteskan air mata lagi. karena yang ada di dalam hatinya cuma ada rasa benci.
Rio tidak terlalu banyak bertanya hanya duduk dan memandangi Ani. dan ani membalas dengan tatapan tidak sukanya. Sampai lama mereka tak saling sapa karena Ani sengaja tidak mau bicara. Hingga akhirnya rio yang memulai pembicaraan untuk membuang kecanggungan.
"Lu kenapa An? lo bisa cerita sama gua kok dari pada lu pendem sendiri. Ucap Rio menghibur.
"Aku ngak kenapa kenapa kok kak. Tadi aku ngak sengaja kepleset terus menghantam kaca di toilet. Ucap Ani berbohong
sebenarnya Rio tau kalau alasanya sebenarnya pasti bukan itu. soalnya sebelum kejadian itu Rio dengar Ani teriak2 memanggil Nama Bima.
"Ya udah kamu istirahat dulu ya An. Aku mau keluar dulu. Sebentar lagi ibu kamu pasti kesini.Ucap rio
"Oh iya ini tas kamu dan ini HP kamu. Maaf aku tadi buka hp kamu buat menghubungi ibumu. ucapnya lagi
"Iya kak gapap. Trimakasih. jawab Ani
Rio bergegas pergi keluar ketika membuka pintu Rio hampir bertabrakan dengan ibunya Ani.
"Astahfirullah. Ucap Ibunya Ani sedikit mudur.
"Oh Nak Rio. Trimakasih banyak ya karena sudah membantu Anak saya dan menemaninya disini ucap bu Ningsih.
"Sama sama bu. kita semua teman jadi harus saling membantu. Rio menjawab dengan senyuman ramahnya.
"Pasti nak rio yang menghubungi ibu tadi ya? tanya bu ningsih sekali lagi.
"Iya bu. jawab singkat karena Sebenarnya Rio masih punya urusan yang harus di selesaikan
"Sekali lagi trimakasih ya nak rio. Ucap ibunya Ani.
"Sama sama bu, baiklah bu maaf sebenarnya saya tadi buru buru masih ada urusan. saya pergi dulu. ucap Rio sambil mencium punggung Ibunya Ani
"Baiklah nak rio hati hati. ucap bu Ningsih lagi.
"iya bu. Ucap rio setelah berpamitan rio segera beranjak pergi. Awalnya dia hanya mau keluar mau menghubungi Bima berhubung Bu ningsih sudah datang dia bergegas mencari Bima.
**Hy kak reader jangan lupa bantu like vote dan coment yah. Maaf juga bila ceritanya kurang menarik dan banyak typo dan kekeliruan, karena ini merupakan pengalaman pertama bikin cerita🙏🙏.Bagi yang sudah like Vote dan coment saya ucapkan banyak terimakasih. 🥰
Bersambung.....