
Di pagi hari yang cerah, burung-burung berkicau dengan merdu, angin segar mengisi pagi hari.
Matahari bersinar terang, sinarnya yang hangat membuat perasaan nyaman, dan langit biru yang cerah menandakan pagi hari yang indah.
Di dalam hutan Aqt, yang terletak di sebelah timur daerah keluarga Feng berada, di kekaisaran Nuelin. Terlihat seorang pemuda sedang tertidur di bawah pepohonan yang rindang. Pemuda tersebut memiliki rambut putih seputih salju yang terlihat acak-acakan, wajahnya terlihat biasa saja, memiliki postur tubuh yang biasa saja, tidak kurus, dan juga tidak berotot.
Tiba-tiba sinar matahari yang cerah dan hangat menembus dedaunan dan mengarah ke pemuda tersebut. Merasakan sensasi hangat menempel pada wajahnya, dia perlahan membuka matanya.
" Nmhhooaamm." [Sfx : menguap]
" Sudah pagi? Hmm, untung saja aku sempat membawa cincin penghilang hawa keberadaan dan juga jubah yang bisa menyembunyikan hawa keberadaan, kalau tidak mungkin aku sudah jadi makanan."
Dia adalah Feng Li, pemuda jenius yang bernasib buruk. Hutan Act adalah hutan wilayah binatang iblis level rendah berada.
Binatang iblis adalah binatang yang memiliki qi negatif, binatang ini begitu buas dan kekuatannya berkali-kali lipat dari pada hewan buas pada umumnya.
Binatang iblis memiliki tingkatan yaitu, binatang iblis tingkat rendah, menengah, tinggi, superior, dan untuk tingkat selanjutnya tidak ada yang mengetahuinya.
Adapun binatang iblis tingkat rendah, menengah, tinggi, dan superior dibagi menjadi 3 tingkatan lagi, yaitu Ruo, Zhong, dan Wan de.
Di wilayah ini hanya terdapat binatang iblis tingkat rendah berkekuatan Ruo, tingkat yang bisa dikalahkan oleh sekelompok manusia dewasa.
Tetapi mengingat kondisi Feng Li sekarang mustahil untuk melawan binatang iblis tingkat ini, jangankan binatang iblis kelas rendah berperingkat Ruo melawan hewan buas saja seperti mustahil untuk dirinya.
Adapun cincin penghilang hawa keberadaan, cincin ini dapat menghilangkan hawa keberadaan seseorang yang memakainya sampai ke tingkat tertentu, cincin tersebut juga dibedakan menjadi 3 yaitu, Low kualitas ini adalah kualitas yang paling banyak di dunia ini, cincin yang berkualitas seperti ini mampu menghilangkan hawa keberadaan seseorang dari 10% sampai 27%.
Mid, kualitas ini dapat menghilangkan hawa keberadaan dari 28% sampai 39% cincin ini bisa dibilang cukup langka, biasanya orang yang memakai cincin ini memiliki latar belakang yang istimewa, dan tentunya memiliki banyak kekayaan.
Terakhir adalah peringkat High, cincin dengan kualitas terbaik. Yang memiliki cincin ini bisa dihitung dengan jari tangan dan kaki. Cincin ini dapat menghilangkan hawa keberadaan dari 56% sampai 90%. Sangat jarang melihat seseorang yang memakai cincin tersebut. Karena keberadaannya yang sangat langka, beberapa orang bahkan menganggap cincin ini hanyalah mitos.
Sedangkan cincin yang di pakai oleh Feng Li, memiliki kualitas paling buruk yaitu Low yang menghilangkan hawa keberadaan sebanyak 26%. Ditambah jubahnya yang mampu menyembunyikan aura kehadirannya, dia saat ini bisa menjadi pencuri yang handal. Tetapi, dia tidak memiliki niat seperti itu.
Saat ini tidak akan ada binatang iblis kelas rendah berperingkat Ruo yang dapat menemukan kehadirannya.
" Hmm, saat ini aku harus pergi kemana? Ah, sepertinya pergi ke desa Wu adalah yang terbaik, dan juga itu adalah tempat yang paling dekat jaraknya denganku saat ini."
Hutan hijau yang rindang, banyak burung berkicau, dan ditambah udara sejuk pagi hari. Feng Li bangun dari tempanya tidur, membersihkan jubahnya dari debu, dan berangkat menuju desa Wu.
Jarak antara dirinya dengan desa Wu adalah sekitar 5 km ke arah timur. Sambil berjalan Feng Li sesekali memetik buah untuk mengisi perut dan memulihkan staminanya. Saat ini dia adalah manusia biasa, jadi dia butuh makanan pada porsi manusia untuk bertahan hidup.
" Hmm, sekarang aku tidak mungkin menggunakan nama Feng Li kan? Nama apa yang harus aku ambil?"
Setelah setengah jam berjalan dia ingat kata-kata ayahnya, atau lebih tepatnya 'mantan' ayahnya. Ketika mengingat kembali dia marah, sedih, dan kecewa di dalam hatinya.
Setidaknya ada hal baik yang bisa dia ambil dari pengalaman pahit tersebut, tidak semua kasih sayang orang tua kepada anaknya adalah perasaan tulus, tetapi bisa juga bertujuan untuk memanfaatkannya di masa depan.
Setelah beberapa waktu berlalu, dia akhirnya keluar hutan. Perasaan lega dan bebas menyelimuti dirinya. Angin sejuk menyambut dirinya, membuat perasaan letihnya hilang dalam sekejap.
" Shu (舒). Sepertinya nama yang bagus. Shu, mulai sekarang namaku Shu."
Setelah memutuskan namanya, Shu berjalan lagi kearah timur. Setelah 2 jam berjalan, terlihat sebuah desa kecil sederhana. Terlihat warga desa sedang menjalani kehidupan sehari-hari mereka dengan sederhana, dan anak-anak bermain dengan riang.
Meskipun terlihat sederhana, tetapi ketika melihat wajah penduduk desa tersebut orang bisa melihat bahwa mereka hidup dengan tentram dan menikmati kehidupan sederhana tersebut.
Ketika Shu sampai di desa, dia segera menarik perhatian semua penduduk desa.
" Wow, sudah lama sekali sejak desa ini kedatangan pengunjung. " Penduduk desa 1
" Apakah begitu, kukira 5 tahun yang lalu kita juga kedatangan tamu." Penduduk desa 2
" 5 tahun itu sudah lama nenek, oh ya aku akan memanggil kepala desa." Penduduk desa 3
'Kenapa harus memanggil kepala desa?' pikir Shu ketika dia mendengar perkataan penduduk desa 3. Setelah itu dia disambut hangat oleh penduduk desa, beberapa dari mereka bahkan menawarkan makanan untuknya.
Meskipun desa Wu adalah desa yang sangat sederhana, tetapi desa tersebut tidak kekurangan makanan, terlihat hampir tidak ada warga yang kekurangan gizi. Pakaian mereka juga terlihat cukup baik untuk sebuah desa kecil yang sederhana.
" Anak muda, kau terlihat sangat muda tetapi mengapa kau bisa sampai ke desa yang sederhana ini?"
Tanya seorang pria paruh baya yang terlihat berusia 50 tahunan, yang bernama Jian. Dia adalah kepala desa tersebut, meskipun terlihat tua tetapi dia memiliki otot-otot yang membuatnya terlihat berwibawa.
Saat ini Shu dan kepala desa, Jian sedang berada di dalam rumah kepala desa tersebut. Menurut Jian, melihat seorang pemuda yang terlihat seperti berusia 13-14 tahun adalah hal yang aneh. Letak desa tersebut dengan kota ataupun desa lainnya memang sangat jauh. Yang paling dekat dengan desa tersebut adalah Desa Daun Merah yang berada di sekitar wilayah kota Yao, tempat keluarga Feng yang terkenal berada.
" Hmm aku tinggal di hutan Act. Sekitar 5 km dari sini kearah barat."
Mendengar nama hutan Act, Jian kaget, bagaimana tidak? Hutan tersebut adalah wilayah binatang iblis berada, meskipun binatang iblis tersebut adalah tingkat yang terlemah, tetapi dengan kekuatan manusia butuh sekitar 5 orang dewasa untuk mengalahkannya.
" Nak, kau sedang tidak bercanda bukan? Hutan itu adalah wilayah binatang iblis berada, tidak mungkin manusia biasa sepertimu bisa tinggal di sana dengan aman?"
Ada nada kesal sedikit pada cara berbicara Jian, dia merasa sedang dibodohi oleh seorang bocah ingusan.
" Aku tidak bohong Pak Tua, ketika aku masih kecil aku tinggal di sana bersama orang tuaku, tetapi 1 tahun yang lalu mereka meninggal, ayahku mati di tangan binatang iblis, dan ibuku meninggal beberapa hari setelahnya karena keracunan." Shu mencoba menjawab dengan berakting, terlihat jejak kesedihan di akhir cerita ketika orang tuanya meninggal.
Melihat Shu berbicara dengan dipenuhi kesedihan, Jian berpikir sejenak ' anak ini, sepertinya memang tidak berbohong, tetapi...'.
" Lalu, bagaimana kau bisa tinggal di hutan itu selama setahun ini?"
" Ayahku meninggalkan jubah ini, katanya ini bisa membuat aku tidak bisa dideteksi binatang iblis jika aku memakainya." Jawab Shu.
Melihat jawaban Shu yang sepertinya masuk akal, Jian tidak lagi merasa curiga kepada Shu. Bagaimanapun Jian berpikir, ' anak ini seharusnya berbicara jujur, melihat ekspresinya dan suaranya, dan juga kalau selama ini memang benar dia tinggal bersama kedua orangtuanya di hutan Act, bukankah seharusnya dia adalah bocah yang polos?'.
Setelah mengobrol beberapa saat, kepala desa Jian menyediakan kamar untuknya tidur.
Setelah 5 hari dia tinggal di desa Wu, Shu sudah akrab dengan seluruh warga desa. Setiap hari dia akan datang membantu apapun yang bisa dia lakukan, dan kalau ada waktu luang dia akan bermain dengan anak-anak yang seumuran dengannya.
Bagaimanapun dia masih pada masa pertumbuhan, meskipun memiliki mental yang lebih dewasa daripada anak seumurannya, bukan berarti dia tidak bermain.
Selama 5 hari ini, dia hampir lupa tentang keluarga Feng yang membuatnya merasa sangat bahagia. Selama dia tinggal di keluarga Feng, dia tidak pernah bermain. Dia selalu hanya berlatih dan berlatih, sehingga dia tidak pernah merasa sebebas dan sebahagia ini.
Hari ini dia dipanggil oleh Jian, dia mengatakan akan ada sesuatu yang mau diberikan kepadanya.
" Shu, apakah kau tahu mengapa aku memanggilmu kesini?"
Entah mengapa, tetapi Shu merasa deja vu pada saat ini. Mungkin itu hanya perasaannya, jadi dia menjawab .
" Tidak pak Tua, kalau boleh tau mengapa anda memanggilku?"
Mendengar jawaban Shu yang terlihat polos, Jian tersenyum lembut sebelum menjawab.
" Kau sepertinya memiliki bakat yang bagus dalam bidang itu, aku sudah mendengar dari beberapa warga yang mengatakan buah-buahan maupun sayuran yang kamu ambil akan selalu berkualitas yang terbaik."
" Bagaimana caramu memilih buah dan sayuran itu, sehingga kau selalu mendapatkan yang berkualitas terbaik?"
" Aku hanya memilih buah dan sayuran itu dari menghirup aromanya saja Pak Tua, ini memang aneh tetapi aku bisa membedakannya dari menghirup aromanya saja."
" Hahahaha!! Sudah kuduga kau memang berbakat, itu bukanlah sesuatu yang aneh, itu adalah bakat, nak. Apakah kau tertarik dengan alchemiy?"
" Alchemy?"
Shu pernah mendengar tentang alchemy sewaktu dia masih di keluarga Feng, dia memang tertarik dengan ilmu tersebut, dia tidak menyangka bahwa dia berbakat pada bidang tersebut. Alasan mengapa dia tertarik dengan ilmu Alchemy adalah, karena dia mendengar bahwa Alchemy memiliki kemampuan untuk menyembuhkan seseorang yang sekarat dengan syarat masih tersisa 1 nafas pada orang tersebut. Dan juga dia mendengar tentang Alchemy dapat menumbuhkan bagian tubuh yang hilang pada tingkat tertentu.
" Ya, Alchemy. Ilmu untuk membuat obat-obatan, kau bisa menjadi tabib di kota, dan mendapatkan uang dengan menjual obat buatanmu."
" Hmm, sepertinya tidak buruk juga. Apakah Pak Tua bisa ilmu Alchemy?"
Sebenarnya Shu sangat bersemangat ketika mendengar dia bisa belajar Alchemy, tetapi kalau dia mengenal Alchemy akan sangat aneh mengingat dia hanya tinggal di hutan Act selama ini, meskipun itu hanyalah kebohongan belaka.
" Tidak. Aku tidak bisa."
'Lalu mengapa kau mengatakan kepadaku apakah aku tertarik kepada Alchemy atau tidak?!' itulah yang ada dipikiran Shu. Tetapi setelah mendengar kata Jian yang selanjutnya dia terlihat kembali bersemangat.
" Tetapi, aku memiliki sebuah buku tentang Alchemy. Aku sudah mempelajarinya berkali-kali, tetapi aku tidak pernah mengerti tentang Alchemy, bahkan apa itu Alchemy aku tidak tahu kalau bukan salah satu warga desa ini mengerti Alchemy, itupun dia hanya mengerti tentang Alchemy adalah ilmu untuk membuat obat-obatan."
Pak Tua Jian berkata sambil tertawa bodoh, Shu hanya menatap datar Pak Tua Jian.
" Kau bisa memiliki buku ini, kalau kau ingin mempraktekkan Alchemy lebih baik kau pergi ke kota, kalau kau berada di desa ini kau hanya akan menjadi bagian dari kami, kau hanya akan berujung menjadi petani kalau kau terus berada di desa ini."
" Baiklah kalau begitu, lagipula aku juga ingin berpetualang."
Setelah mendengar hal tersebut, Jian merasa puas. Buku tersebut tidak berguna untuk warga di sini, kebanyakan dari mereka tidak bisa membaca dan menulis, jadi walaupun ada sebuah buku tentang ilmu legendaris tidak akan ada nilainya di mata warga Wu.
Setelah menerima buku tersebut, Shu pergi untuk mengatakan kepada warga desa Wu bahwa besok dia akan pergi ke kota.
Keesokan harinya, Shu berangkat menuju ke kota dengan semangat membara. Dia merasakan akan ada petualangan menakjubkan yang menantinya didepan sana.