Dream Light

Dream Light
Episode 12. " Ketakutan Ella "


Ella berteriak namun tak ada kuasa untuk melawan mereka sangat kuat mereka memegang tangan ella dan di masukannya kedalam mobil begitu pula pamannya yang sudah tidak berdaya lagi karena luka yang di akibatkan pukulan orang orang Logan .


Mata ella benar - benar menggambarkan ketakutan luar biasa . akan di bawa kemana ia kenapa bagaimana dengan bibi mery kenapa dia tadi melawan pria itu . saat ini tiada yang bisa menolongnya .


tiba - tiba suara pintu mobil sebelah ella terbuka dan ella sangat terkejut karena yang masuk adalah seorang yang tadi menatapnya dengan tatapan yang begitu tajam . di susul lagi seseorang membuka pintu mobil bagian depan dari sikapnya sepertinya ia sekertaris dari pria di sebelah ella .


ella langsung terperanjat dari posisi duduknya dan menyingkir jauh jauh memojokan dirinya .


Logan tersenyum lalu duduk menghadap ke depan sembari membenarkan posisi jasnya . " kita pulang ". Logan memerintahkan supirnya agar melajukan mobilnya pulang ke Apartemen milik Logan . " baik tuan ".


Ella membulatkan matanya karena mendengar apa yang di katakan pria di sampingnya itu " apa ? pulang ? " .


Ella sangat ketakutan karena ini adalah penculikan terang terangan bagi ella , ella takut nyawa ella terancam . apa yang akan mereka lakukan pada ella , dan apa yang harus ella lakukan . ella mencoba memikirkan kenapa semua ini terjadi pada ella dan pamannya dan yang ia dapatkan adalah kejadian malam itu saat di pesta , apa itu karena salahnya .


Ella terus memikirkan alasan dan cara agar dia bisa lolos dari mobil yang sekarang melaju cepat memecah malamnya kota .


Logan mempertanyakannya di dalam hati ( " kenapa gadis ini begitu tenang seperti seolah olah tidak tejadi apa apa , atau dia adalah gadis yang memang senang di bawa oleh laki laki seperti ini , apa itu yang dia inginkan , benar benar kepolosan yang sulit di tebak " ) . saat logan ingin melontarkan sebuah perkataan bebarengan dengan ella dan mereka sama sama menengok membuat mereka sekarang berhadap hadapan dan ella lah yang mendahuluinya .


Ella benar - benar bingung harus bagaimana ia kuatir pada bibi mery dan dirinya juga pamannya . itu membuat ella memberanikan diri kepada lelaki yang sekarang berada di sebelahnya , " emm .. tuan tolong lepaskan saya dan .. dan paman saya , apakah gara - gara saya lancang memeluk tuan sehingga sampai separah ini tolong jangan libatkan paman serta keluarganya saya .. saya akan bertanggung jawab atas perbuatan saya sendiri " .


Ella menghadapkan tubuhnya kearah Logan dan mengnangkupkan kedua tangannya dan menundukan kepalanya , reaksi itu membuat logan tersentak dan menatap ella serius mendengarkan perkataan ella baik baik dan tiba tiba logan tertawa lepas membuat orang yang ada di mobil itu kebingungan apa lagi ella . ( " lihatlah dia benar benar polos , lucu sekali dia , ingin sekali aku menggigitnya sekarang , alasan konyol macam apa itu " ) . Logan berdehem untuk menyudahi tertawanya mukanya sungguh merah karena tertawa lepas .


Bram yang sedari tadi terdiam terkejut ketika mendengar gelak tawa tiba tiba dari kursi belakang yang di duduki tuannya itu . ( " oh tuan apa lagi yang kau lakukan , tolong tuan kondisikanlah " ) .


Logan menatap lalu mengatakan dengan nada yang pelan , " kau pikir itu alasan ku membawa mu , kau benar benar polos peri kecil ".


Ella terkejut mendengar perkataan Logan hanya ayahnya yang memanggil sebutan itu . " dari mana kau tau sebutan itu emm .. maksud ku sebutan untuk ku ".


Logan menoleh pada ella yang memasang muka penuh penasarannya . kenapa dia sepenasaran ini bukankah memang Ella artinya ' peri '. " memangnya kenapa ? , bukankah namamu Ella yang artinya '( peri ) ".


Ella tergelagap memang benar kata Logan nama ella yang artinya ( peri ) itu namun hanya ayahlahnya yang berhak memanggilnya . " kau tidak berhak memanggilku seperti itu ".


Perkataan Ella membuat Logan menoleh pada Ella dan mendekatkan wajahnya di depan wajah Ella . " kenapa ? , itu sebutan dari kekasihmu ya , huh .. sangat konyol ". Logan menjauhkan wajahnya dengan ekpresi yang menyindir .


" hem kau tidak perlu tahu pokoknya kau tidak berhak memanggil sebutan itu ". Ella lalai ia malah berdebat soal sebutannya membuatnya tak sadar ia telah lupa akan kecemasannya saat ini .


Ella kembali tersadar dan ingin mengucapkan permohonan lagi terhadap Logan namun Logan menyadarinya sehingga Logan segera menahan perkataan Ella . " diam lah atau aku akan benar - benar melakukan hal yang sangat buruk seperti yang ada di pikiranmu ".


Ella mendengus kesal ia menatap keluar jendela mobil , ( " memangnya dia tau apa yang aku pikirkan , huh .. bagaimana ini apa aku melompat saja , tapi apa pasti bisa lari , pastinya akan sakit ahhh .. kenapa memikirkan sakit nya " ) .


Saat Ella sedang berurusan dengan pikirannya Logan tiba - tiba mengagetkannya dengan berkata , " jangan coba - coba melakukan hal konyol dengan mencoba membuka pintu dan meloncat itu takan bisa , jangan sia sia kan otakmu untuk perpikir terlalu keras ".


Ella terkejut , ( " dia benar bisa membaca pikiranku ah gawat " ) . ella menutupi kepalanya dengan kedua tangannya seolah olah ingin menahan apa yang ada didalam pikirannya agar tidak keluar dan terbaca .


sikapnya membuat Logan menoleh ke jendela mobil sembari menahan tawanya ( " sungguh gadis yang lucu ") .