Dream Light

Dream Light
Episode 19 . Rencana 1.


Ella tiba tiba terbangun dari tidurnya sejak sore tadi ternyata sudah malam , kamar itu benar benar sepi sunyi terangnya langit malam masuk ke dalam kamar yang di huni Ella.


Ella menyingkab selimut yang menutupi tubuhnya dan menurunkan kakinya pelan.


ia melangkah menuju arah jendela kaca besar di depan ranjangnya memandang hiruk pikuk malam kota dari tempat tinggi itu .


Tiba tiba suara pintu kamar terketuk . Ella menoleh kaget , " nona ini saya pelayan tuan apakah nona membutuhkan sesuatu ? , apakah nona lapar ".


Ella sedikit mengerutkan kening dalam hatinya ia bertanya tanya dari mana mereka tau kalo aku sudah bangun . Sambil melirik kesana kemari .


"tidak , aku tidak lapar te .. terimakasih ".


" baik nona jika anda membutuhkan sesuatu segera cari saya saja , saya ada di dapur lantai bawah nona ".


...----------------...


Logan tersenyum tipis sedari tadi sambil mengamati ponselnya .


" apanya yang lucu logan ". Bram yang penasaran pun menyodorkan kepalanya ingin melihat isi ponsel Logan .


Logan sedikit terkejut lalu mematikan ponselnya dan memasukannya kedalam saku . " hanya kucing kecil yang terjebak di atap rumah ". Dengan muka datarnya .


"huh kau sungguh sangat sangat mengejutkan Logan , kau sudah bertahun tahun bersama ku tapi kau selalu menjaga jurang di depanmu ".


Bram mengrucutkan bibirnya .


" lalu kau mau masuk jurang itu ". Dengan muka datarnya lagi Logan memandang Bram .


Bram menendang kaki Logan pelan , " ku hajar benar kau Logan ". Dengan muka bersungut sungut yang membuat Logan menutup mulutnya yang tersenyum dengan tangan ( itu sungguh manis jika wanita yang melihatnya ).


" bagaimana perkembangannya Bram ?". Tiba tiba muka Logan kembali serius .


...****************...


Mobil hitam melaju kencang di jalanan yang membelah hutan itu .


Louis menahan sakit yang teramat , tiba tiba ajudan logan di sebelah supir melemparkan obat penahan rasa sakit untuk di minum louis . " minum itu , tuan tidak ingin anda mati terlebih dahulu ".


Louis segera menelan obat itu dan minum sebotol air dengan tangan gemetar menahan sakit .


saat itu ada 2 mobil mengikuti mobil ajudan Logan . Supir yang sudah paham situasi segera menambah kecepatan .


namun terlambat , mobil itu sudah menyerempet keras mobil ajudan logan . Bunyi benturan keras terdengar mereka menahan pegangan mereka di dalam mobil.


Louis masih menahan sakitnya untuk bertahan tetap hidup .


ajudan Logan menepikan mobilnya yang langsung di sergap orang orang yang tidak di kenal itu .


Mereka menghajar ajudan Logan lalu membawa louis pergi dengan mobil mereka dan melaju kencang .


" misi selesai tuan ". Ajudan logan mengatakannya melalui earphone di telinganya yang terpasang .


...****************...


" Sepertinya misi sudah selesai Logan ". Sambil mengamati laptop di pangkuannya Bram membenarkan kaca matanya .


" kita tinggal menunggu siapa dalang di balik semua ini Bram , aku tak sabar ingin memukul wajahnya dan mencengkram lehernya dengan tanganku sendiri ".


...****************...


Ella mendengar langkah kaki mendekatinya ia pun menoleh ke sumber suara wanita muda dengan pakaian pelayan datang menghampiri Ella . "apa yang di inginkan nona ? ". pelayan itu menundukan kepalanya .


" aa.. Aku ingin segelas air putih saja ".


" baik nona saya ambilkan ".


" tidak .. tidak usah aku aku ambil sendiri saja temani aku ". Ella sedikit canggung karena mereka begitu baik padanya padahal Ella hanya tahanan di rumah itu .


" baik , mari nona ikuti saya ". Mereka turun mengikuti anak tangga ke lantai bawah , rumah Logan mewah namun elegan dengan warna abu abu dan hitam itu lah khas warna yang di sukai Logan .


Sesampainya Ella di dapur ia mengambil sebotol air di lemari pendingin lalu duduk dan meminumnya sebari melihat sekeliling . Setelah selesai minum Ella menutup botolnya kembali karena hanya separuh yang ia minum dan di letakannya di atas meja dapur . " emm .. dimana semua orang ? ".


" Tuan logan sedang pergi keluar nona , hanya saya dan teman saya yang menemani nona malam ini ". Dengan wajah datar pelayan ini menjawab pertanyaan Ella yang membuat Ella menatap aneh .


Mereka pelayan logan yang sudah di pilih logan dengan pelatihan terbaik sangat prefosional sehingga mereka orang orang yang multitalent dalam keadaan apapun .


(" Siapa yang bertanya pria jahat itu ").


dalam hati Ella menggrutu .


...****************...


Louis sampai di sebuah gudang tua di pinggir dermaga . mereka berada di tepi laut di sebuah pelabuhan besar .


Louis membuka matanya luka nya sudah di rawat dan di balut dan ia tidur di atas sofa tua .


Tiba tiba suara serak terdengar dari seseorang yang duduk di sebelahnya yang membuat louis semakin sadar . " kau sudah terbangun louis ".


Louis duduk dan menatap pria di sampingnya itu .


"terimakasih tuan sudah menolong saya , saya benar benar bertrimakasih tuan maafkan saya tuan sudah bertindak bodoh dan membuat saya di tangkap oleh mereka , tapi tapi tuan saya jamin saya tidak membocorkan apapun tentang tuan ".


" hahaha .. " suara tertawa lantang itu sangat menggema dan terkesan mengerikan .


" tenang louis tenangkan dirimu kamu berhasil sampai disini itu luar biasa , mungkin sekarang anak ingusan itu sedang mengejarmu dan benar benar akan membunuhmu " .


Sambil menyesap pipa cerutu dengan asap yang menyembul pria itu sungguh terlihat sangat mengerikan .


pria itu mendekatkan wajahnya kewajah louis , " apakah kamu sudah mendapatkan datanya ? ".


Louis gemetar mata membelalak mendengar kata tuan nya itu , " maaf tuan saya .. " belum selesai berucap hantaman punggung tangan seketika mendarat di pipi louis , sekali kibas louis tersungkur di lantai dengan darah di ujung bibirnya .


...----------------...


Logan berdiam di mobil nya mengamati titik merah di laptopnya .


" ini wilayah kekuasaan milik walikota , apa walikota itu termasuk ".


" Anak buah sudah di turunkan dan mengepung area persiapan hampir selesai ". Bram mengagetkan Logan .


" baik , mari kita lihat siapa kau " .