Dream Light

Dream Light
Episode 10 " Ketegangan "



Malam ini Logan sudah di apartemennya ia selesai membersihkan dirinya ia duduk di sofa panjang yang sangat nyaman. ia menyandarkan kepalanya sepi .. sunyi sampai kedalam hati atau karena tidak ada orang lain selain Logan atau memang saat ini ia benar benar kesepian .


Logan memilih tinggal di salah satu apartemennya sejak keluarganya tiada . rumah utama hanya di huni oleh para pelayan lama yang bertugas membersihkan .


Apartemen logan berada di lantai teratas dan itu hanya lantai khusus untuk logan saja tiada orang lain . Apartemen itu memiliki fasilitas terbaik dan keamanan berlapis dan berada di pusat kota .


Logan memegang gelas yang berisi wine kualitas terbaik yang ia ambil dari gudang penyimpanan . ia menatap jendela kaca yang menyuguhkan keindahan kota pada malam hari . jam menunjukan pukul 8 malam tiba tiba ponsel logan yang berada di atas naska berbunyi logan melihat siapa yang berani menelfonnya dan mengganggunya , ternyata itu bram logan segera mengangkatnya . " tuan kita sudah menemukannya ". logan meletakan gelas yang berisi wine yang belum selesai ia minum , " baiklah kita akan segera kesana malam ini ".


Malam ini begitu sunyi ella membuka jendela kamarnya ia melihat bulan yang terang dan bintang bintang malam ini begitu banyak dan indah seperti sedang menyapa ella . ella duduk di pinggiran jendela kamarnya menggunakan baju tidur berlengan panjang yang sangat sederhana . wajah cantiknya terkena cahaya bulan membuatnya sangatlah cantik bagaikan peri . " ayah ibu apa kalian di atas sana aku merindukan kalian ". ella melihat luka bakar di telapak tangan kanannya yang sedikit membaik karena bibi mery mengoleskan obat untuknya .lalu ella melihat foto di tangan kirinya yang sudah separuh hangus dan gambar sudah tidak jelas namun wajah mereka masih bisa dilihat sedikit foto ella bersama ayahnya yang sedang duduk di kursi sambil memegang bunga dengan senyum yang begitu hangat bagai cahaya matahari pagi . foto itu di ambil ketika ulang tahun ella , setiap tahun ayahnya selalu memberikan hadiah bunga untuk ella karena ella tidak mau di rayakan pesta megah seperti kebanyakan anak orang kaya , ella tidak menyukainya , di hari ulang tahunnya ella hanya menghabiskan waktu di rumah bersama ayahnya dan para pelayan di rumah ella dulu , ella membuat pesta kecil seperti pesta kebun di halaman belakang dan mengundang para pelayan serta pengurus rumah untuk ikut serta . namun kebahagiaan itu tiada lagi sekarang sirna hanya kegelapan di dunia ella .


louise terkapar tak berdaya di ruang utama rumahnya semua pengawal louise tumbang hanya sisa beberapa orang yang tak mampu melawan dan memilih kabur . sebelumnya logan memerintahkan bram menyelidiki ella karena logan merasa pensaran dan ella selalu muncul dalam pikirannya. dan karena menyelidiki ella lah lokasi louise di temukan sehingga bram sedang menyelidiki louise dan ternyata benar louise ada sangkut pautnya atas pembunuhan vivian kekasih logan . akhirya bram langsung menuju kediaman louise yang sebelumnya sudah di pantau dan dijaga anak buah logan .


Sabrina yang syok karena orang yang ia kagumi malah menyerang keluarganya , sabrina terduduk lemas di lantai bersama ibunya . " ibu apa apan ini kenapa dia datang dengan cara seperti ini apa yang ayah lakukan bu ". ibunya hanya menyuruh sabrina untuk diam .


ella sedang menatap bulan dalam kesunyian hingga suara dobragan pintu mengagetkannya . " keluar cepat ! ".


ella terbelalak kaget apa yang terjadi . orang berjas hitam menodongkan senjata padanya yang membuat ella tak bisa melakukan apa apa selain menurutinya . ella di suruh pergi ke ruang utama dan disana banyak sekali orang , sabrina dan bibinya lusiana terduduk di lantai dengan todongan senjata di kepalanya . bibi mery pun sama ia dijaga oleh pria berjas hitam namun tidak di todong senjata sehingga ada sedikit kelegaan di hati ella . bibi mery menatap ella dan memeluknya seketika saat ella menghampiri bibi mery. ella melihat sekeliling lalu terlihat paman louise .. ia terkejut melihat pamannya terkapar tak berdaya ella berlari menuju pamannya , " paman .. paman ". namun ella di cegat oleh pria berjas yang lebih kuat darinya . suara ella membuat logan menoleh dan seketika logan terkejut melihat gadis mungil yang selama ini menghantui pikirannya namun ia halau itu sekarang malah berdiri di hadapannya . " kau " . kata itu berbarengan muncul dari mulut ella dan logan membuat semua orang di ruangan itu terkejut dan heran .


paman louise seperti mendapat angin segar karena logan mengenal ella . " ella tolong selamatkan paman ella ". ella menatap pamannya lalu menatap logan . " apa yang kau lakukan terhadap paman louise ". ella memberikan sorotan tak suka terhadap logan membuat logan menyunggingkan bibirnya dan tersenyum tipis , bram sungguh heran siapa gadis ini bisa bisanya ia tak takut pada logan . " peri kecil kita berjumpa lagi kau tau berkat kau aku mengetahui dimana musuhku , memang takdirku untuk menang ". logan mendekat pada ella dan mengambil sehelai rambut ella dan memain kannya dan lalu melepaskannya .


louise yang mendengar itu langsung tersulut emosi . " apa itu benar ella apa maksudnya ini kau kau melakukan semua ini setelah paman mengurusmu dasar kau anak kurang ajar ! ". ella meminta maaf pada pamannya ," maaf paman bukan aku aku tidak tahu semua ini ". ella menatap logan , " apa maumu terhadap kami ". logan terkekeh , lalu menyuruh membawa louise pergi , " bawa dia pergi sekarang dan juga bawa dia ". logan menunjuk ella membuat ella terkejut ella memberontak berteriak membuat bibi mery ingin menarik ella namun di cegah oleh pengawal logan membuat bibi mery menangis . louise pun terkejut dan memberontak namun tiada daya mereka tetap menyeretnya .


Sabrina yang sedari tadi diam melihat logan mengenali ella membuat panas hati sabrina , menumbuhkan watak iri di hatinya dan kebencian . kurang ajar gadis bodoh itu dia benar benar membuatku sangat membencinya . sabrina memberanikan melarikan dirinya menuju logan saat logan melangkah untuk pergi sabrina berjongkok dan memohon agar sabrina lah yang di bawa pergi jangan ella karena sabrinalah anak paman louise bukan ella dengan wajah yang memelas namun sedikit merayu itu membuat logan jijih melihatnya logan langsung menendang sabrina dan mengibaskan celana nya dengan tangannya seperti telah di tempeli kotoran yang membuat logan muak . " diam agar aku tak membunuhmu ". sabrina tersungkur ke lantai dan terbelalak kaget mendengar kata kata logan yang seketika menyiutkan nyalinya dan mematahkan hatinya . logan meninggalkan rumah louise dan memerintahkan bram agar membungkam semua orang yang mendengar maupun menyaksikannya agar di anggap tidak terjadi apa apa .