I

I
2. CH 1


" Tuan muda, anda dipanggil oleh Ketua Feng Zhu ke ruang rapat." Seorang pelayan berbicara kepada seorang pemuda yang sedang menatap rembulan di malam hari.


Pemuda tersebut adalah anak ketiga dari ketua keluarga Feng, yang bernama Feng Li.


Meskipun ucapannya sangat sopan, tetapi nada bicaranya seolah-olah mengejek dan merendahkan.


Mendengar nada bicara pelayan tersebut,  Feng Li hanya tersenyum pahit. Padahal, pelayan tersebut dulu melayani dia dengan penuh hormat dan patuh, tetapi sekarang tidak ada rasa hormat yang disampaikan pelayan kepada dirinya.


" Hahh, sudah waktunya kah. Aku akan segera datang." Menghela napas dan terlihat pasrah.


" Sebaiknya anda cepat datang."


Setelah berkata demikian pelayan tersebut pergi tanpa menghiraukan Feng Li yang sedang merenungkan sesuatu.


Tentu saja dia tahu apa penyebabnya pelayan tersebut bersikap demikian. Itu karena dia lemah.


" Seandainya 1 bulan yang lalu aku tidak melakukan terobosan ke Foundation Establishment, mungkin situasinya tidak seperti yang sekarang."


Feng Li kemudian bangkit dan berjalan kearah ruang rapat keluarganya. Sepanjang jalan dia mendapatkan tatapan merendahkan, iba, dan sinis. Bahkan ada beberapa nafsu membunuh mengarah pada dirinya


Jarak antara rumahnya dengan ruang rapat memang agak jauh. Dia hanya menghela napas dan mengingat kembali kejadian 1 bulan yang lalu. Penyebab dirinya mendapatkan perlakuan seperti ini.


Pada saat itu dia akan melakukan terobosan ke tingkat yang lebih tinggi. Ketua klan atau ayahnya Feng Zhu, ketika mendengar hal tersebut bersemangat. Dia memerintahkan jagoan klannya untuk menjaganya sewaktu melakukan terobosan.


Semua tetua waktu itu juga gembira, karena bakat Feng Li yang dikatakan sebagai bakat yang hanya 1000 tahun sekali datang.


Karena itu Feng Li mendapatkan sumber daya yang terbanyak diantara kakak-kakaknya. Banyak tetua mengira dia memiliki masa depan yang cerah, dan akan mengguncang dunia.


Tetapi kejadian yang tidak diharapkan terjadi. Ketika sedang mengalami latihan tertutupnya, dia diserang oleh sekelompok orang berpakaian hitam yang menutupi seluruh tubuhnya.


Jagoan keluarga Feng adalah jagoan nomor 3. Tetapi, waktu itu dia dikepung oleh 4 orang yang kekuatannya setingkat dengannya. Meskipun dikepung 4 orang yang setingkat dengan dirinya, dia mampu memberikan perlawanan selama beberapa jam sebelum kehabisan tenaga dan mati dibunuh.


Sedangkan untuk Feng Li, dia dengan panik membatalkan latihannya dan mencoba untuk kabur. Namun, belum sempat dia pergi untuk kabur seseorang menyerangnya. Serangan tersebut tidak membunuhnya, tetapi membuatnya memuntahkan darah segar dan beberapa tulang rusuknya patah.


Dia kemudian dengan lemah melihat kearah seorang yang menyerangnya. Tubuhnya diselimuti oleh jubah hitam, yang terlihat hanyalah mata haus darah.


Disaat kesadarannya mulai hilang, dia merasakan tangan orang tersebut menyentuh bagian pusarnya. Sebelum melihat apa yang dilakukan orang tersebut, dia pingsan.


Waktu pun berlalu, ketika dia sadar, dia berada di dalam kamarnya. Kemudian dia memeriksa kondisi tubuhnya, 'aneh' itulah yang dia pikirkan saat memeriksa kondisi tubuhnya. Tubuhnya terlihat baik-baik saja, tetapi dia tidak merasakan adanya 'qi' di dalam dirinya.


Setelah menenangkan dirinya, terlihat pintu kamarnya terbuka.


" Oh, kau sudah sadar."


Dia adalah ayahnya, Feng Zhu.


" Ayah apa yang terjadi? Mengapa aku tidak bisa merasakan qi? Dan apakah tetua Feng Mo selamat?"


Feng Mo adalah nama jagoan yang menjaganya sewaktu melakukan terobosan. Dia jagoan nomor 3 di dalam keluarga Feng sekaligus sahabat Feng Zhu, ayahnya.


Ketika mendengar nama Feng Mo, Feng Zhu terlihat menyedihkan. Feng Mo adalah sahabatnya dari kecil. Dia kemudian menjelaskan apa yang terjadi kepada Feng Mo dan mengapa dia tidak dapat merasakan qi.


Ketika mendengar apa yang terjadi dia terkejut dan merasakan shook berat. Dia tidak mengira bahwa jagoan nomor 3 dalam klannya akan mati karena menjaganya. Dan terlebih lagi ketika dia mendengarkan bahwa dantiannya rusak.


Kekuatan yang dia kumpulkan selama 7 tahun ini menghilang sepenuhnya. 'Putus asa' adalah apa yang dia rasakan saat ini.


Dia sudah tidak sadarkan diri selama 23 hari, karena beberapa tulangnya retak dan juga ada yang patah. Dia tidak mati bisa dibilang karena keberuntungannya.


Tetapi meskipun dia selamat, dia tidak merasakan senang sedikitpun. Dia merasakan ayahnya menjadi sedikit dingin kepada dirinya. Tetua yang berada dibelakang Feng Zhu, ayahnya juga seolah-olah menatapnya rendah dan terlihat jijik.


Pada saat itulah semua perlakuan yang dia dapatkan selama 13 tahun ini berbalik 180 derajat. Bahkan pelayan pun memandang rendah dirinya, karena dia saat ini hanyalah manusia biasa saja.


Hal itu karena mereka mendapat perlakuan biasa-biasa saja oleh ayahnya, karena selama ini perhatian ayahnya hanya melihat Feng Li saja.


Mendengar kabar Feng Li tidak dapat maju lagi dalam dunia Kultivasi membuat mereka senang. Akhirnya mereka bisa mendapatkan sumber daya dalam jumlah besar untuk mereka.


Setelah mengingat kembali kejadian tersebut, Feng Li hanya bisa tersenyum kecut. Tanpa ia sadari, dia sudah berada di depan pintu ruang rapat keluarga Feng.


Ruang rapat ini biasanya hanya boleh dimasuki oleh Ketua dan Tetua klannya. Di dalam ruang tersebut terlihat sederhana, namun jika diperhatikan lagi terdapat formasi sihir yang memblokir suara untuk keluar ruangan tersebut.


Di dalam ruangan tersebut terdapat seluruh tetua dan keluarganya.


Feng Li melihat kearah saudara-saudaranya yang menatapnya sinis.


" Hmm, untuk jenius yang gagal dan menjadi sampah klan beraninya kau membuat kami semua menunggu."


Suara seorang pria yang terlihat berusia 16 tahun, dia adalah kakak kedua Feng Li, yang bernama Feng Chu.


" Chu, dia adalah manusia biasa. Jadi wajar dia sangat lama, mengingat manusia biasa memiliki stamina yang rendah."


Kata kakak pertamanya, yang terlihat berumur 20 tahun dengan suara mengejek. Dia adalah Feng Hao, jenius kedua setelah Feng Li, yang sekarang menjadi yang paling jenius dalam klan.


Meskipun dia adalah jenius kedua dalam klan, tetapi sumber daya yang dia terima selalu setengah dari yang diberikan kepada Feng Li. Itu yang membuatnya begitu membenci adiknya. Tidak hanya Feng Hao, tetapi Feng Chu juga merasakan hal yang sama, tetapi karena dia lahir dengan bakat yang biasa-biasa saja jadi dia mendapatkan sumber daya paling rendah diantara saudara-saudaranya.


" Maafkan aku, sesuai yang dikatakan kakak pertama staminaku tidak cukup untuk datang tepat waktu."


Saat ini dia tidak punya pilihan selain merendahkan diri, bagaimanapun tidak akan ada yang membela sampah seperti dirinya.


" Cukup, kita akan membahas hal yang penting, tidak usah basa-basi." Suara Feng Zhu bergema dan membuat Feng Hao dan Feng Chu terdiam.


" Feng Li, apakah kau tahu kenapa kau dipanggil disini, dan kenapa para tetua juga hadir?"


" Tidak, aku tidak mengetahui itu."


Jawab Feng Li.


Sebenarnya dia sudah tahu mengapa dia dipanggil disini, melihat para tetua dan keluarganya juga hadir. Siapapun juga tidak akan membuang sumber daya mereka kepada sampah yang tidak berguna. Dia tahu, dia dipanggil untuk dikeluarkan dari keluarga Feng.


"Hmm, dalam 7 tahun ini aku sudah memberikanmu sumber daya yang besar untukmu, karena kau memiliki bakat yang hanya muncul 1000 tahun sekali. Tetapi, sebulan yang lalu dantianmu rusak dan membuat kau tidak memiliki masa depan di dunia Kultivasi. Sumber daya yang ku habiskan untukmu musnah tidak menghasilkan apapun. Terlebih lagi, aku harus kehilangan sahabatku."


Sebelum melanjutkan, Feng Zhu menarik napas yang dalam. Semua orang yang di dalam ruangan tersebut sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh Ketua mereka.


Terlihat saudara-saudara Feng Li menunjukkan senyum kemenangan, sinis, dan merendahkan.


" Kau sudah menjadi tidak berguna, bahkan untuk menjadi pelayan. Dan keluarga Feng tidak bisa memberikan sumber daya untuk seseorang yang tidak berguna. Jadi, mulai sekarang kau bukan lagi keluarga Feng!!!!"


Perkataan Feng Zhu begitu menusuk hati Feng Li, meskipun dia tahu dia akan bernasib seperti ini, tetapi dia tidak mengira ayahnya yang selama ini menyayanginya, mengatakan hal yang begitu menyakitkan tanpa beban seolah-olah kasih sayangnya kepada Feng Li hanyalah kebohongan belaka.


Feng Hao dan Feng Chu terlihat sangat puas, mereka tidak mengira ayahnya yang begitu menyayangi adiknya, Feng Li selama 13 tahun ini mengatakan sesuatu yang begitu menyakitkan.


Feng Li terlihat tanpa ekspresi, dia menatap mata ayahnya Feng Zhu dalam-dalam, sebelum menghela napas dan mengatakan "baik".


" Aku akan memberi uang dan senjata untukmu. Kau bisa pergi besok, dan juga ingat namamu bukan lagi bermarga Feng!!."


Masih dengan tanpa ekspresi. Feng Li menjawab dengan datar "baik."


Ketika dia melihat mata Feng Zhu, dimatanya hanya ada kesedihan tentang sumber daya yang sia-sia dan kematian sahabatnya, seolah-olah anaknya hanyalah alat. Kasih sayangnya hanya terdapat pada bakat dan kejeniusannya saja. Dia merasa kecewa dan benci, benci terhadap dirinya sendiri karena mudah dibodohi oleh ayahnya.


Ketika keluar ruangan, dan menuju rumahnya. Dia kembali melihat pandangan sinis dan merendahkannya di sepanjang jalan.


Keesokan harinya, dia meninggalkan klan Feng dan pergi tanpa tujuan.