
**Halo, disini dengan saya author yang ga jelas.
Mohon maaf bila ada banyak kesalahan dalam penulisan para pembaca, karena ini adalah karya pertama saya, jadi banyak typo, tulisannya gak jelas, kata-katanya sulit dimengerti.
Mohon kritik dan sarannya supaya author newbie ini bisa berkembang, dan novelnya bisa menjadi lebih menarik.
Author sangat menghargai dukungan para pembaca, jadi dukung author melalui like dan komen, supaya author semangat buat novelnya😁😁
Selamat membaca**~.
____________________________________________________________________________________________
Hutan kematian, hutan yang menjadi mimpi buruk. Aura negatif yang mencekam menyelimuti hutan tersebut. Membuat nama Hutan Kematian memang pas untuk nama hutan itu.
Hutan yang hanya memiliki pepohonan yang mati, terlihat sangat rapuh dan terlihat bisa kapan saja roboh. Namun, hal tersebut tidak mengurangi aura mencekam Hutan Kematian, malah menambah perasaan ngeri ketika melihat hutan tersebut.
Padahal waktu itu sudah siang, tetapi di wilayah itu hanya kegelapan yang mengisinya. Awan mendung dengan petir yang menyambar-nyambar pepohonan yang mati. Anehnya, meskipun tersambar petir tetapi pepohonan tersebut tidak hancur sedikitpun.
Tidak ada tanda-tanda kehidupan yang mengisi daerah tersebut. Tiba-tiba seseorang berpakaian serba hitam yang menutupi seluruh tubuhnya, datang entah dari mana.
Orang misterius tersebut menatap Hutan Kematian tanpa adanya rasa takut, seolah olah aura kematian di dalamnya tidak cukup untuk membuat takut dirinya.
Alih-alih pergi meninggalkan hutan, seorang berjubah hitam tersebut malah tersenyum dan tertawa dibalik kerudungnya untuk beberapa saat. Tawanya terdengar sangat menakutkan dan jahat. Hanya dengan tawanya saja, dia bisa membuat daerah tersebut bergetar.
"Akhirnya, setelah sekian lama aku mencari anda, ternyata disini. Tuan, tolong tunggu sebentar, tinggal sedikit lagi......"
Suara seorang pria misterius tersebut, yang terdengar sepuh.
JEDERRRR!!! JDARRR!!!! (sfx : gemuruh petir)
Tiba-tiba suara petir menyambar-nyambar dan selanjutnya, petir tersebut menyambar pria misterius dengan kecepatan tinggi. Seolah-olah tidak terganggu dengan petir tersebut, pria itu tidak bergerak dari tempatnya.
" Iblis tua!! Pas sekali kau ada disini, kali ini kau akan mati."
Terdengar suara seorang pria sepuh di belakang pria misterius tersebut. Suaranya terdengar memiliki kebencian yang mendalam.
" Hmph, untuk menyerangku dengan mainan anak-anak, kau terlalu meremehkan ku. Dan juga mengapa kau ada disini?! Ini bukan tempat untuk bermain tua bangka. "
" Hmm kau kira aku datang kesini untuk bermain?! Tentu saja untuk memperpanjang segelnya, tidak ku duga kalau kau berhasil menemukannya. "
Suara pria sepuh sambil tersenyum lebar.
" Kau!!!! Tidak akan ku biarkan kau menyegelnya. "
Kata pria misterius tersebut dengan geram. Setelah berkata demikian, pria misterius langsung menerjang maju kearah pria sepuh berada. Pria sepuh tersebut sudah dalam posisi siap bertarung, jadi dia dapat memblokir serangan mendadak pria misterius dengan mudah.
Pertarungan pun terjadi, setiap serangan dilepaskan pasti menghasilkan gelombang kejut yang kuat. Setelah bertukar sekitar 80 jurus, terlihat keduanya seimbang.
" Apakah hanya ini kemampuanmu tua bangka?! Sepertinya kau melemah karena umur. "
kata pria misterius tersebut dengan senyum mengejek.
" Hmmph kau hanya menganggap ku sebagai mainan. Tunjukan seluruh kekuatanmu dasar iblis tua bau tanah!!! "
" Kalau aku menggunakan seluruh kekuatanku, kau akan mati dalam sekejap. Aku ingin melihatmu tersiksa terlebih dahulu." Pria misterius tersebut berkata dengan senyum penuh kemenangan dan merendahkan
Pertarungan tersebut terlihat berat sebelah. Pria sepuh badannya dipenuhi luka dan bajunya compang-camping, tetapi pria misterius tersebut hanya memiliki beberapa luka saja. Hal ini sudah menunjukkan perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh.
" Ini sudah berakhir tua bangka. Seharusnya kau tidak datang hari ini."
" Tidak, tidak, tidak. Aku tidak akan mati ditanganmu. Tetaplah melemah, sampai aku bisa membunuhmu. "
Setelah berkata demikian, pria sepuh tersebut mengeluarkan sebuah kristal. Berikutnya, dia menghancurkan kristal tersebut dan hilang setelahnya.
" Cih, kristal teleportasi ya, tidak ku sangka dia memilikinya. Yah untuk apa aku memikirkannya, sebanyak apapun kekuatannya, dia tidak akan pernah menang melawanku."
Kata pria misterius sambil menyeringai penuh kemenangan. Dia tidak lagi memikirkan tentang pria sepuh, tetapi mengalihkan perhatiannya kepada Hutan Kematian.
" Sepertinya ini tidak akan berjalan dengan mudah."
Pria misterius itu menghela napas beberapa kali sebelum memasuki hutan Kematian.