I

I
6. CH 5


“ Hmmm sepertinya ini akan menjadi jauh lebih rumit.” Helaan nafas yang panjang terdengar dari seorang pria sepuh berjubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali mata berwarna merah yang haus darah.


“ Aku harus mengalihkan perhatian mereka, untuk saat ini aku harus merancang rencana yang baru sematang mungkin.” Pria sepuh tersebut tersenyum dingin, dia terlihat seperti sedang merencanakan sesuatu di masa depan.


Apapun itu sepertinya bukanlah hal yang baik melihat dari senyumannya dan tawa jahatnya.


***


Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa sudah sekitar 2 tahun berlalu. Dalam 2 tahun ini Shu belajar banyak sekali ilmu dari gurunya. Wawasannya tentang dunia, seni pedang, dan alchemy juga menjadi sangat luas.


Shu bisa mengetahui apa saja manfaat tanaman herbal dari melihat dan mencium baunya saja. Dia juga sudah bisa membuat berbagai pil, seperti pill penguat tubuh yang memperkuat fisik dan stamina sebanyak 6 kali lipat selama beberapa menit, pil penyembuh yang bisa menyembuhkan luka ringan dan beberapa penyakit, pil puasa yang membuat penggunanya bisa tidak makan dan minum selama 3 minggu penuh, dan pil pemulih qi yang memulihkan qi selama 2 jam. Karena bimbingan dari gurunya yang ternyata ahli dalam bidang ini, tingkat keberhasilan Shu dalam membuat pil begitu tinggi.


Shu juga sedikit mempelajari tentang racun dari gurunya itu. Sebenarnya untuk aliran putih, mempelajari racun adalah hal yang tabu dan siapa saja dari aliran putih yang mempelajari racun akan dihukum mati ditempat. Shu tidak memikirkan hal tersebut karena saat ini dia bisa dibilang berada di aliran netral, dan juga dia tidak keberatan mempelajari tentang racun karena hal tersebut juga penting untuk alchemynya.


Shu mencapai Qondensation Qi tingkat 7 dalam waktu 4 bulan saja, benar-benar perkembangan yang mengerikan. Shu sendiri cukup terkejut karenanya, dia tidak menyangka bisa mencapai tingkat 7 dalam waktu 4 bulan. Gurunya juga sebenarnya kagum dengan perkembangannya, tetapi dia tidak menunjukkan kekagumannya tersebut.


‘ Yang menyebabkan aku berkembang secepat ini pasti karena dantianku yang baru, dantianku ini menyerap qi dengan kecepatan yang mengerikan dan juga teknik praktik yang kupilih.’ pikir Shu sambil terkekeh pada bagian akhirnya.


Teknik praktik yang Shu pilih sendiri adalah teknik praktik yang sangat unik, yang bisa membuat penggunanya menyerap qi dalam waktu 24 jam penuh serta tidak peduli penggunanya sedang berjalan, berdiri maupun tidur. Nama teknik tersebut adalah Manual Untuk Pemalas, nama yang aneh itulah pikir Shu ketika pertama kali melihatnya. Dia tidak akan mengambil teknik tersebut kalau saja gurunya tidak berkata bahwa teknik tersebut sangat bagus.


Teknik tersebut juga memiliki keunikan lagi, yaitu membuat tahap praktik pengguna tidak bisa dibaca dengan jelas, bahkan untuk jagoan Nascent Soul tidak bisa menebak dengan akurat tingkat kekuatan seseorang yang menggunakan Manual ini.


Untuk seni pedang sendiri Shu sudah belajar beragam teknik serta jurus berpedang, salah satunya adalah Naga Mengguncang Dunia yang memiliki 18 jurus. Butuh pemahaman tentang seni pedang yang tinggi untuk memahami ilmu ini, Shu sendiri saat ini baru mencapai jurus ke-3. Pemahaman Shu tentang seni pedang sendiri belum cukup tinggi untuk menguasai jurus yang lainnya dan tentunya kekuatannya belum mencukupi. Yang membuat Shu sangat terkejut tentang jurus pedang ini adalah, ternyata jurus ini diciptakan oleh gurunya sendiri.


Tingkat praktik Shu sendiri sudah mencapai Qondensation Qi tingkat 10, dia menghancurkan dinding batas antara tingkat 9 dan tingkat 10 yang selama ini menjadi ujung tahap Qondensation Qi selama ribuan tahun ini. Qondensation Qi tingkat 10 ini juga memiliki kekuatan yang mengerikan, kekuatannya saat ini setara dengan Foundation Establishment Mid stage yang kekuatannya sekitar 7 kali lipat dari Qondensation Qi tingkat 9.


Gurunya sendiri dibuat kagum berkali-kali dengan perkembangan Shu yang sangat mengerikan, sepertinya jenius yang muncul 1000 tahun sekali bukanlah omong kosong belaka.


“ Kalau pada tingkat ini aku memiliki kekuatan Foundation Establishment Mid stage lalu, kekuatanku pada tahap Foundation Establishment nanti seperti apa kekuatannya?” Shu berdecak kagum berkali-kali dengan kekuatannya saat ini.


“ Guru, murid sangat berterimakasih kepada guru. Murid akan meninggalkan tempat ini besok.” Kemudian Shu memberikan penghormatan kepada gurunya sebanyak 3 kali sebelum berlatih kembali.


Shu sangat menghormati gurunya itu dari lubuk hati yang terdalam. Dia mengetahui kalau saja dia tidak bertemu dan menjadi murid Zeqtz dia tidak akan hidup hingga saat ini.


“ Pencapaian ilmu pedangmu sebenarnya sudah cukup tinggi, tetapi untuk memaksimalkannya kau harus berpetualang dan melihat berbagai ilmu pedang. Kalau kau terus berada ditempat ini yang ada hanya akan menghambat perkembangan ilmu pedangmu.”


Untuk menemukan seseorang yang bisa berkembang secepat Shu di Kekaisaran Nuelin adalah sesuatu yang sulit bahkan mustahil ditemukan. Bahkan cultivator paling jenius 100 tahun dimasa lalu dan dimasa depan sepertinya adalah sesuatu yang mustahil untuk menyamai perkembangan Shu. Tetapi meskipun Shu mengetahuinya, hal tersebut tidak membuatnya menjadi arogan dan merasa paling jenius. Shu tahu meskipun sepertinya mustahil untuk menemui seseorang yang mampu menyamai perkembangannya, tetapi tetap saja bukan sesuatu yang mustahil, bisa jadi di suatu tempat ada seseorang yang lebih jenius dari Shu.


Selesai berlatih, Shu berbincang berbagai hal dengan gurunya. Keesokan harinya Shu berangkat menuju ke kota yang terhambat 2 tahun setelah memberi penghormatan kepada gurunya.


***


“ Ketua, langkah apa yang akan kita pilih untuk masalah aliran putih ini?” Suara seorang pria yang terlihat berumur 30an yang terdengar marah.


“ Aku juga tidak tahu. Tetapi jika apa yang dikatakan pria misterius tersebut benar, kita harus memperkuat seluruh aliran hitam di benua ini untuk melawan aliran putih.” Suara seorang sepuh yang terdengar begitu serak diikuti dengan helaan nafas yang panjang.


Seorang sepuh yang dipanggil ketua tersebut mengingat kembali perkataan pria misterius yang tiba-tiba membawa kabar tidak sedap bagi mereka sekitar 5 hari yang lalu. Pria misterius tersebut berpakaian hitam yang menutupi seluruh tubuhnya. Pria tersebut mengatakan aliran hitam sedang membangun kekuatan untuk melakukan perang dengan aliran hitam.


Tentu saja berita tersebut dianggap sebuah kebohongan. Tetapi ketua sekte tersebut tidak berani mengambil resiko yang bisa mengakibatkan musnahnya sekte aliran hitam tersebut, dia mengirim beberapa mata-mata untuk mengawasi pergerakkan aliran putih.


Setelah 4 hari, mata-mata yang mereka kirim kembali membawa berita yang tidak pernah mereka bayangkan. Mata-mata tersebut melaporkan bahwa sekte-sekte aliran putih baru-baru ini membeli sumberdaya dalam jumlah yang besar, ternyata setelah diselidiki lebih lanjut sumberdaya tersebut digunakkan untuk memperkuat sekte tersebut yang bertujuan untuk melakukan perang.


Meskipun tidak jelas apa perang yang dimaksud, tetapi aliran hitam tersebut tidak berani menganggap remeh hal ini. Mereka memutuskan akan memperkuat sekte dan membangun kerjasama untuk menghadapi aliran putih.


“ Aku tidak mengira bahwa aliran putih akan segila itu untuk memulai perang yang pastinya akan menghabisi begitu banyak korban dikedua belah pihak yang tentunya aliran hitam sekalipun akan berpikir 10 langka kedepan untuk memulai perang.” Menghela nafas panjang yang berat, pria sepuh tersebut memijat keningnya yang mulai terasa sakit.