
Di sebuah ruangan besar kantor perusahaan berdirilah seorang pria tampan tinggi mengenakan rompi hitam elegan dan kemeja putih rapi dia bersandar pada pinggiran meja meletakan tangan kirinya ke saku celana kirinya dan meneguk kopi hitam yang iya nikmati sudah gelas ke 3 menjelang siang ini. Ia menatap dinding kaca lebar yang langsung memperlihatkan luasnya kota dengan segala kesibukannya karena ruangan itu berada di lantai paling atas gedung sehingga bisa melihat seluruh isi kota jika sore menjelang bisa melihat matahari tenggelam yang begitu cantiknya.
Dia melihat kopinya lekat lekat lalu menyucup kenikmatannya sembari berfikir sesuatu yang amat serius.
" Tokk ... Tokk " suara pintu membuyarkan kosentrasinya, " masuklah ". Seorang pria masuk lalu menundukan kepala, " Tuan Logan, ini berkas data yang anda minta saya selidiki dan semua sudah siap tinggal menunggu keputusan anda saja ". Logan duduk menaruh gelas kopinya lalu mengambil berkas data itu, " baiklah kita mulai hari ini ". Bram melanjutkan penjelasannya, " kemarin And Mayerr corporation kita hampir di masuki oleh mereka tetapi anak buah kita lebih sigap mereka semua tertangkap namun mereka hanya orang suruhan, kami masih menyelidiki lebih lanjut ".
Logan menyandarkan dirinya ke kursi kerjanya menaikan kakinya keatas meja dan menyilangkannya, " kerja bagus Bram, duduklah bersantailah kau pasti lelah berapa hari ini lepaskan dulu tentang masalah ini ". Bram duduk merebahkan dirinya ke sofa besar sebelah Logan, " hei, sudah berapa gelas kopi kau minum ? , kata Anee kau minum 3 gelas siang ini, kau berfikir menggunakan otakmu bukan kopimu ". Logan tersenyum sinis, " sepertinya kau lelah bram atau kau sudah bosan menjadi sekertaris pribadiku, baiklah aku akan menggantikanmu besok ". Bram terkejut dengan perkataan Logan iya menggrutu kesal, " hei aku hanya perhatian pada mu dan jangan coba - coba kau apakah kau tega ?, kita teman sejak kecil, akan aku adukan pada ibuku kau tau itu Logan ". Logan tersenyum menahan tawa namun ia tidak habis akal untuk mengerjai temannya itu, " emm ... sekarang kau memanggil aku dengan sebutan nama ya apakah kau tau ini kantor, dan aku tidak butuh perhatianmu itu membuat ku geli, adukan saja pada bibi Ann aku rindu padanya lagi pula jika kau mengadukanku kau akan rugi karena pelukkannya akan di berikan padaku ". Bram terus menggrutu kesal karena ulah Logan.
Logan Mayerr dan Bramson white memang teman sejak kecil karena ayah Bram mengikuti ayah Logan sudah lama sejak And Mayerr corporation di dirikan dan sekarang giliran Bram lah yang meneruskan pekerjaan ayahnya.
Bram kembali ke topik bertanya pada Logan tentang rencananya nanti " ehm ... lalu apa langkah tuan selanjutnya ? " , dengan nada serius Logan menjawab pertanyaan Bram, " aku hanya ingin merebut semua milik And Mayerr kembali aku bersungguh sungguh dan siapa yang menghancurkan keluarga ku akan aku ***** hingga tak tersisa di dunia ini " . Dengan mata hitamnya yang tajam namun mempesona itu iya menatap bram dengan serius, " apakah kau akan terus bersama ku bram ? ". Bram terbelalak karena perkataan atasannya yang selama ini di ikutinya mengatakan yang tidak pernah iya katakan sebelumnya dan bram menganggukan kepalanya pasti " iya tuan itu pasti " .
Ella membuka lemari mulai memilih baju yang cocok untuk sabrina, " hemm ... semua warna ini membuat mataku sakit, dia benar mempunyai selera yang buruk ".
Ella menemukan gaun berlengan pendek berwarna kuning lembut panjangnya hanya sampai di atas lutut dengan belahan dada yang tidak terlalu terlihat dan rok yang mengembang, " ini sepertinya cocok untuk sabrina terlihat tidak terlalu berlebihan " , ella menari kecil sambil memegang gaun itu di tangannya namun raut wajah ella berubah seketika menjadi sedih, "dulu aku sering datang ke pesta bertemu teman - teman namun sekarang .... ahh .. aku berfikir apa ini sudah lah " .
Sabrina selesai mandi dan menghampiri ella yang terduduk diam, " hei sedang apa kau ?! aku tidak mrnyuruhmu merenung di kamarku ! apa jangan jangan kau berniat jahat mencuri sesuatu dari kamarku ha ?! ".
Ella selesai mendandani Sabrina walau ia harus menahan sakit pada lengan kanannya yang mengharuskan ia bergerak terus ella memutuskan pergi segera mungkin setelah sabrina mengijinkannya. "sial ! , dia benar - benar hebat mendandani ku, emmm ... tidak !! aku lah yang hebat sejak kapan aku mulai memuji si bodoh itu, lihat semua ini miliku jadi akulah yang terbaik " .
Ella pergi ke kamar untuk mengobati lukanya yang sudah mulai menggelap di kulit putih nya itu dan merasakan nyeri sekali karena harus menahannya begitu lama . "aww ... sakit " , erangnya .
Bibi mery ingin menanggil ella untuk makan siang karena ella belum makan siang , ini sudah sangat sangat terlambat ini sudah mau menjelang senja dan ella belum makan apa apa hanya sarapan saja .
" nona apakah kau di dalam " , bibi mery masuk dan terkejut karena ella sedang mengobati luka di lengan kanannya yang sepertinya itu sangatlah sakit .
" nona , ya ampun nona kenapa ini nona ". ella terkejut melihat bibi mery datang dan begitu kuatir , " emm ... tadi aku hanya kurang hati - hati saja bi " . ella tidak mengatakan hal sebenarnya karena ella takut bibi mery sedih .
Bibi lusiana datang menemui ella di kamarnya " ella keluar ada yang ingin bibi bicarakan dengan mu " .
Ella memerintahkan bibi mery menyudahi untuk mengobatinya dan beranjak pergi untuk membuka pintu " biar aku saja bibi mery " .
" ada apa bibi lusiana " . bibi lusiana memandang ella dengan jengah " ihh .. sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini tapi kau harus ikut kami ke pesta jadi bersiaplah cepat " . Ella terkejut akan perkataan bibi lusiana "pergi ke pesta aku akan pergi kepesta dan dan aku akan bertemu teman - teman ku ahh .. tidak tidak aku belum siap " . Ella terdiam mendengar perkataan bibi lusiana dan membuat bibi lusiana kesal dan mengetuk kepala ella dengan kipas yang ia genggam , " hei berhenti melamun aku tau kau sangat senang dan terkejut pastinya jadi ... " . sebelum bibi lusiana meneruskan perkataannya ella menjawab dengan jelas " TIDAK , aku tidak akan ikut bi " .
Bibi lusiana terkejut mendengar pernyataan ella yang berani menolaknya langsung sebelum ia selesai mengatakannya membuat hatinya panas , " hei gadis bodoh kau ini ya ! berani sekali kau menolak ajakanku , diam dan cepat bersiaplah , bibi mery ! ( sambil berteriak keras ) cepat dandani dia kita sudah hampir terlambat oh iya kau tidak punya baju kan ? , ambil baju yang ada di gudang saja . Bibi mery terbelalak kaget , "nona , benar akan ke pesta ? " . Ella tersenyum pada bibi mery dan menganggukan kepalanya pelan , " iya bibi , bukankah ini yang aku rindukan pergi ke pesta bertemu teman lama " . Bibi mery sedih mendengar perkataan Ella lalu meminta izin pergi untuk mencari baju di gudang yang sudah tidak terpakai .