
Bram terus menatap logan yang sedang memainkan permen lolipop kecil itu lagi sehingga membuat logan ingin bertanya namun saat logan akan bertanya tiba tiba ponsel Bram berbunyi membuat bram terkejut lalu langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelefon. "halo dengan siapa in .. ". suara di sebrang telefon tiba tiba menyerobot perkataan bram , " hai bram ini bram yah , sekertaris bram mana tuan logan aku mona ingin bicara ".
bram tampak marah karena wanita ini benar benar tidak sopan , bram ingat mona adalah wanita bertubuh tinggi cantik menawan dia adalah anak seorang pengusaha dan juga seorang salah satu model yang bekerja sama dengan And Mayer corporation . " dia tidak bisa di ganggu dia sedang sibuk sekarang ada perlu apa katakan padaku ". mona sedikit kecewa dia menjawab bram dengan memainkan ujung rambutnya ." hemm baiklah katakan pada tuan logan aku mona sudah kembali dari pemotretan di paris dan sekarang jika tuan logan sedang sendiri aku ingin mengajaknya makan malam bersama malam ini ,kau harus menyampaikannya sekertaris bram ". Bram menyunggingkan ujung bibirnya , " huh aku pikir itu penting , aku akan sampaikan jika aku ingat ". mona terkejut dengan perkataan bram dia bertriak memanggil nama bram namun bram lebih cepat mematikan telefonnya sehingga mona sangatlah marah .
" permisi tuan , ada yang ingin bertemu dengan anda tuan , nona mona model yang dulu pernah berkencan dengan anda dia sudah kembali dari paris tuan dia ingin bertemu malam ini dengan anda ". Logan berhenti dari aktifitasnya memainkan permen lolipop itu dan memasukannya ke saku jasnya . " mona ? . owh dia sudah kembali , hem .. aku tidak ingin barang yang sudah di pakai orang lain bram ". logan sebenarnya sudah lama tidak bermain dengan wanitanya namun entah kenapa ia seperti malas untuk berkecan . dan mona sudah lama tidak berkencan dengan logan pastilah ia sudah dengan orang lain selain logan itu membuat logan merasa mona tidak pantas untuknya lagi . bram mengerti apa yang di katakan logan lagi pula mona wanita yang tidak baik menurut bram . " ehm logan emm ini hal pribadi kita sebagai teman apa kau benar tidak butuh apa aku coba carikan emm misalnya vanesa model dari italia anak pejabat tinggi di kota ini dan pricilia artis pendatang baru yang sedang naik daun ". logan menajamkan sorot matanya pada bram seketika bram langsung terdiam . " bram kau tau mereka sudah di pakai olehku dan pastinya sudah di pakai orang lain aku tidak menginginkannya lagi ". bram melirikan matanya pada logan , " lalu kau ingin hal baru logan ". logan terseyum tipis . " cepat kau selidiki musuh kita agar cepat aku menghajarnya ". logan mengalihkan pembicaraan membuat bram kesal .
ella di kejutkan suara ketukan pintu yang sangat keras , " hei bodoh sedang apa kau di dalam cepat keluar ! ". ella mendesah , " pasti itu sabrina mau apa lagi dia ". ella bangun dan membukakan pintu kamarnya . " hei enak sekali kau tiduran siang siang seperti ini cepat sinii .. ". sabrina menarik tangan ella dengan kasar membuat ella terseret mengikuti langkah sabrina . "mau apa kita ? ". sabrina menyeringai jahat , " kau akan tau . sabrina mengajak ella pergi ke rumah belakang lalu sabrina berhenti dan sedikit menjauh dari ella lalu mengambil foto di dalam saku nya , " lihat apa ini ella ". sabrina memperlihatkan foto ayahnya dan dirinya ada 5 lembar di tangan sabrina , " lihat ini ". sabrina mengeluarkan korek api dan membakarnya ". ella menjerit " jangan ... " . tapi karena sabrina sudah merencanakan membuat jarak di antara mereka sehingga ella tidak bisa menjangkau sabrina . sabrina tersenyum puas dan menjatuhkan foto foto itu di lantai ,ella berlari berusaha memadamkan api di foto foto itu , ketika itu sabrina menginjak tangan ella yang sedang mencoba memadamkan api sehingga tangan ella terkena bara api dari foto foto itu . " ah sakit sabrina ". ela menjerit kesakitan . " hahaha .. lihat ini akibat dari ulahmu karena kau mendandani ku sangat jelek sehingga pria yang aku idam idamkan menolak ku ,rasakan itu dan jangan coba coba macam macam dengan ku masih ada 5 lembar foto di tanganku . sabrina meninggalkan ella yang kesakitan di sana . memar merah di tangan ella ,ella menangis sambil mengais sisa foto yang masih belum hangus terbakar . kenapa semua nya jadi seperti ini apa salah keluarga ella pada mereka .