I

I
episode 17


Rio bergegas pergi keluar ketika membuka pintu Rio hampir bertabrakan dengan ibunya Ani.


"Astahfirullah. Ucap Ibunya Ani sedikit mudur.


"Oh Nak Rio. Trimakasih banyak ya karena sudah membantu Anak saya dan menemaninya disini ucap bu Ningsih.


"Sama sama bu. kita semua teman jadi harus saling membantu. Rio menjawab dengan senyuman ramahnya.


"Pasti nak rio yang menghubungi ibu tadi ya? tanya bu ningsih sekali lagi.


"Iya bu. jawab singkat karena Sebenarnya Rio masih punya urusan yang harus di selesaikan


"Sekali lagi trimakasih ya nak rio. Ucap ibunya Ani.


"Sama sama bu, baiklah bu maaf sebenarnya saya tadi buru buru masih ada urusan. saya pergi dulu. ucap Rio sambil mencium punggung Ibunya Ani


"Baiklah nak rio hati hati. ucap bu Ningsih lagi.


"iya bu. Ucap rio setelah berpamitan rio segera beranjak pergi. Awalnya dia hanya mau keluar mau menghubungi Bima berhubung Bu ningsih sudah datang dia bergegas mencari Bima dan kembali kesekolah


POV BIMA


Bima yang mendengar kabar bahawa Ani pingsan merasa khawatir dan merasa bersalah. Dia merasa bersalah membuat gadis orang hatinya hancur. Karna Bima yakin bahwa Ani adalah perempuan baik baik. dia mencari info tentang keadaan Ani melalui teman temanya yang berkecimpung langsung dengan Ani tadi, dan mereka memberi tahu keadaan Ani yang sangat memprihatinkan.


Bima yang sedari tadi tidak beranjak dari ruangan osis setelah kejadian yang terjadi di ruang osis tersebut. dan ruangan itu merupakan saksi bisu kerakusan dan keangkuhanya. Bima sedari tadi hanya duduk dan menyandarkan kepalanya di kursi putar itu dan bima Bima yang sedari tadi kepikiran sama Ani tidak menyadari bahwa Rio sudah berada di depanya.


Brakkkkkk......


Gebrakan Rio mengagetkan Bima dan buru buru mengangkat kepala.


"Kanapa sih loh datang datang sudah main gebrak gebrak aja. Tanya rio tanpa merasa sedikit dosapun.


"Apa yang loe lakuin ke Ani sampek dia kaya gitu? tanya rio geram.


"Bukanya gua nuduh lu, tapi gua denger sendiri dia teriak teriak panggil nama lu di dalam toilet sebelum kejadian ini. Jawab Rio semakin kesal dengan tingkah saudaranya.


"Yang jelas gua gak ngapa ngapain dia, gua hanya kasih sedikit pelajaran buat dia. dan gua tidak mau tahu urusan dia. Mau dia pingsan kek, mau dia sekarat kek, mau dia mati kek gua gak perduli. Ucap Bima ketus.


Bukkkhh Rio yang sudah terlanjur geram menghantam pipi Bima


"Lu tuh kurang ajar banget ya jadi cowok. Lu tu bisa gak merubah sedikit saja sifat arogan lu itu. Ucap Rio geram setelah itu beranjak pergi dari ruangan osis.


Bima yang di hantam hanya meringis kesal sambil mengelus elus pipinya yang merasa sakit.


Back to rumah sakit


"Ya ampun Ani kamu kenapa sayang kok sampai seperti ini? tanya ibu ningsih dengan wajah khawatirnya.


"Ani tadi terpeleset bu terus tangan ani menghantam kaca di toilet. jadi pecah deh kacanya, jadi kena tangan ani. Ucap Ani berbohong karena tidak mau menambah kekhawatiran ibunya


"Tapi kamu gak kenapa kenapa kan Nak? tanya ibu ning dengan nada yang sama.


"Tidak kok bu, cuma tanganku aja yang luka. Ucap Ani berbohong, karena sebenarnya hatinya pun juga sakit,


"Ya sudah ibu suapin kamu makan dulu ya nak. pasti kamu belum makan. ucap ibu ning dengan kasih sayang.


"Iya bu. balas Ani


tanpa banyak bicara ibu ningsih membuka makanan yang sudah di siapkan dari tadi oleh perawat dan bi Ning menyuapi makanan Ani


**Hy kak reader jangan lupa bantu like vote dan coment yah. Maaf juga bila ceritanya kurang menarik dan banyak typo dan kekeliruan, karena ini merupakan pengalaman pertama bikin cerita🙏🙏.Bagi yang sudah like Vote dan coment saya ucapkan banyak terimakasih. 🥰


Bersambung**