I

I
4. CH 3


" Bagaimana keadaan Hutan Kematian?" Suara seseorang yang terdengar sepuh.


" Tidak ada tanda-tanda orang misterius yang Tetua Xiao sebutkan muncul selama 1 bulan ini. Mungkin dia memilih kabur setelah melihat banyak sekali yang menjaga hutan tersebut." Suara seorang pemuda.


Seorang sepuh tersebut tidak lain adalah Orang yang berhadapan dengan Pria berpakaian hitam yang misterius di Hutan Kematian. Namanya adalah Xiao Ye, tetua dari Dragon Mountain Sect yang terkenal.


" Dia bisa melukaiku cukup parah, tidak mungkin dia takut hanya melihat jumlahnya saja. Dia bahkan belum mengeluarkan seluruh kekuatannya ketika melawanku. Fei’er, kirim beberapa orang untuk memantau hutan itu, iblis tua itu tidak bisa dianggap remeh." Pemuda yang dipanggil Fei adalah Xiao Fei. Dia adalah cucu Xiao Ye.


1 bulan yang lalu, Xiao Ye pulang ke sektenya dengan luka yang cukup parah. Dragon Mountain Sect sampai dibuat heboh olehnya, tidak ada yang tidak mengetahui seberapa besar kekuatan Xiao Ye di dalam sekte tersebut. Butuh waktu sekitar 3 minggu untuknya pulih dari luka tersebut, itupun dengan sumber daya yang tidak sedikit.


Mendengar ucapan Xiao Ye tentang pria misterius yang disebut iblis tua, belum mengeluarkan seluruh kekuatannya membuat Xiao Fei kesulitan bernafas beberapa saat. Pemuda tersebut tahu betapa kuatnya sosok sepuh dihadapannya, dia tidak menyangka akan ada seseorang yang mampu melawannya tanpa menggunakan seluruh kekuatannya.


" Baik tetua Xiao."


Selepas berkata demikian, Xiao Fei langsung bergegas melaksanakan tugasnya. Setelah tidak ada orang, Xiao Ye menghela nafas panjang.


***


" Sial, mengapa ini terjadi padaku!!!"


Jerit seorang pemuda dengan nafas yang tidak beraturan. Terlihat pemuda tersebut sedang berlari sekuat tenaga, dibelakang pemuda tersebut ada sosok makhluk yang mengejarnya tidak jauh dibelakangnya. Sosok makhluk terlihat seperti harimau, hanya saja besar badannya 3 kali lipat harimau pada umumnya.


" Apakah Pak Tua Jian sangat menginginkan aku menjadi makanan Demonic Beast?"


Pemuda tersebut adalah Shu, dia terlihat sangat buruk. Dia baru saja berjalan selama 3 jam, karena terlalu asik dalam perjalanannya dia tidak sengaja mendatangi Demonic Beast Black Tiger yang sedang menyantap makanannya. Black Tiger adalah binatang iblis berbentuk harimau yang memiliki tubuh 3 kali lipat lebih besar dan buas daripada harimau biasa. Disebut Black Tiger karena harimau tersebut memiliki kulit hitam dengan belang berwarna abu-abu, serta memiliki mata yang hitam sepenuhnya.


Shu mula berpikir apakah dirinya akan berakhir disini sebagai santapan Black Tiger? Dia segera membantah pemikiran tersebut dan berjuang sekuat tenaga untuk bertahan hidup. ' Aku belum menikah, aku tidak bisa mati disini' tegas Shu dalam hatinya.


Dia sudah berlari kurang lebih selama 1 jam dari kejaran Black Tiger. Meskipun tubuhnya terlihat kurus, tetapi dia memiliki kekuatan fisik yang tidak biasa. Dia berhasil lolos dari cakaran Black Tiger yang mematikan beberapa kali, tetapi kondisinya tidak baik karena staminanya hampir mencapai batasnya, dan beberapa luka dari Black Tiger yang tidak bisa dianggap remeh.


" Harimau ini tidak menyerah juga, sial."


Shu berdecak kesal, dia sendiri sudah sangat kelelahan tetapi Black Tiger tidak terlihat akan menyerah, malah terlihat semakin bersemangat untuk memakan Shu.


Shu memasuki hutan semakin dalam, dia sudah tidak mengetahui sejauh mana dirinya berlari. Ketika dia nyaris terkejar oleh Black Tiger, dia melihat cahaya diujung rindangnya hutan yang tidak jauh dari dirinya. Merasa dirinya terancam bahaya dari belakang, dia melompat ke arah cahaya tersebut. Seketika angin menyapu seluruh tubuhnya, membuatnya merasa segar dan melupakan Black Tiger sesaat sebelum dia mulai jatuh kebawah.


Shu sangat panik ketika menyadari dirinya jatuh. Dia melihat kearah Black Tiger yang menatapnya geram, ketika itu dia merasa sedikit lega karena Black Tiger tidak terlihat ingin mengejarnya lagi.


Shu melihat kebawah, kearah dirinya akan jatuh. Sungai yang terlihat sangat dalam dan arus yang deras ada dihadapannya. Shu hanya pasrah dan memejamkan matanya berharap dia berhasil selamat dari derasnya arus sungai tersebut.


Ketika Shu menghantam sungai tersebut, dia menghasilkan suara seperti ledakan besar, orang pasti beranggapan bahwa Shu sudah mati karena suara tersebut sangat keras.


Shu sendiri merasakan tubuhnya menghantam air terasa sangat sakit sebelum mati rasa. Arus sungai yang deras membuatnya kesulitan bernafas sehingga membuatnya kehilangan kesadaran.


***


" Uhukk uhkk hahh haahhh."


" Dimana ini?"


Shu bangun dan merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Dia melihat sekelilingnya dan menyadari dirinya berada di depan sebuah gua. ' Sepertinya arus sungai membawaku kesini.' pikir Shu sembari mengamati situasinya.


Selepas Shu mengamati sekelilingnya, dia berdiri untuk mencari buah untuk dimakannya. Perutnya sudah tidak bisa ditahan yang membuatnya tidak bisa berpikir jernih.


Hutan hijau yang rindang dengan udara lembabnya, sinar matahari yang minim dan terlihat sangat sunyi. Ketika Shu melihat kembali gua didekatnya, terlihat gua dengan tinggi sekitar 7 meter dengan lebar sekitar 5 meter. Karena merasa sangat lelah, Shu memilih untuk memasuki gua tersebut untuk beristirahat.


Ketika dia memasuki gua tersebut, dia merasa udara didalam gua tersebut sangat lembab. Tidak ada apapun dalam gua tersebut, selain bebatuan dan kegelapan didalamnya.


" Hmmm. Tidak kusangka akan ada pemuda yang berhasil berkunjung setelah 5000 tahun lamanya."


Suara yang terdengar menakutkan dan mencekam yang datang tiba-tiba membuat Shu sangat waspada. Dia sampai gemetaran karena suara tersebut.


" Siapa kau? Apa maumu? Dan juga tunjukkan dirimu." Shu berkata setelah menenangkan dirinya, tetapi suaranya masih terdengar gemetaran.


" Hahaha!! kau sangat berani bocah, bahkan manusia setingkat Nascent Soul Great Circle-stage saja langsung lari terbirit-birit."


Shu langsung bergetar hebat, dirinya diselimuti ketakutan yang luar biasa ketika mendengar hal tersebut. Shu seperti dipaksa sujud ketika makhluk yang berbicara dengannya melepaskan auranya. Auranya membuat nafasnya sangat sesak, dia berusaha sekuat tenaga melawan aura tersebut.


" Lumayan juga untuk manusia biasa, kau bisa bertahan dari 4% auraku."


Ketika Shu mendengar ucapan makhluk tersebut, dia tidak bisa percaya. Bagaimana tidak?, aura yang dilepaskan makhluk itu membuatnya kesulitan bernafas dan hampir kehilangan kesadaran karenanya.


Ketika dia hampir kehilangan kesadarannya, tiba-tiba aura tersebut menghilang membuatnya bisa bernafas lega.


" Bocah kau pernah menjadi Cultivator, tetapi sepertinya dantianmu rusak, tidak heran kau mampu bertahan dari 4% auraku."


" Bagaimana kau tahu?, sebenarnya siapa kau?"


" Kemarilah, masuk kedalam dan temui aku sendiri."


Shu ragu-ragu, dia merasa hampir mati karena 4% aura tersebut. Tetapi pada akhirnya dia menurut dan masuk kedalam gua tersebut. Dia berpikir, jika auranya saja bisa membuatku mati berarti tidak ada cara untuk lepas dari makhluk ini yang pastinya sangat kuat.


Setelah berjalan sekitar 15 menit, dia bisa melihat sebuah pintu masuk yang diterangi beberapa obor.


" Masuklah, tetapi jangan sampai mati kaget karena melihat diriku, HAHAHAHA!!" Tawanya membuat gua tersebut bergetar hebat selama beberapa saat.


Shu menelan ludahnya beberapa kali sebelum memutuskan untuk masuk kedalam. Ketika dia masuk yang ada dipandangnya hanyalah harta yang menumpuk seperti sebuah gunung, dan kegelapan.


Melihat harta yang membentuk sebuah gunung, Shu menelan ludahnya sendiri karena dia belum pernah melihat harta sebanyak itu sebelumnya. Meskipun Keluarga Feng adalah keluarga ternama, tetapi kekayaannya tidak sampai membentuk gunung harta didepannya.


" Hmm, ternyata kau tertarik kepada sekumpulan sampah daripada melihat diriku ini bocah."


Mendengar ucapan makhluk yang semakin besar suaranya dan membuat ruangan tersebut bergetar, suara tersebut membuat Shu mundur beberapa langkah dan siaga. Dia sedikit kaget karena makhluk tersebut menyebut gunungan harta yang berharga sebagai sampah.


" Dimana kau, disini yang ada hanyalah gunung harta." Kata Shu penuh dengan kewaspadaan.


" Hahaha. Kau sudah berada dihadapanku tetapi tidak bisa melihatku, apakah kau buta bocah?"


Seketika itu juga, obor menyala dari segala arah menerangi ruangan tersebut. Shu terlihat tertegun karena ruangan tersebut ternyata sangat luas.


Shu langsung lupa bernafas dan matanya menatap tidak percaya kepada sosok makhluk tersebut. Dihadapannya sosok makhluk setinggi sekitar 90 meter sedang tiduran menatapnya.


" N... nag.. naga?!!"