
Ani yang hendak melangkah kan kaki menuju ruang kelas akhirnya berhenti. Dan Menatap Bima dengan tatapan kesal, tapi Bima bersikap bodo amat. Meskipun begitu Ani langsung mengikuti langkah Bima dan berjalan dengan cepat karena mengejar langkah Bima yang panjang.
Dan akhirnya Mereka sampai juga di Ruang Osis dan mereka masuk kedalam.
Sesampainya di dalam ruangan Bima meminta mencatat apa apa yang diperlukan dan minta agar segera di umumkan kepada anggotanya setelah pulang sekolah. Ani yang tidak membawa buku pencatat meminta kertas HVS kepada Bima.
"Maaf ketua tapi saya belum membawa buku buat mencatat. Ucap Ani yang sengaja tidak mau memanggil Bima dengan sebutan kak.
"Lah lu itu niat gak sih jadi sekertaris, harusnya kamu tuh siap. Ucap bima ngedumel."
"Lah anda ini bagaimana, bukankah baru saja kami di pilih jadi anggota osis baru. Dan baru saja kami mau istirahat ke kelas dan Anda panggil saya!" Jawab Ani sedikit mengeras karena kesal.
Bima akhirnya sedikit sadar atas perbuatanya. Namun egonya terlalu besar untuk mengakui dan menunjukan sikapnya.
"Gua tidak mau tau. Cepat ambil catatan terus datang kesini lagi. Karena ini sekarang sudah menjadi tugas kamu. Cepat pergi gua beri waktu 5 menit." Perintah Bima dengan penuh penekanan.
Ani bergegas meninggalkan Bima di ruangan dan pergi dengan menghentakan kaki dengan suara sedikit keras karena kesal.
Ternyata imut juga kalau dia sedang marah. Batin Bima. Haduhhh apa yang gua pikirin sihh
Selang beberapa waktu saat Bima sedang menunggu dan sedikit melamun. Ani sudah sampai depan ruang Osis. Tanpa mengetuk pintu.
Ceklekk.
Dan Bima kaget.
"Gak sopan banget sih jadi cewek. Gak pernah di ajarin sopan santun apa sama orang tua lo kalau mau masuk ruang orang lain harus ketuk pintu.Ucap Bima sedikit Gugup.
"Hey anda jangan pernah jelek jelekin orang tua saya ya. bukan kah Anda yang menyuruh saya buat cepat cepat kemari? " Ucap Ani dengan nada kebencian karena Bima telah berbicara jelek mengenai orang tuanya.
Ani yang mendengarkan tidak menjawab lagi dan hanya diam karena yang di ucapkan Bima ada benarnya juga. Ani tidak mau kepergok lihat orang bermesraan. Dan ani bergegas melangkah dan duduk di bangku kosong.
"Siapa yang suruh luh duduk? ketus Bima.
"Lah terus bagaimana saya mau menulis? Jawab Ani dengan mata melotot marah.
"Gua suruh sambil berdiri ya berdiri. Anggap saja itu semua hukuman buat luh karna gak ada sopan santun. Bentak Bima
"Gila luh ya! Ucap Ani beranjak berdiri.
"Apa luh bilang? tanya Bima.
"Kamu cowok gila. Ucap Ani dengan santay.
Bima beranjak dari tempat duduknya dan mencenkeram lengan Ani dengan keras dan menghadapkan Ani ke arahnya.
"Apa luh bilang? tanya Bima sekali lagi.
"Luh tuh cowok gila, Berengsek, dan menyebalkan yang pernah gua kenal. Jawab Ani dengan suara tegas tapi sedikit bergetar karena gugup.
Tanpa berfikir panjang Bima mendekatkan wajahnya dan mencium bibir paksa Ani dan ********** dengan rakusnya. badan Ani berontak tapi tidak bisa menghindar dari cengekraman Bima. Ani sudah di himpit di tembok. Ani hanya bisa meneteskan Air mata. karena ini merupakan kali pertama dia di cium cowok dan dan juga bukan berdasarkan cinta. Ani begitu menjaga dirinya dari sentuhan sentuhan laki laki hidung belang. Tapi kali ini Ani benar benar tidak bisa menolak dan berontak. karena Ani dalam cengekraman singa kelaparan.
****Hy reader jangan lupa like vote dan coment yah. Maaf juga bila ceritanya kurang menarik dan banyak typo dan kekeliruan, karena ini merupakan pengalaman pertama bikin cerita🙏🙏.Bagi yang sudah like Vote dan coment saya ucapkan banyak terimakasih. LemahTeles GustiAllah yang bales 🥰
Bersambung....