Dream Light

Dream Light
Episode 13. " Tertidur ".


Gelapnya malam menyelimuti dunia , hingga hidup seseorang pun dipenuhi kegelapan itu lah yang di rasakan pria paruh baya namun masih terlihat gagah .


ia duduk sambil menyesap cerutu dan mengembuskan asap nya ke udara penuh kenikmatan .


ia terdiam dan mematikan cerutu itu di asbak atas meja , ruangan itu terlihat gelap hanya cahaya lampu di meja kerjanya lah yang sedikit menerangi ruangan itu , ia tak suka ruangan yang terlalu terang itu menyilaukan pikirnya , atau mungkin ia sudah terbiasa dengan hidupnya yang di penuhi dengan kegelapan .


ia mengeluh pelan , " huh ! sial ! ."


tiba - tiba ia menendang meja di depannya mengacak acak rambutnya , "sialan kau mayer sudah tiada pun masih menyisahkan sampah dirimu di dunia ini , ah sial ! , akan ku habisi kalian semua tunggu saja ".


Ia memanggil anak buahnya yang sedari tadi berdiri di belakangnya sedikit jauh dari posisinya sekarang . " mendekatlah , kita harus cepat bertindak , cepat cari posisi louise ".


* * *


Ella terkejut bukan main saat tangan hangat menyentuh pipinya ia terperanjat dan bangun seketika lalu melakukan posisi seperti kucing kecil yang ketakutan di pojok mobil ia meringkuk .


Mobil mewah milik Logan memang di desain se bagus dan senyaman mungkin hingga penggunanya dapat duduk dengan tenang tanpa merasakan getaran apa pun .


itu membuat ella yang baru pernah menaiki mobil seperti itu mengendurkan pengawasannya dan tertidur pulas .


dulu ella memiliki mobil pribadi namun tak senyaman milik Logan . itu benar benar seperti duduk nyaman dan tenang didalam kamar yang sunyi di tambah aroma seperti wangi yang tajam namun enak di hidung ketika di hirup menambah tidur ella menjadi pulas seperti **** .


Ella benar benar mengutuki dirinya . kenapa ia bisa tertidur pulas seperti anak kecil dan di pangkuan seorang yang asing .


Logan tersenyum tipis , " kau pasti sangat nyaman tidur di pangkuan ku dan mengirup aroma tubuhku , ah ... kau tau wangi ini sangatlah mahal kau tidak akan menemukan nya di manapun dan siapapun " .


Logan tersenyum mengejek . itu membuat ella memasamkan wajahnya dan berpaling ke arah jendela namun ella tiba tiba mengatakan sesuatu yang membuat Logan tak kuasa menahan tawanya . " maafkan aku yang tidak sopan , aa .. aku aku sungguh minta maaf ".


suara tawa Logan lagi lagi terdengar membuat ella terkejut melihatnya .


" kau ini , ada seorang gadis sepertimu yang masih bersikap tenang di situasi seperti ini , kau tau jika mangsa lengah apa yang selanjutnya terjadi ". Logan menahan tawanya sehingga wajah logan memerah itu membuat logan memilih memalingkan mukanya saat berbicara pada ella .


Logan terdiam saat vivian terlintas dalam benaknya . ia sungguh melupakan sejenak tentang kekasihnya entah kenapa itu terjadi . atau karena gadis di sampingnya yang terlalu mencuri perhatiannya .


ia tak pernah merasakan itu sebelumnya . banyak wanita di sisinya setelah kekasihnya pergi . namun Logan tak pernah memasukan mereka dalam pikirannya apa lagi hatinya sehingga ia lupa nama maupun wajah wanita yang pernah dekat dengannya . Logan tak ingin repot repot mengingat mereka karena mereka tak seberarti seperti vivian .


Mobil melaju kembali memasuki halaman dan memasuki tempat parkir yang begitu luas , (apakah ini sebuah apartemen mewah ? ) .


Ella bertanya dalam hatinya . dan sampailah di tempat parkir sepi hanya beberapa mobil mewah saja yang terparkir disana mobil yang Ella tumpangi berhenti .


" turun ". dengan nada dingin namun memerintah Logan menyuruh Ella keluar dari mobil , Logan keluar dari mobil di ikuti Ella .


Ella tertegun karena begitu Ella keluar Ella di jaga oleh pria berseragam jas hitam dengan senjata di tangan kanan mereka .


Ella ketakutan namun Logan menginstruksikan agar mereka sedikit menjauh dari Ella dan Logan seperti nya Logan mengetahui bahwa Ella ketakutan .


Logan melangkah menuju lift di ikuti sekertaris dan anak buahnya beserta Ella .


Ella mencari mobil yang membawa pamannya namun tak ada . " dimana kau bawa pamanku ".


Logan berhenti melangkah seketika dan memutar badannya menuju Ella lalu mengangkat dagu ella dengan tangannya . " cemaskan lah dirimu sendiri ".


Logan pergi setelah berbicara


kata singkat namun sungguh membuat badan Ella bergetar ketakutan .


Mereka memasuki lift namun Logan memasuki lift khusus terpisah dengan anak buahnya . lift itu khusus di buat untuk Logan .


Logan , sekertarisnya dan Ella memasuki lift yang desain nya sungguh Elegan . sungguh pas berpadu padan dengan pemakainya .


Ella masih di rundung ketakutan kemana Ella akan di bawa apakah ia akan di siksa atau akan di jual . pikiran Ella benar - benar di penuhi pikiran buruk hingga sampai di lantai paling atas gedung apartemen tersebut .


Ella terperangah ketika melihat ruangan itu . ruangan itu hanya berisi satu kamar saja dan itu sangatlah luas ketika memasukinya sungguh seperti berada di rumah mewah .


Ruangan itu sangatlah lengkap , di desain berwarna hitam dan abu abu namun sangatlah mempesona .


Logan langsung duduk di sofa besar yang berada di tengah ruangan itu menyandarkan tubuhnya dan menyilangkan kakinya .


Ia mengendurkan dasinya . " pergilah Bram kau pasti lelah dan untuk kau .. " Logan menatap Ella dengan tatapan tajam dan dingin . " layani aku ".